
Di pagi hari ketika Dito pergi ke kantor bekerja, Ia datang pagi-pagi sekali sehingga saat itu belum ada satupun rekan kerjanya yang ada di sana.
Oleh sebab itu dia hanya duduk di depan komputernya sambil menyalakan ponselnya.
Sebab Dia memiliki akses ke CCTV rumah milik ibunya, Maka pria itu pun mengecek CCTV yang ada di sana dengan mempercepat waktunya sehingga dia bisa melihat beberapa hari sekaligus.
Dito mengerutkan keningnya ketika ia melihat Kesya datang bersama seorang pria sehingga Dito pun menyetel rekaman CCTV tersebut dalam waktu yang lambat.
Tetapi saat ia melihat waktu pada cctv-nya, Dito langsung mempererat genggamannya pada ponselnya, 'apa pria ini adalah sugar daddy Kesya? Tapi kenapa dia membawanya ke rumah?' ucap Dito dalam hati sambil mengatur kembali rekaman CCTV tersebut agar dipercepat karena Dito ingin melihat kapan pria itu meninggalkan rumah.
Lalu setelah beberapa saat, Dito menggertakkan giginya ketika melihat rekaman CCTV di pagi hari memperlihatkan Kesya mengantar pergi pria yang datang ke rumah tersebut.
"Anak ini sudah gila!" Geram Dito sambil meletakkan ponselnya dengan kekesalan nya.
"Siapa yang gila?" Tiba-tiba tanya seorang pria yang Baru saja datang.
Pertanyaan itu langsung membuat Dito tersenyum pada seniornya lalu dia menatap seniornya yang kini sudah duduk di sampingnya, "adikku sangat nakal. Dia adalah perempuan, jadi sangat sulit bagiku menghadapinya," Kata Dito memperlihatkan wajah cemasnya meski Sebenarnya dia sedang marah.
"Hah,,,, anak zaman sekarang memang sangat sulit dihadapi, selain pergaulan zaman sekarang yang terlalu bebas, juga sikap keras kepala dari setiap anak membuat kita kesulitan untuk mengendalikan mereka. Memangnya kesalahan Apa yang dilakukan oleh adikmu?" Tanya senior Dito.
Dito tersenyum sambil menggaruk kepalanya, "Ini masalah tentang uang," jawab Dito yang tidak mau menceritakan terlalu banyak, karena tentu saja akan sangat memalukan baginya jika seniornya mengetahui bahwa adiknya menjadi sugar baby karena kekurangan uang.
"Terima kasih sarannya, akan saya coba," sebelum dia kembali menatap layar komputernya.
'Pokoknya nanti sore aku harus pergi ke rumah dan menyuruh Kesya menghentikan hal memalukan yang ia lakukan!' Ucap Dito dalam hati yang kini semakin kesal pada kelakuan Kesya dan juga pada ibunya yang tidak melakukan apapun setelah mengetahui kelakuan Kesya.
Maka, Dito pun membuka komputernya untuk melihat pekerjaan apalagi yang telah tersedia di sana, namun saat dia melihat file-file yang ada di komputernya, Dito mengerutkan keningnya bahwa semua file yang kemarin mereka kerjakan bersama dengan Mikail telah menghilang dari sana.
'Apakah aku salah menyimpan file tersebut?' ucap Dito dalam hati sambil menggerakkan mousenya untuk mencari file yang hendak ia lihat.
Tetapi, meski dia sudah berusaha mencarinya selama belasan menit, dia tidak menemukannya sehingga Dito kemudian melihat ke arah Michael yang baru saja datang lalu dia dengan cepat berdiri untuk menghampiri Michael.
"Senior," ucap Dito pada Mikail yang baru saja duduk dan baru saja menyalakan komputernya.
"Ada apa?" Tanya Michael.
"Semua data-data yang kemarin kita kerjakan telah menghilang dari komputerku," ucap Dito langsung membuat Mikael mengerutkan keningnya lalu dia pun dengan cepat memeriksa komputer miliknya.
Tetapi saat itu, bahwa semua file miliknya yang berhubungan dengan penggelapan yang dilakukan oleh anak perusahaan keluarga Romania telah menghilang dari komputernya.
"Bagaimana bisa semua file tersebut hilang sementara file-file yang lain masih ada?" Ucap Mikael kini dengan panik terus berusaha mencari file dalam komputernya yang mungkin saja tersembunyi di suatu tempat.