Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
167


Ting!


Ting!


Ting!


Dito yang saat itu sudah mulai bekerja di bagian pemasaran dan saat ini sedang membuat kopi di pantry perusahaan, ia mendapatkan banyak sekali di pesan di ponselnya.


Tetapi pria itu belum sempat mengecek ponselnya, karena dia masih sementara membuat minuman.


Seorang pria yang bersama-sama dengan Dito menatap Dito yang serius sekali menata kopi di nampan dan mengabaikan nada dentingan ponsel dari ponselnya.


"Kau punya pesan," ucap pria itu langsung membuat Dito menatap sang pria sambil tersenyum menganggukkan kepalanya.


"Ya," jawab Dito meletakkan gelas terakhir di nampan sebelum dia mengambil ponsel dari hp-nya dan memeriksa pesan yang masuk ke ponselnya.


Pria itu mengerutkan keningnya melihat ada banyak laporan transferan uang yang masuk ke rekeningnya.


Bukan hanya itu saja, dia semakin tercengang di tempatnya ke saat ia melihat jumlah uang yang masuk pada satu kali transferan tidaklah main-main, paling kecil nominalnya 100 juta.


"Ada apa?" Tanya sang pria yang merasa heran melihat Dito yang kini mematung di tempatnya setelah memeriksa ponselnya.


Tetapi ucapan pria di depannya tidaklah dihiraukan Dito, sebab pria itu fokus melihat beberapa pesan yang masih masuk ke ponselnya.


Sang pria yang ada di sana pun kebingungan sehingga dia berjalan ke esisi Dito dan menatap layar ponsel dito.


"Ini,, apa itu pesan asli?" Tanya sang pria yang tidak percaya dengan pesan-pesan yang masuk ke ponsel Dito.


Dito pun menatap pria yang bersama-sama dengannya sambil berkata, "Apakah ini pesan asli?"


Sang pria yang ditanyai oleh Dito kebingungan menatap pria tersebut, itu adalah pertanyaanya juga!


Tetapi belum sempat kedua orang itu berkata satu patah-kata pun, ponsel di tangan Dito kemudian berdering sehingga Dito kembali fokus melihat layar ponselnya yang ternyata pemanggilnya adalah istrinya tercinta.


Dito pun segera mengangkat panggilan telepon itu dengan sang pria yang ada di sana yang merupakan pria yang selalu ingin tahu juga langsung mendekatkan telinganya ke arah Dito dan mendengarkan seorang perempuan yang berbicara dari seberang telepon.


"Sayangku, ada uang yang masuk ke rekeningmu?" Tanya heriani.


"Ya,, kau tahu tentang uang yang masuk ke rekeningku? Ada banyak sekali notifikasinya dan jumlahnya juga banyak sekali, Apakah itu benar-benar uang?" Tanya Dito.


"Ah,, ya, Aku baru saja menyapu bersih semua lomba untuk para peretas di internet. Nanti ku kabari lagi, sekarang aku harus ke bank mengambil uang itu," jawab heriani dari seberang telepon sebelum panggilan telepon itu diakhiri dengan Dito bersama pria yang ada di sana kini tercengang tanpa bisa berkata apa-apa.


Pria yang bersama-sama dengan Dito pun menatap atasannya sambil berkata, "manajer, Kau harus tahu, istri dari pria ini baru saja melakukan sebuah kehebohan!!!"


Setelah berbicara, sang pria kemudian mengambil ponselnya dan melihat berita terkini yang mana memberitakan tentang seorang peretas tanpa inisial baru saja melakukan peretasan secara besar-besaran terhadap perusahaan-perusahaan besar.


Meski Itu adalah sebuah lomba yang biasa diadakan oleh perusahaan besar untuk mengecek kemampuan sistem perusahaan mereka, namun semua orang tentunya tidak menduga tentang orang tanpa inisial yang sudah membuat banyaknya peretasan dalam waktu yang begitu singkat hingga memenangkan uang setidaknya sekitar 3,8 milliar.


"Sial!!!" Sang pria berteriak sambil menatap Dito lalu pria itu lanjut berkata, "istrimu memenangkan 3,8 miliar, lihat berita ini!!!"


Dito menatap layar ponsel pria yang bersama-sama dengannya dan dia benar-benar tak menduga bahwa ternyata istrinya akan melakukan hal seperti itu.


"Ah ini,,," Dito menelan air liurnya, "Tolong jangan katakan pada siapa-siapa," ucap dito yang merasa cemas bahwa berita itu mungkin akan menyebar yang akan membuat sebuah masalah untuknya ataupun untuk istrinya.


Sang Manager yang ada di sana mengerutkan keningnya, "tapi Apakah Memang benar ada uang masuk ke rekening?" Tanya manajer yang kini pikirannya sedang fokus pada uang senilai 3,8 miliar.


Dito menganggukkan kepalanya dengan pelan sebagai jawaban yang membuat sang manajer tertegun di tempatnya.


"Istrimu sangat berbakat, tapi kau harus mentraktir semua orang bukan?" Ucap pria yang sedang berdiri di samping Dito hingga membuat Dito menganggukkan kepalanya.


"Tentu saja, Tapi tolong jangan beritahukan masalah ini pada siapapun," ucap Dito.


Sang pria menganggukkan kepalanya "Tentu saja, kalau begitu bagaimana kalau aku yang memilih tempatnya?"


"Ya, boleh," jawab Dito akhirnya membuat pria yang bersama-sama dengannya merasa sangat senang dan pria itu pun meninggalkan dapur untuk memberitakan traktiran yang akan dilakukan dito pada mereka semua.


Sementara manajer yang ada di sana, dia masih terdiam di tempatnya dan tak percaya bahwa istri Dito mendapatkan 3,8 miliar.


Oleh sebab itu, manajer tersebut mendekati Dito, "ini benar-benar mengejutkan, 3,8 miliar itu jumlah yang tidak main-main. Hm,,, Bagaimana kalau kau memberiku jumlah di belakang koma dan aku akan membuat jabatanmu naik di sini?" Bisik Manager tersebut langsung membuat Dito mengerutkan keningnya.


Dia tidak menyangka bahwa manajernya akan berkata seperti itu sehingga Dito tersenyum kikuk.


"Maaf sekali, tapi itu uang istriku, jadi aku tidak ada hak untuk menggunakannya," jawab Dito.


"Benarkah? Tapi kalau kau naik jabatan di sini, gajimu juga akan naik, tunjanganmu juga akan naik," ucap Manager tersebut.


"Maaf, sekali lagi itu bukan uang saya, Jadi saya tidak punya hak untuk menggunakan uang tersebut apalagi menggunakannya untuk mendapatkan jabatan," jawab Dito.


"Hah, benarkah? Kalau begitu terserah padamu saja," kata manajer akhirnya meninggalkan Dito dengan rasa kesalnya. H