Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
45


"Ahh,, ya! Ayahmu ada perjalanan bisnis ke luar kota, Jadi kami memutuskan untuk tinggal di rumah tantemu," jawab Clarissa secara asal karena dia tentunya tidak ingin terlihat buruk di depan putranya.


"Oh ya? Tante siapa?" Tanya Dito.


💥💥💥


Pertanyaan putranya benar-benar membuat Clarissa merasa kesal karena putranya terlihat seperti tidak mempercayai ucapannya.


Oleh karena itu, Clarissa dengan wajah kesalnya menatap putranya, "kau ini, Kenapa nada suaramu berbicara seperti itu? Apakah kau pikir Ibu berbohong padamu?!!" Ucap Clarissa dengan kesal.


"Bukan begitu Bu, tapi Bagaimana bisa Ibu meninggalkan rumah dalam keadaan berantakan sekali? Bagaimana kalau Ayah kembali dan melihat rumah yang berantakan?" Ucap Dito Yang benar-benar tak habis pikir dengan ibunya.


Melihat putranya ingin memperpanjang masalah, clarisan menjadi kesal sehingga perempuan itu segera berdiri, "kau ini, percuma saja berbicara denganmu, karena apapun yang Ibu katakan tidak akan kau dengarkan!!!" Ucap Clarissa sembari berjalan ke arah kamarnya diikuti oleh Kesya.


Begitu tiba dalam kamar, Kesya segera menutup pintu kamar sembari menatap ibunya, "Apakah aku harus pindah kamar lagi?" Tanya Kesya yang merasa lelah Jika dia harus membereskan barang-barangnya lagi dan menginap di kamar kakaknya.


Clarissa yang masih berada dalam keadaan kesalnya langsung menatap sinis pada putrinya, "lakukan apapun yang kau mau!!!" Ucap Clarissa.


Kesya yang mendengarkan itu segera keluar dari kamar ibunya, lalu perempuan itu menatap kakaknya yang masih sementara duduk di kursi dan pria itu sedang mengelus-ngelus rambut Heriani.


'Hah,, Apakah kakak benar-benar tidak jijik terhadap istrinya?' ucap Kesya dalam hati yang tidak mengerti dengan kakaknya yang terlihat begitu menyayangi istrinya, padahal siapapun merasa jijik terhadap perempuan yang super gendut itu!!!


"Ada apa?" Tanya Dito saat melihat Kesya terus berdiri di tempatnya memperhatikan mereka.


"Itu,, Aku hanya ingin bertanya, apakah kalian akan menginap di sini supaya aku memindahkan barang-barangku dari kamarku atau Kalian mau langsung pulang nanti malam," ucap Kesya yang dalam hati berharap supaya kedua orang itu segera pulang saja, sebab tentunya akan merepotkan bajunya kalau dia harus membereskan lagi barangnya.


Dia pun semakin senang lagi saat membuka pintu kamarnya dan ternyata semua barang-barang yang tadi berserakan dalam kamarnya telah dibereskan, bahkan seluruh pakaian kotornya juga telah menghilang dari lantai sehingga dia berpikir bahwa pakaian itu telah dicuci oleh kakak iparnya.


maka dengan penuh perasaan bahagia, perempuan itu membuka lemari pakaiannya, ia hendak mengambil pakaian baru ketika dia langsung menutup hidungnya dengan tangannya karena ternyata semua pakaian kotornya dipindahkan ke dalam lemari.


'Sial!! Bagaimana bisa dia melakukan ini?!!' geram kesya hendak keluar dari kamar untuk memarahi heriyani ketika dia mengingat bahwa kakaknya ada di rumah sehingga perempuan itu hanya bisa mendengus kesal tidak bisa melakukan apa-apa.


Sementara di luar, heriani yang tertidur cukup lama kini terbangun, lalu perempuan itu pun menatap suaminya yang masih duduk mamangku kepalanya.


"Ahh, Sudah jam berapa ini?" Tanya heriani.


"Jam 05.00 sore," jawab Dito langsung membuat heriani segera bangun lalu perempuan itu pun menatap sekelilingnya.


"Kita harus bersiap-siap, sebentar lagi harus pergi ke kediaman utama," ucap heriyani langsung diangguki oleh Dito.


Dito masuk ke kamar mandi, sementara heriyani, dia berada di dapur membuat minuman untuk dirinya dan suaminya menikmati sebelum pergi ke kediaman utama.


Sementara membuat minuman, dia terkejut saat dia tiba-tiba saja dihampiri oleh Clarissa yang langsung berbicara padanya, "Sepertinya kau kurusan setelah pergi ke desa," ucap Clarissa langsung membuat heriani berbalik menatap Ibu mertuanya.


Heriani tersenyum percaya diri sembari berkata, "ya, Aku melakukan diet."


"Apa!!" Ucap wasti yang baru saja masuk ke dapur dan dia memperhatikan tubuh kakak iparnya yang memang lebih kurus dari sebelumnya.


Tetapi perempuan itu lebih melototkan matanya lagi saat ia melihat pakaian yang dikenakan oleh kakak iparnya.