Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
140


Pada keesokan paginya, saat heriyani terbangun, ia melihat suaminya masih tertidur begitu pulas hingga membuat perempuan itu merasa aneh karena suaminya tidak pernah bangun kesiangan.


Heriani juga melihat ke arah jam di dalam kamar dan mengerutkan keningnya karena saat itu sudah pukul 08.10.


"Sayang," heriani berusaha membangunkan suaminya, tetapi tampaknya Dito masih tidur begitu pulas hingga heriani pun turun dari tempat tidur.


Dia masuk ke kamar mandi dan masih merasakan sakit pada lehernya meski rasa sakitnya tidak separah kemarin.


Selain itu, saat heriyani berdiri di depan cermin, ia melihat bekas memar pada lehernya juga masih ada di sana hingga membuat heriyani merasa khawatir.


'jangan sampai memar ini tertinggal di sana,' ucap heriani yang merasa cemas bahwa suaminya mungkin merasa kesal Jika dia memiliki istri yang memiliki bekas luka yang begitu besar di lehernya.


Maka dengan cepat, heriani mencari salep yang kemarin diberikan oleh dokter lalu mengoleskannya di lehernya.


'Aku harap salep ini benar-benar ampuh untuk menghilangkan bekas luka,' ucap heriyani dalam hati terus meratakan salep di lehernya sebelum perempuan itu meninggalkan kamar mandi.


Saat kembali ke kamar, dilihatnya suaminya masih tertidur begitu pulas hingga membuatnya khawatir karena suaminya tidak biasanya tidur begitu lama.


Oleh sebab itu, heriani kembali naik ke tempat tidur dan memperhatikan wajah suaminya yang tanpa agak pucat.


"Sayangku,," ucap heriyani sembari mencubit-cubit pipi suaminya berharap pria itu akan bangun.


Tetapi karena Dito tidak kunjung bangun, maka heriani menjadi semakin panik hingga perempuan itu mencubit pipi suaminya dengan sangat keras.


"Ng!" Dito akhirnya merintih lalu perlahan membuka matanya dan terkejut melihat istrinya yang sedang memperhatikannya.


Namun saat tubuhnya membebani tubuh suaminya, tiba-tiba saja Dito merinti kesakitan.


"Akhhh!!!" rintih Dito langsung membuat heriani menarik kembali tubuhnya dan perempuan itu dengan cemas melihat suaminya yang tampak menahan rasa sakitnya.


"Sayang, ada apa?" Tanya heriani langsung membuat Dito akhirnya tersadar bahwa dia tidak boleh memperlihatkan ekspresi kesakitannya di depan istrinya.


Oleh sebab itu, Dito dengan cepat merubah raut wajahnya dan berpura-pura seperti tidak terjadi apa-apa, tetapi keringat yang membanjiri kening pria itu tidak bisa membohongi heriyani hingga heriyani merasa sangat cemas.


Perempuan itu pun teringat akan suaminya yang terjatuh di lantai sehingga dia dengan cepat mengulurkan tangannya membuka pakaian suaminya.


"Kau terluka karena pukulan dari Andika?" Tanya heriani langsung membuat Dito berusaha menutupi tubuhnya.


"Tidak, aku baik-baik saja," ucap Dito tidak dihiraukan oleh heriyani karena perempuan itu dengan kesal melepaskan tangan suaminya yang berusaha menahan pakaiannya.


"Jangan coba membohongi aku, cepat perlihatkan tubuhmu padaku!!" Ucap heriani akhirnya membuat Dito tak berdaya dan membiarkan istrinya memeriksa tubuhnya.


"Kau tidak terluka di bagian depan, sekarang cobalah berbalik sedikit, aku akan melihat punggungmu!!" Perintah Heryani yang jelas ingat bahwa kemarin Andika memukul suaminya dari belakang hingga perempuan itu merasa sangat cemas bahwa ada luka di punggung suaminya.


Tetapi Dito yang merasa begitu sakit di punggungnya kini menggelengkan kepalanya, "aku baik-baik saja, kau tidak perlu khawatir apapun!" Tegas Dito berusaha meyakinkan istrinya.


Tetapi Hariani bukanlah perempuan yang mudah dibohongi, sehingga dia pun menggertakan giginya sambil menatap suaminya dengan tatapan marah, "kalau kau tidak memperlihatkan punggungmu padaku, cepat keluar dari kamar ini dan jangan masuk ke kamar ini sampai Aku memanggilmu!!!" Bentak heriani langsung membuat Dito menjadi kalang kabut.