
Saat taksi berhenti di ke depan kediaman keluarga Romania, saat itu juga Kesya dan wasti baru saja kembali dari kampus mereka.
Keduanya menghentikan langkah mereka saat melihat Dito dan istrinya.
"Gawat,, rumah sedang berantakan," kata wasti yang merasa cemas bahwa Kakak mereka akan melihat keadaan rumah yang berantakan dan kembali membuat mereka semakin tidak disenangi oleh Kakak mereka.
Oleh sebab itu, kedua perempuan itu segera berlari ke kediaman mereka untuk memberitahukan Ibu mereka agar segera membersihkan rumah mereka.
"Ibu!! Ibu!!!" Teriak Wasti dan Kesya secara bersama-sama memasuki kediaman mereka yang tampak berantakan.
Clarissa yang saat itu sedang menikmati tidurnya di kamar, ia mengerutkan keningnya mendengar suara anak-anaknya yang begitu berisik dan menyebalkan.
"Ibu!!!" Teriak Geisha sembari membuka pintu kamar Ibunya dan melihat ibunya masih seloyoran di atas tempat tidur.
"Kalian ini ada apa?" Kesel Clarissa sembari bangun mengucek matanya dengan kepala yang terasa pusing.
"Kita harus cepat-cepat membersihkan!!!" Teriak Kesya segera memungut beberapa barang yang berhamburan di lantai.
Clarissa yang melihat kedua putrinya segera membersihkan benar-benar tidak mengerti, "Ayah kalian tidak jadi pulang, dia baru pulang besok sore, jadi membersihkannya besok saja," ucap Clarissa sembari turun dari tempat tidur untuk pergi membuat kopi.
Tetapi Kesya yang ada di sana langsung menatap ibunya sembari berkata, "bukan Ayah yang pulang, tapi kakak dan istrinya sudah pulang, mereka baru saja turun dari taksi saat kami masuk dari depan!!!"
Ucapan putrinya langsung membuat Clarissa melototkan matanya dan tanpa bermalas-malasan lagi, perempuan itu segera keluar dari rumah dan mengambil sapu.
"Kalian bersihkan bagian dalam rumah, biar ibu yang membersihkan halaman," kata clarisasi segera menyapu teras rumah dan menggertakan giginya saat ia melihat bunga-bunga di teras juga telah layu dan sepertinya tidak bisa lagi diselamatkan.
Masih begitu, Clarissa tetap menyiram sebuah bunga sembari sesekali menoleh ke arah depan karena takut kedua orang itu segera datang.
Setelah 15 menit, mereka membersihkan rumah dengan sangat kilat meski beberapa perabotan kotor tidak dicuci dan hanya disembunyikan saja ke dalam lemari.
"Ahh,, Aku capek sekali!!" Gerutu Kesya sembari duduk di kursi dan menyekah keringatnya yang memenuhi kulitnya.
Wasti dan Clarissa juga tidak berbeda, kedua perempuan itu duduk di hadapan Kesya sembari mengipas tubuh mereka yang terasa begitu pengap karena Ini pertama kalinya mereka harus membersihkan rumah dengan sangat terburu-buru.
"Di mana Kakak kalian? Tidak mungkin mereka butuh waktu 15 menit untuk berjalan dari depan sampai ke sini kan?" Tanya Clarissa sembari melihat ke arah jam dinding yang diletakkan di ruang tamu.
Wasti dan Kesya saling berpandangan satu sama lain lalu Kesya pun berdiri dan menatap keluar jendela namun dia tidak menemukan tanda-tanda kedatangan dua orang itu.
"Jangan-jangan mereka kesulitan membawa barang-barang mereka?" Kata Kesya sembari menoleh ke arah Wasti.
"Aku tidak melihat mereka membawa banyak barang, kecuali kalau tadinya mereka belum sempat menurunkan semua barang-barang mereka dari taksi," ucap wasti yang masih malas untuk berdiri, perempuan itu masih terus duduk sembari mengipas tubuhnya yang terasa begitu panas dan pengap.
Clarissa yang mendengarkan ucapan kedua putrinya segera mengerutkan keningnya, "jangan-jangan Kalian salah lihat?" Tanya perempuan itu.
Kesya dengan cepat menggelengkan kepalanya, "mana mungkin salah lihat, kami berdua benar-benar melihatnya, kecuali kalau hanya satu diantara kami yang salah lihat, maka itu masuk akal!" Ucap Geisha sembari menoleh lagi keluar dan dia benar-benar heran karena tidak mendapati kakaknya.
"Hah,,, ibu akan menelponnya," ucap Clarissa sembari berdiri lalu perempuan itu mengambil ponselnya yang diletakkan di meja TV dan menekan-nekan layar ponselnya.