Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
276


Setelah heriani dan Dito meninggalkan tempat acara, keduanya pulang ke apartemen mereka, dan di lobby apartemen Mereka melihat wasti dan Clarissa tertidur di sofa.


Keduanya langsung menghentikan langkah mereka dan menatap dua orang itu dengan heriani yang menghela nafas.


"Mereka tidak akan berhenti," ucap heriyani sambil menggelengkan kepalanya.


"Kau naiklah lebih dulu, aku akan berbicara dengan mereka," ucap Dito langsung dijawab anggukan heriani hingga perempuan itu pun kemudian naik ke apartemen mereka dengan Dito yang langsung menghampiri ibu dan adiknya.


"Ibu, wasti?" Ucap Dito membangunkan kedua perempuan itu hingga wasti lebih dulu terbangun dan terkejut melihat kakaknya.


"Lho, kakak!" Seru Wasti langsung menggosok matanya.


Seruan putrinya membangunkan Clarissa, sehingga Clarissa juga menata putranya namun perempuan itu langsung berdiri dan berteriak keras, "bagus ya!! Bagus sekali kalian berdua benar-benar tidak membawa kami untuk pergi ke acara itu!! Bahkan membiarkan kami berdua harus tertidur di tempat ini menahan kedinginan!! Apakah ibu benar-benar sudah tidak berarti lagi untuk kalian sampai kalian melakukan hal seperti ini?!!


"Pengajaran dari mana Yang Kau dapatkan hingga kau jadi membangkang seperti ini?! Apakah dari istrimu yang tak tahu malu itu?!! Bisa-bisanya perempuan yang hamil mengabaikan Ibu mertuanya, Kau pikir itu hal yang bagus untuk kehamilannya?! Alam akan memberitahukan pada kalian mana yang baik dan yang tidak, lihat saja kalau bayi kalian lahir pasti akan terjadi sesuatu pada nya akibat dari kelakuan istrimu yang tidak menghormati Ibu mertuanya!!" Bentak Clarissa yang begitu marah terhadap Putra dan juga menantunya, terlebih kepada menantunya yang sudah membawa putranya ke jalur yang salah hingga membangkang pada ibunya sendiri.


Wasti yang mendengarkan ucapan ibunya kini menutup mulutnya dengan kedua tangannya, apalagi saat melihat raut wajah Dito menjadi tampak tidak senang karena mendengar ibunya sendiri menyumpahi anak mereka.


"Inilah yang ingin dipertanyakan pada ibu, ibu adalah ibuku, nenek dari kedua cucu yang dikandung oleh istriku, tetapi ibu Bahkan menyumpahi mereka dengan begitu kejam! Baiklah, mulai sekarang lakukan apapun yang Ibu inginkan, aku tidak akan pernah memarahi Ibu lagi!!!" Ucap Dito sebelum dia pergi meninggalkan ibunya hingga membuat Clarissa sangat terkejut.


Perempuan itu hendak mengejar Dito Tetapi dia ditahan oleh petugas keamanan yang diberi oleh kode oleh Dito hingga dia menjadi sangat panik.


"Kau anak kurang ajar! Bisa-bisanya kau berkata seperti itu pada ibu, kau anak durhaka kau akan merasakan akibat dari perkataanmu hari ini yang tidak menghormati ibumu!!" teriak Larissa pada putrinya diabaikan saja oleh Dito yang kini memasuki lift.


Sementara Wasti yang ada di sana, perempuan itu menggigit bibir bawahnya lalu dia berpikir bahwa saat ini tidak ada masa depan untuk ibunya sehingga perempuan itu cepat-cepat mengambil ponselnya dan menghubungi ayahnya.


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


"Ya?" Jawab seorang pria dari seberang telepon.


"Ayah, kalau Ayah berpisah dengan Ibu, aku akan ikut dengan ayah, apapun yang terjadi aku akan mengikuti semua perkataan Ayah meskipun Ayah tidak akan memberiku uang jajan dan mengatur segala sesuatu tentangku!! Ibu di sini sudah gila, Ibu baru saja menyumpahi cucunya sendiri!! Aku tidak mau bernasib sama seperti itu, Aku tidak mau kalau suatu saat ibu menyumpahiku sesuatu yang tidak baik!!" Kata wasti dengan nada suara yang begitu panik.


