
Setelah mereka tiba di kamar, Dito langsung menatap istrinya yang melepaskan jaket dari tubuhnya.
"Aku minta maaf atas apa yang dikatakan oleh saudaraku dan ibuku di atas mobil. Aku bahkan tidak bisa memaksa mereka untuk meminta maaf padamu, Padahal mereka sudah tidak sopan berbicara ten--"
"Sstt!!!" Heriyani langsung mengulurkan tangannya dan meletakkan satu jarinya di bibir suaminya, "tidak perlu minta maaf, lagi pula jika mereka tidak menganggap aku sebagai keluarga mereka, aku tetap senang karena ada suamiku yang menganggapku sebagai bagian dari hidupnya," ucap heriani sembari mendaratkan ciuman di bibir pria itu membuat Dito pun merangka tubuh Perempuan itu semakin dalam kepelukannya.
Sikap Heryani yang tidak memperbesar masalah semakin membuat dia merasa bersalah pada perempuan itu, sehingga dia bertekad akan terus berada di sisi perempuan itu dan memperlakukan heriani dengan sangat baik.
Setelah berciuman, heriani pun berkata, "Bagaimana keadaan Ibu di rumah sakit?"
"Ah, tidak terlalu baik, Dia selalu mengeluh kesakitan dengan luka bakarnya, tetapi dokter sudah mengolesinya obat, jadi dia hanya perlu istirahat sampai sembuh," ucap Dito.
"Begitu ya, Lalu bagaimana dengan tempat tinggal mereka? Apakah kedua saudaramu juga masih ada di rumah sakit?" Tanya heriani yang penasaran Bagaimana penyelesaian masalah orang-orang itu.
"Itu,, tadi sore polisi sudah menyelidiki penyebab kebakaran, dan mereka menemukan bekas tempat bensin di dapur, Jadi untuk sementara polisi menyimpulkan bahwa itu bukan kebakaran yang tidak disengaja, melainkan kebakaran yang disengaja. Sudah ada samper juga yang dibawa untuk diselidiki di laboratorium, Tapi hasilnya belum keluar. Kakek sepertinya sudah mengetahui masalah itu, tapi kakek belum mengatakan apapun," Kata Dito sembari menghela nafas dan dia merasa sedih atas apa yang dilakukan oleh ibu dan kedua saudaranya.
"Lalu, Apakah masih ada penyelidikan lanjutan?" Tanya Keyla.
Dito menggelengkan kepalanya, "tidak, asisten kakek sudah berbicara dengan para polisi, dia melarang polisi untuk menyelidiki lebih lanjut dan masalah ini pun akan disamarkan sebagai kebakaran yang tidak disengaja. Bahkan, sampel yang dibawa ke laboratorium juga sepertinya tidak jadi diselidiki, karena kakek tidak mau masalah ini tersebar keluar," ucap Dito.
Heriani kembali memeluk suaminya, dan dia jelas tahu bagaimana perasaan pria itu, tetapi dia sudah menduga masalah ini, ketika perempuan itu benar-benar bodoh.
Kenapa meninggalkan jajak atas kejahatan yang mereka lakukan??
"Apakah ibumu dan kedua saudaramu sudah mengetahui masalah ini?" Tanya heriani.
Heriani mengganggukan kepalanya lagi, meski begitu, dia tidak mengatakan apapun sampai dia masuk ke kamar mandi untuk mandi.
Setelah keluar dari kamar mandi, heriani melihat suaminya tampak berdiri di balkon dengan sebatang rokok berada di tangannya.
Hal itu membuat heriani buru-buru mengganti pakaiannya lalu menghampiri suaminya.
Dia bernafas lega saat melihat ternyata rokok itu belum dibakar sehingga dia pun memeluk di sembari mendongak menatap suaminya yang kini menatapnya dengan tatapan sendunya.
"Aku merasa sangat malu," kata Dito sembari menundukkan kepalanya dan membalas pelukan perempuan itu.
"Itu bukan salahmu, kau tidak bisa memerintahkan seseorang untuk terus berbuat baik. Ahh,, , Aku punya pengakuan untukmu," ucap heriani ketika dia teringat dia yang pergi ke klub Kasino namun belum memberitahukan masalah itu pada suaminya.
Ucapan istrinya langsung membuat Dito mengangkat kepalanya dan kembali menutup istrinya, "apa itu?" Tanya Dito yang merasa penasaran.
"Itu,, aku minta maaf," heriyani menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya sembari lanjut berbicara, katanya, "Sebenarnya tadi ketika aku meninggalkan rumah sakit, Aku tidak tahan melihat klub Kasino yang kulewati, jadi aku singgah di sana," kata heriani sangat mengejutkan Dito.
"Lalu,, Apa kau baik-baik saja?" Tanya Dito sembari mendorong perempuan itu dari pelukannya dan dia pun memeriksa istrinya dari ujung kaki sampai ujung rambut untuk memeriksa keadaan perempuan itu.
"Jangan khawatir, aku baik-baik saja," jawab Heriani.
"Benarkah?? Tidak ada pria yang menyentuhmu di sana kan?? Tidak ada yang memberikanmu tetapan aneh di kasino itu kan?" Tanya Dito yang merasa cemas bahwa mungkin saja ada pria-pria mesum yang melihat istrinya yang cantik.