
Maka setelah tiba di rumah, Heriyani turun dari mobil dan dia mengerutkan keningnya saat ia melihat suaminya yang turun dari mobil langsung dihampiri oleh cucu ke-5 keluarga Romania.
⚡⚡⚡
Perempuan itu langsung berjalan ke arah suaminya saat melihat kedua orang itu sedang berbicara satu sama lain dan tampak bahwa suaminya di pojokkan oleh pria yang ada di sana.
"Sayangku, ada apa?" Tanya heriani sembari melingkarkan tangannya di lengan suaminya.
"Kalian!!! Cepat pergi dari sini, kalian benar-benar merusak pemandangan!!!" Geram cucu ke-5 keluarga Romania sebelum pria itu pun pergi meninggalkan kedua orang itu dengan raut wajah yang kesal.
Heriani yang melihat itu menyipitkan matanya, tetapi kemudian dia tidak terlalu memperdulikan pria itu dan hanya menatap suaminya.
"Apa yang dia katakan padamu?" Tanya Heriani.
"Ahh,, itu, dia marah karena kita tinggal di rumah ini," jawab Dito yang tidak mau menyatakan pada istrinya bahwa pria itu mengancam mereka akan melakukan sesuatu terhadap mereka jika mereka masih berani menginjakkan kaki di kediaman utama keluarga Romania.
Dia cemas kalau perempuan itu mungkin akan kepikiran.
"Ahh,, aku pikir masalah apa, tidak terlalu penting. Lagi pula yang menyuruh kita tinggal di sini adalah Kakek, kalau dia tidak suka, dia bisa mengatakannya pada kakek!!" Ucap heriani sembari menarik suaminya agar mereka memasuki rumah.
Sambil melangkah ke dalam rumah, heriani pun kembali berbicara, katanya, "itu, kau beli makanan apa untuk kita?"
Dito yang mendengarkan ucapan bersemangat istrinya langsung memperlihatkan makanan yang ia belikan untuk perempuan itu.
"Ini makanan pinggir jalan, tapi aku jamin rasanya sangat enak sama seperti di restoran-restoran mahal," kata Dito sembari mengukir sebuah senyuman di wajahnya.
"Woahh,,, Aku tidak sabar untuk mencicipinya," kata heriyani sembari menelan air liurnya, sudah cukup lama dia tidak menikmati makanan seperti itu, dia mengingat hari terakhir kali dia mencicipi makanan pinggir jalan ketika dia masih duduk di bangku SMA.
Melihat istrinya yang bersemangat, maka Dito pun sangat bersemangat hingga Mereka pergi ke meja makan dan Dito langsung menyajikan makanan tersebut di hadapan istrinya.
Seorang pelayan yang melihat itu mengerutkan keningnya, Sebab mereka merasa dia selalu melihat kedua orang itu menikmati makanan dari pinggir jalan yang dibungkus menggunakan kertas makan yang tidak sehat.
Maka tanpa menunggu lama pelayan itu menghampiri kedua orang yang sedang makan, "kalian ini!! Kenapa kalian membawa makanan harmurahan seperti itu ke dalam rumah ini???" Kesal pelayan itu.
Heriani yang sedang makan langsung menghentikan gerakan tangannya dan dia menatap perempuan yang berdiri menghadap mereka.
Dia semakin kesal saat melihat raut wajah perempuan itu, tampak sangat merendahkan selera mereka hingga dia tidak tahan untuk memberi pelajaran pada perempuan itu.
Maka Dalam satu gerakan cepat, heriani mengangkat tangannya dan mendaratkan sebuah tamparan keras di pipi pelayan itu.
Plak!!!
Sang pelayan tersungkur ke meja dengan tangannya langsung memegangi wajahnya yang baru saja ditampar oleh heriyani.
"Beraninya pelayan sepertimu berkata seperti itu pada kami?! Apakah sekarang karena kau sudah menjadi pelayan di rumah ini dan kau boleh menginjak-injak penghuni rumah ini?!!" Bentak heriani dengan suara yang keras tidak menahan amarahnya terhadap perempuan yang ada di depannya.
Saat itu, tuan besar Romania yang sedang berjalan bersama dengan asistennya mengerutkan keningnya mendengar suara teriakan dari dapur.
Maka pria itu pun segera berjalan ke arah dapur untuk mengecek apa yang terjadi di sana.
🦣🦣🦣