
Tok tok tok....
Tok tok tok...
Tok tok tok...
Dito mengerutkan keningnya saat ia sudah 3 kali mengetuk pintu rumah orang tuanya namun tidak ada jawaban dari dalam rumah tersebut.
"Mungkinkah semua orang sedang keluar?" Ucap heriyani sembari memperhatikan halaman rumah dan benar-benar membuatnya menghela nafas ketika dia melihat halaman tersebut tidak terawat.
Rumput yang tumbuh tinggi, daun-daun yang berserakan di tanah juga tidak dibersihkan, bahkan bunga-bunga yang terletak di bagian teras rumah juga kini telah layu karena tidak pernah disiram.
"Tunggu sebentar, aku akan melihat di belakang," ucap Dito segera berjalan meninggalkan istrinya untuk memeriksa pintu belakang karena biasanya pintu belakang lupa dikunci.
Benar saja, pria itu mendapati pintu belakang tidak dikunci sehingga dia langsung masuk dan Dito menghentikan langkahnya saat ia melihat rumah tersebut seperti rumah yang tidak ditinggali.
Pakaian kotor berserakan, piring-piring kotor berserakan, dan debu ada di mana-mana.
"Apakah mereka tidak tinggal di sini lagi?" Ucap Dito dalam hati sembari berjalan ke pintu utama lalu dia melihat kunci serep diletakkan di atas meja ruang tamu sehingga dia pun membuka pintu untuk istrinya.
Begitu pintu di buka, heriani pun menarik koper mereka ke dalam dan perempuan itu lebih terkejut lagi saat melihat bagian dalam rumah.
"Apakah ayah dan ibu sudah pindah rumah?" Ucap heriani pun berjalan ke arah pintu kamar yang terakhir kali mereka tempati.
Saat perempuan itu membuka pintu kamarnya, didapatinya bahwa kamar Itu juga sangat berantakan namun barang-barang Kesya masih berada di sana.
"Mereka tidak pergi, sepertinya mereka hanya kurang merawat rumah saja," ucap heriyani meletakkan kopernya, lalu perempuan itu pun mengambil satu persatu barang-barang yang berserakan di lantai.
"Apakah kau lelah?" Tanya Dito sembari mengulurkan tangannya memijat lengan istrinya.
"Hm,, aku mau tidur sebentar," ucap heriyani langsung memperbaiki posisinya di atas tempat duduk dengan kepala peri perempuan itu berakhir di paha suaminya lalu dia pun memejamkan matanya.
Dito yang melihat istrinya hanya tersenyum, lalu Dia merapikan rambut perempuan itu yang masih basah karena keringat sebelum dia akhirnya merebahkan tubuhnya kesandaran kursi dan memejamkan matanya untuk beristirahat sebentar.
Entah berapa lama mereka tertidur, namun Dito terbangun saat tiba-tiba saja dia mendengar sebuah teriakan dari depan rumah.
"Ibu!!! Rumah kita kenapa jadi bersih sekali?!" Teriak wasti sembari berjalan ke arah rumah dan dia pun membuka pintu.
Perempuan itu mengerutkan keningnya saat pintunya tidak terkunci, namun ketika dia terus masuk ke dalam, Wasti langsung merasakan kakinya gemetar karena melihat kakaknya sedang menatapnya.
"Ka,, kakak? Sejak kapan kakak ada di sini?" Tanya wasti sembari berpegangan pada sandaran kursi lalu dia pun duduk di kursi sembari menatap ke arah ibunya dan juga Kesya yang masuk ke dalam rumah.
Baik Kesya maupun Clarissa juga sangat terkejut karena tidak menyangka bahwa Dito bersama dengan istrinya akan datang ke rumah mereka tanpa memberitahu tentang kedatangan kedua orang itu.
"Putraku,, Kenapa kau tidak mengatakan pada ibu kalau kau akan datang hari ini?" Tanya clarissa yang kini merasa kesal pada dirinya dan juga kedua putrinya bahwa mereka tidak membersihkan.
"Hm, kakek memanggil kami untuk menemuinya, Jadi kami datang kemari. Tapi, kenapa rumah seperti tidak ditinggalin? Apakah kalian tidak tinggal di rumah selama beberapa waktu terakhir?" tanya Dito sembari menatap ketiga perempuan yang ada di depannya yang kini duduk mendapatkan lelah mereka.
"Ahh,, ya! Ayahmu ada perjalanan bisnis ke luar kota, Jadi kami memutuskan untuk tinggal di rumah tantemu," jawab Clarissa secara akal karena dia tentunya tidak ingin terlihat buruk di depan putranya.
"Oh ya? Tante siapa?" Tanya Dita yang merasa heran bahwa itu pertama kalinya keluarganya menginap di rumah Tante mereka, Padahal dia sendiri jelas tahu bahwa seluruh tante mereka dan keluarga besar mereka tidak menerima mereka di rumah mereka sebab keluarga mereka tidak memiliki apapun yang bisa menguntungkan semua orang-orang itu.