
Tuan besar Romania yang melihat asistennya sangat serius menatap dokumen, dia langsung berkata, "apakah ada masalah?"
🪶🪶🪶
"Ini adalah laporan keuangan yang dikirimkan oleh bagian keuangan tentang uang perusahaan yang diambil oleh tuan muda ke lima. Awalnya saya menyelidiki kasus yang menimpa Nyonya muda ke-6 dan mendapati bahwa ada aliran dana yang masuk ke rekening masing-masing polisi yang menangani kasus tersebut sehingga saya menduga Itu adalah sebuah kasus suap yang membuat masalahnya juga sangat cepat diselesaikan. Juga, bersamaan dengan itu Tuan Muda kelima bertemu dengan polisi dan juga mengambil uang dari perusahaan dalam jumlah yang banyak." Ucap Dean langsung membuat tuan besar Romania mengerutkan keningnya.
"Berikan padaku biar aku yang melihatnya," ucap Tuan besar Romania langsung membuat Dean memberikan ipad-nya pada pria itu, lalu dia pun mengambil iPad yang lain yang masih tersedia di mobil dan mengeceknya juga untuk mencocokkannya dengan beberapa data-data lain yang menyangkut aliran dana Yang dilaporkan oleh Niko.
Setelah beberapa saat, Dean kemudian menghubungi seorang pria yang bertugas menyediakan bahan baku untuk sebuah proyek yang sedang dijalankan oleh Niko.
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
"Halo?" Jawab seorang pria dari seberang telepon.
"Ini aku asisten tuan besar Romania, Aku ingin bertanya tentang proyek xx yang kau sediakan bahan bakunya, berapa banyak dana yang diberikan oleh perusahaan kami untuk semua bahan baku tersebut?" Tanya Dean yang langsung berbicara pada intinya.
"Tunggu sebentar tuan, akan saya kirimkan semua daftarnya," ucap pria dari seberang telepon sebelum panggilan telepon itu diakhiri.
"Dia mengambil satu kali uang untuk membayar beberapa proyek, perintahkan Dito untuk menyelidiki semua itu, Aku ingin melihat kejujuran mereka!" Ucap Tuan besar Romania yang merasa curiga bahwa cucu kelimanya mungkin telah menggelapkan uang perusahaan.
"Baik Tuan," ucap Dean.
Beberapa saat kemudian, sebuah email kini telah diterima oleh Dean sehingga dengan cepat Dean membuka email tersebut dan dia mengerutkan keningnya melihat rincian pembayaran bahan baku untuk proyek yang sedang dijalankan oleh Niko.
"Tanggal pembayaran terakhir ialah 2 minggu yang lalu, dan tidak ada keterangan dana tambahan yang dibutuhkan," ucap Dean sambil menyerahkan ipad-nya pada Tuan besar Romania untuk diperiksa ulang.
"Ini sudah jelas, cepat hubungi Tuan Halim agar dia mengurus bawahannya yang telah melakukan korupsi di kantor polisi. Bisa-bisanya orang-orang ini, cucu menantu ku di permalukan dengan foto yang tidak benar itu dan pelakunya mau tetap bebas berkeliaran?" Kata Tuan besar Romania yang merasa sangat kesal.
Dean yang mendengarkan itu langsung menganggukkan kepalanya, "saya akan segera menghubunginya, tetapi kemungkinan besar bahwa tuan muda kelima adalah orang yang memerintahkan seseorang untuk menyebarkan foto tersebut, dan ini mungkin akan menjadi berita yang sulit dan--"
"Keluarga ketiga juga dulunya tidak mendapat pengampunan atas kesalahan yang mereka lakukan, maka keluarga pertama dan kedua, mereka semua tidak boleh mendapat pengecualian!" tegas tuan besar Romania akhirnya membuat Dean mengerti sehingga dia pun mengambil ponselnya dan menghubungi pria yang dimaksud oleh tuan besar Romania.
Sementara Tuan besar Romania yang masih sementara duduk sambil memegang iPad di tangannya, pria itu menatap keluar jendela dan merasa bahwa keluarganya memang sangat kacau dan semua itu dipicu oleh harta kekayaan yang diperebutkan oleh semua anggota keluarganya.
'untuk sementara ini, hanya Dito dan heriani sajalah yang tidak berusaha mendapatkan kekuasaan di keluarga kami, Apakah memang seburuk ini keluarga kami?' ucap Tuan besar Romania yang merasa bahwa dia telah gagal mendidik anak-anaknya sehingga didikannya yang buruk tertularkan ke cucu-cucunya.