Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
202


Tok tok tok...


Manajer yang mendengarkan suara ketukan pintunya langsung mengerutkan keningnya menatap ke arah pintu, karena 10 menit lagi adalah jam pulang kantor, jadi anak saja jika masih ada diantara orang-orang di sana yang bertamu padanya pada waktu seperti itu.


Meski begitu, sang manajer tetap berkata, "masuk."


Setelah ucapan manajer, maka pintu ruangan kemudian terbuka lalu dua orang pria memasuki ruangannya sambil membawa banyak berkas di tangan mereka.


Hal itu membuat manajer mengerutkan keningnya, "apa yang kalian bawa begitu banyak?" Tanya Manager yang jelas ingat bahwa dia tidak menyuruh kedua orang itu melakukan sesuatu yang membuat mereka menghasilkan begitu banyak berkas untuk ia periksa.


Michael yang ada bersama dengan Dito kemudian berkata, "ini adalah laporan penjualan yang dipalsukan oleh anak perusahaan. Mereka melakukan manipulasi data sampai lebih dari 50% hingga membuat rugi perusahaan."


"Apa?!" Sang manajer sangat terkejut, sehingga dia mengulurkan tangannya mengambil salah satu berkas yang tertera di bagian atas, dan pria itu mengerutkan keningnya ketika ia melihat nama anak perusahaan yang tertera di sana.


Wajah sang manajer langsung berubah saat membaca nama perusahaan itu, 'Jagan-jangan Ini alasan direktur mengajakku bertemu, karena dia ingin memohon masalah ini padaku?' ucap manager dalam hati kembali meletakkan berkas tersebut Lalu menatap dua orang yang ada di depannya.


"Ini masalah serius, aku akan memeriksanya dulu sebelum meneruskannya pada pimpinan, kalian pergilah," kata Sang Manager langsung membuat Mikail dan Dito menganggukkan kepala mereka lalu keluar dari ruangan tersebut.


Begitu dua orang yang ada di sana keluar, sangat direktur pun mengambil satu persatu berkas yang menumpuk di mejanya lalu dia melihat bahwa Dito dan Mikail telah merampungkan semuanya dengan sangat baik dan bahkan sangat teliti.


"Berapa banyak uang yang mereka korupsi dengan pemalsuan ini?" Ucap sang manajer yang benar-benar kagum dengan keberanian direktur.


Sementara Dito dan Michael yang keluar dari ruangan direktur, keduanya kembali kerja mereka masing-masing lalu duduk menunggu jam pulang kerja yang tinggal beberapa menit lagi.


Sambil duduk di meja kerjanya, Dito menatap berkas-berkas yang telah Ia kerjakan di komputernya lalu pria itu pun mengingat ekspresi manajer ketika mereka melaporkan tentang kecurangan yang dilakukan oleh anak perusahaan.


'Kenapa aku merasa kalau tampaknya manajer tidak begitu serius menangani kasusnya? Kalau dia benar-benar serius, seharusnya manajer bertanya banyak hal tentang masalah itu, tapi dia sama sekali tidak bertanya apapun,' ucap Dito dalam hati sambil duduk menopang dagunya dengan satu tangan.


Tiba-tiba Dia teringat akan sebuah kejadian yang pernah terjadi di peternakan ketika heriyani berusaha mempercayai salah satu karyawan baru di peternakan namun dia tetap berjaga-jaga dengan mengawasi karyawan tersebut, maka Dito pun langsung duduk dengan tegak dan melakukan pencadangan pada semua file dalam komputernya.


Dia mengirim semua file itu lewat email agar bisa dibuka di komputernya yang ada di apartemen, Lalu setelah itu dia juga menghampiri Michael.


"Bolehkah saya meminta kopian file yang tadi dibawa ke ruangan Manager?" Tanya Dito langsung membuat Mikael mengangkat sebelah alisnya.


"Kau mau buat apa dengan file itu?" Tanya Michael.


"Aku mau mempelajarinya, karena Ini pertama kalinya aku mendapat kasus besar di kantor, jadi Tentu saja aku ingin belajar lebih maksimal," ucap Dito akhirnya membuat Mikail menganggukkan kepalanya lalu dia menyerahkan sebuah flash disk pada Dito.


Ditopun segera berterima kasih pada sang senior sebelum dia kembali ke komputernya lalu mencadangkan semua file-file tersebut agar tidak hilang.