Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
72


Bip!


Bip!


Dito menggunakan kartu kreditnya membayar biaya transportasi mereka dari desa ke kota sebelum dia dan istrinya memasuki stasiun kereta api bawah tanah dan melanjutkan perjalanan mereka menuju ibukota.


Sementara duduk di dalam kereta, heriyani memangku laptop di pahanya dan perempuan itu menggerakkan jari-jarinya di atas keyboard laptop tersebut.


Dito yang ada di samping perempuan itu memperhatikan istrinya yang begitu lihai memainkan jari-jarinya di atas komputer.


"Dari beberapa hari yang lalu kau semakin sering menggunakan komputer, bahkan beberapa kali ketika aku terbangun di malam hari aku melihatmu masih bermain komputer. Apakah ada sesuatu?" Tanya Dito yang merasa penasaran Sebenarnya apa yang dikerjakan oleh istrinya sebab ketika dia melihat layar komputer perempuan itu, dia hanya melihat serangkaian kode-kode yang aneh yang tidak dimengerti olehnya.


Heriani yang mendengarkan pertanyaan itu segera tersenyum pada suaminya, lalu dia melihat sekitarnya di mana semua orang-orang sibuk dengan ponsel mereka ataupun dengan kegiatan lainnya.


Maka perempuan itu pun berbisik pada suaminya, katanya, "Aku sedang membuat sesuatu yang besar. Kau akan terkejut ketika mengetahuinya," jawab heriyani yang mana beberapa waktu terakhir dia sedang membuat sebuah program yang akan ia tawarkan pada Nyonya asmiati untuk digunakan di perusahaan perempuan itu.


Sebab Dia sudah meretas perusahaan perempuan itu dan menemukan ada banyak celah yang bisa menjadi peluang bagi orang-orang untuk meretas sistem perusahaan tersebut.


Dia ingin menukar program miliknya dengan lukisan milik perempuan itu.


"Baiklah, aku akan menantikan kejutannya," kata Dito.


"Ya," jawab heriani sembari tersenyum lalu perempuan itu pun melanjutkan pekerjaannya hingga mereka akhirnya tiba di ibukota.


Dalam taksi menuju ke kediaman utama keluarga Romania, heriyani yang bersandar pada bahu suaminya terus melihat keluar jendela, perempuan itu memperhatikan tempat-tempat yang mereka lewati sampai akhirnya matanya berhenti pada sebuah klub terbesar di ibukota.


Maka setelah klub tersebut dilewati oleh mobil Mereka, heriyani pun menatap suaminya sembari berkata, "Apakah sebelumnya Kau pernah pergi ke club?"


Dito yang mendengarkan pertanyaan istrinya merasa terkejut bahwa perempuan itu tiba-tiba saja membahas klub Di mana tempat itu ialah tempat yang tidak baik, di sana hanya ada pesta pora minuman keras dan perjudian.


"Tidak, tidak ada gunanya pergi ke tempat-tempat seperti itu," jawab Dito.


Heriani yang mendengarkan itu hanya tersenyum, lalu dia pun melepaskan pelukannya pada lengan suaminya dan beralih memeluk tubuh pria itu.


"Aku berencana pergi ke sana, Apakah kau mau menemaniku?" Tanya Heriani.


Pertanyaan istrinya sangat mengejutkan Dito hingga pria itu menatap istrinya dengan bingung, "Kenapa kau mau pergi ke tempat seperti itu?" Tanya Dito.


"Hm,, Aku Hanya penasaran, karena aku juga belum pernah memasuki tempat itu," jawab Heriani.


Dito langsung menggelengkan kepalanya, "tidak boleh, tempat seperti itu tidak bagus untuk perempuan sepertimu. Aku tidak mau ada pria yang menculikmu di sana, Jadi kau jangan coba-coba pergi ke sana atau aku akan sangat marah padamu!!!" Tegas Dito sembari mencubit pipi istrinya yang masih memiliki lemak bandel.


"Hm,, baiklah," jawab heriyani sembari menghela nafas, dan saat ini perempuan itu menjadi dilema untuk pergi ke sana karena dia takut jika dia pergi ke sana dan suaminya mengetahuinya, pria itu mungkin akan sangat marah padanya.


Meski begitu, dia tidak bisa juga mengabaikan tempat itu sebab itu tempat satu-satunya dia bisa menghasilkan uang dengan cepat menggunakan kemampuannya di masa lalu yang sering berjudi bersama-sama dengan rekan-rekan bisnisnya.