"Ibumu memang keterlaluan, datanglah ke cafe xx, ayah akan menjemputmu di sana!" Tegas pria dari seberang telepon langsung diyakan oleh wasti hingga wasti dengan cepat membuka tas ibunya lalu mengambil semua uang yang ada di dalam tas tersebut sebelum dia pergi dari sana mengabaikan ibunya yang masih bertengkar dengan para petugas apartemen.


"Cepat biarkan aku masuk, itu adalah Putraku, aku harus berbicara dengannya Sekarang juga!!" Teriak Clarissa pada dua penjaga yang terus menahannya.


Hal itu membuat dua penjaga menjadi sangat kesal bahkan salah satu penjaga tidak bisa menahan diri hingga mendorong luas di ke belakang sampai perempuan itu tersungkur ke lantai.


"Saya beritahukan kepada anda kok mas kalau dalam 2 menit anda tidak meninggalkan tempat ini maka saya sendiri yang akan menyeret anda keluar dari sini!!!" Bentak sang penjaga langsung membuat clarissa menggertakan giginya menatap dua orang yang ada di depannya.


"Dasar kalian berdua, aku beritahukan pada kalian, kalian akan menyesal sudah melakukan ini padaku!! Aku berasal dari keluarga Romania dan keluarga Romania tidak akan membiarkan kalian!!" Bentak Clarissa sebelum dia ah berdiri lalu pergi mengambil tasnya dan meninggalkan tempat itu.


Baru saja keluar dari tempat tersebut, Clarissa melihat putrinya telah menaiki sebuah taksi lalu pergi meninggalkannya sendirian hingga klarisa dengan cepat mengejar taksi tersebut.


"Hei berhenti!!" Teriak Clarissa sambil berlari.


Tetapi setelah beberapa saat, dia tak sanggup mengejar taksi tersebut hingga Clarissa terhenti Di tengah jalan sambil menggertakkan giginya.


"Anak kurang ajar, ku sumpahkan kau tidak akan bisa menikah kalau tidak mendapat Restu dariku!!" Teriak Clarissa dengan penuh kemarahannya.


Setelah memberitahukan alamatnya pada sopir taksi, maka Clarissa memilih tidur di dalam mobil, sebab perjalanan menuju rumahnya membuka tukang waktu lebih dari satu jam sehingga masih bisa dimanfaatkan untuk tidur.


Tetapi meski Clarissa berusaha tidur di mobil, dia tidak bisa melakukannya karena dia tidak merasa tenang setelah apa yang terjadi di mana putranya meninggalkannya dan juga putrinya, lalu suaminya menceraikannya sehingga sekarang dia hanya sendirian.


"Sial!! Kenapa hidupku jadi berantakan seperti ini?" Gerutu Clarissa sambil memijat keningnya.


Sopir taksi yang mendengarkan itu akhirnya melihat Clarissa dari kaca spion dan dia bisa mengetahui bahwa perempuan itu sedang dalam keadaan frustasi sehingga supir taksi kemudian berkata, "sepertinya Anda baru saja mengalami sebuah masalah. Daripada memendamnya sendiri dalam hati, Bagaimana kalau menceritakannya pada saya supaya saya bisa membantu Anda menyelesaikan masalahnya? Lagi pula, Saya hanya orang asing, jadi setelah kita berpisah tidak akan pernah bertemu lagi di kemudian hari."


Clarissa yang mendengarkan ucapan sang sopir taksi, ia kini menatap sopir taksi tersebut, Lalu beberapa saat kemudian ia menghela nafas dengan berat sambil berkata, "ini tentang keluargaku, suamiku berkata akan menceraikanku dan Putraku meninggalkanku serta putriku juga pergi meninggalkanku. Sekarang aku tidak punya apa-apa, hanya sebuah rumah kecil yang terletak di bagian Selatan ibukota, lagi pula rumah itu tidak tercatat atas Namaku sehingga bisa dikatakan aku tidak punya apa-apa lagi.


"Lagi, semua ini terjadi karena ulah menantuku sendiri yang mempengaruhi semua orang. dia bahkan mempengaruhi Putraku supaya membenciku sehingga membuatku benar-benar tak tahan dengan kelakuannya. Sudah berkali-kali aku berusaha untuk memperingatkan mereka semua agar tidak mendengarkan menantuku itu, tetapi aku seperti orang yang berbicara pada patung, sama sekali tidak ada perhatian terhadap ucapanku!!


"Hah,, seandainya saja aku punya kesempatan untuk hidup kembali, aku tidak akan menikahi suamiku meskipun aku tahu Dia berasal dari keluarga kaya raya!!!" Gerutu Clarissa dengan kemarahan memenuhi seluruh hatinya.


