Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
81


Ding dong...!


Ding dong...!


Haeriani berdiri di depan kediaman Nyonya asmiati sembari menenteng sebuah paper bag di tangannya, yang mana paper bag itu berisi buah tangan yang akan Ia berikan pada nyonya asmiati.


Ia menggunakan semua uang hasil jurinya hari ini untuk membeli barang tersebut agar bisa menarik perhatian nyonya asmiati.


Clek!


Pintu akhirnya dibuka oleh seseorang yang ternyata ialah pelayan dari kediaman tersebut.


"Silakan masuk Nona," kata pelayan itu langsung dianggap oleh heriyani lalu dia pun masuk ke dalam kediaman besar itu.


Perempuan itu melangkahkan kakinya dengan tenang menuju kediaman besar yang ada di hadapannya sembari memperhatikan tempat itu.


'Desain rumah ini memang masih kolot, pantas saja anak-anak Nyonya asmiati tidak beta tinggal di sini, Apalagi pengaturan di rumah ini masih terlalu ketat dan identik dengan aturan-aturan ketat dari nyonya asmiati,' ucap heriyani dalam hati yang sudah banyak tahu tentang perempuan itu sebab Nyonya asmiati banyak sekali menceritakan berbagai hal terhadapnya sampai-sampai perempuan itu bahkan sekali-kali lupa bahwa dia itu telah menceritakan satu masalah dan kembali lagi mengulangnya.


Begitu masuk ke dalam rumah, heriani mengerutkan keningnya saat ia melihat cucu ketiga keluarga Romania ternyata berada di sana.


Tatapan mereka bertemu, tetapi cucu ketiga itu tidak mengenali heriyani sebab bagaimanapun, pria itu tidak pernah penasaran dengan sosok Heriani.


Heryani pun menganggukkan kepalanya lalu perempuan itu pun berjalan menghampiri dua orang yang sedang berbicara dan duduk di depan Nyonya asmiati.


Heriani pun meletakkan paper bag yang ia bawa di atas meja, "ini adalah buah tangan yang saya bawa kemari, meskipun tidak terlalu bernilai, tapi saya menyiapkan hadiah ini dengan sangat berhati-hati," ucap heriyani.


Nyonya asmiati tersenyum pada heriani, "kau benar-benar anak muda yang dermawan, Terima kasih atas hadiahnya," kata nyonya asmiati mengambil paper bag itu lalu memberikannya pada pelayan untuk disimpan.


Sementara heriani yang ada di sana, dia menganggukkan kepalanya pada Nyonya asmiati sembari melirik ke arah cucu ke-2 keluarga Romania, dan terlihat jelas bahwa pria itu sedang memperhatikannya dengan seksama.


Meski begitu, heryani tidak mengatakan apapun dan hanya duduk dengan tenang.


"Ahh,, sepertinya Anda ada tamu, kalau begitu saya permisi sekarang Dan semoga anda mau mempertimbangkan tawaran saya," ucap cucu kedua keluarga Romania ketika dia melihat bahwa Nyonya asmiati tampak mengabaikannya setelah kedatangan heriyani.


"Ya, aku akan mempertimbangkannya, asistenku akan mengabarimu jika aku sudah memikirkannya," ucap Nyonya asmiati diangguki oleh cucu kedua keluarga Romania sebelum pria itu pun pergi meninggalkan 2 perempuan yang ada di sana.


Setelah pengganggu di antara mereka berdua pergi, maka Nyonya asmiati langsung menatap Heriyani, "makan malamnya sudah siap. Ayo kita makan malam sebelum berbincang-bincang, Ada banyak hal yang ingin ku bicarakan denganmu," kata-kata Nyonya asmiati langsung dianggiti oleh heriyani hingga kedua perempuan itu pun pergi ke meja makan.


Begitu duduk di meja makan, ponsel Nyonya asmiati berdering sehingga Nyonya asmiati mengambil ponselnya dan melihat nama pemanggil adalah putranya sehingga dia menatap heriani yang duduk di depannya, "aku harus mengangkat telepon ini, tolong tunggu sebentar," ucap Nyonya asmiati diangguki oleh heriyani.


Setelah melihat anggukan heriyani, maka Nyonya asmiati pun meninggalkan haryani sendirian dan dia pergi ke sebuah ruangan tertutup di lantai 1 untuk menerima panggilan telepon dari putranya.