"Ahh, Memangnya suami anda berasal dari keluarga apa sampai membuat Anda berkata seperti itu?" Tanya supir taksi.


"Dia berasal dari keluarga Romania, tetapi meski Dia berasal dari keluarga kaya raya dia sudah diusir dari keluarga itu sampai sekarang tidak memiliki apapun! Putar Aku memiliki sebuah perusahaan, tetapi meski begitu dia terlalu pelit padaku karena semua keuangannya diatur oleh istrinya!! Setiap hari otaknya dicuci oleh istrinya, jadi dia sudah tidak ingat lagi akan ibunya!!" Gerutu Clarissa yang merasa begitu sesak menceritakan semuanya pada sopir taksi.


Dia tak menyangka bahwa bedanya hari ini akan ia ceritakan pada orang asing, bukan pada salah satu dari keluarganya.


"Ah,, itu memang sangat buruk, Anda mendapatkan menantu yang benar-benar tidak baik. Tapi kalau saya sarankan anda tetap berusaha menghubungi putra anda karena bagaimanapun dia tidak akan membiarkan anda hidup dalam kesusahan," ucap sopir taksi membuat Clarissa memikirkan perkataan sopir taksi tersebut.


'Benar juga apa yang dikatakan pria ini, kalau aku tidak terus berhubungan dengan putrakukoma maka aku tidak akan memiliki uang untuk membiayai hidupku sendiri.' gerutu Clarissa dalam hati yang benar-benar kesal dengan nasibnya.


Maka, Clarissa terus berpikir dalam taksi sampai akhirnya taksi berhenti di depan rumahnya lalu segera mengambil tasnya untuk membayar ongkos taksinya.


Tetapi ketika dia membuka tasnya dan mengambil dompetnya, Clarissa mengerikan keningnya saat dia tidak mendapati sebesar pun uang di dalam sana, padahal seingatnya bahwa dia membawa setengah dari uang yang diberikan putranya padanya untuk digunakan sebagai ongkos taksi.


"Sial!! Kemana uangku?" Ucap Clarissa membongkar seluruh barang-barang dalam tasnya, namun hasilnya tetap sama saja sama sekali tidak ada uang di dalam dompetnya hingga membuat perempuan itu menggertakan giginya.


Dia mengingat kembali apa yang terjadi, "sial!! Putri sialan itu pasti mengambil uangnya ketika aku bertengkar dengan para penjaga!!!" Gerutu Clarissa sambil menggertakkan giginya.


Sopir taksi yang mendengarkan ucapan Clarissa, dia langsung menoleh ke arah Clarissa sambil berkata, "tagihan taksi anda 900 ribu!"


"Apa?!!" Clarissa sangat terkejut dengan tagihan tersebut, "Bagaimana bisa tagihannya 900.000?! Tadi ketika aku pergi ke rumah Putraku, aku hanya membayar 200.000 saja!!" Teriak Clarissa pada sopir taksi.


"Itu mungkin karena anda menggunakan promo yang disediakan oleh perusahaan kami, Tapi saat ini Anda tidak menggunakan promo. Jadi silakan bayar 900.000!! Atau kalau tidak, saya akan melaporkan Anda ke kantor polisi atas penipuan!!" Ucap sang sopir taksi.


"Apa?!" Clarissa menggertakan giginya, dan dia ingat bahwa yang memesan taksi tadi siang adalah putrinya, dan dia sama sekali tidak tahu apapun.


Oleh sebab itu, Clarissa dengan cepat membuka pintu mobil lalu dia berlari masuk ke dalam rumahnya meninggalkan sang sopir taksi hingga membuat sang sopir taksi juga cepat-cepat mengejar perempuan itu.


Ketika tiba di depan rumah, Clarissa menggertakan giginya karena kunci rumahnya mengalami macet hingga membuat sang supir taksi mengejarnya dan menangkapnya.


"Nah!! Sekarang Anda mau ke mana lagi?!! Cepat berikan saya ongkos taksi atau akan saya bawa masalah ini ke kantor polisi!!" Bentak sang sopir langsung membuat Clarissa menggerutu dengan kesal.


"Baiklah, akan kuberikan, tapi biarkan aku masuk ke dalam rumah mengambil uang!!" Bentuk clarissa langsung membuat sang supir taksi melepaskan perempuan itu lalu membiarkan Clarissa masuk ke dalam rumah namun dia tetap menjaga supaya pintu tidak dikunci oleh perempuan itu.