
"Ada apa?" Tanya tuan besar Romania saat melihat Dito berhenti berbicara.
"Maaf kakek, Tapi beberapa waktu terakhir ini kesehatan istriku tidak terlalu baik, jadi aku ingin terus mengawasinya sehingga,, Aku cemas kalau dia jauh-jauh dariku, jadi, mungkin untuk saat ini istriku masih perlu memulihkan diri di desa," Dito merasa berat untuk berbicara, dia sebenarnya ingin menolak tawaran itu tetapi dia juga tahu bahwa istrinya mungkin sangat ingin melakukannya sehingga dia kebingungan untuk memutuskan.
Melihat cucunya yang sangat memperdulikan istrinya dan tidak ingin berpisah, maka Tuan besar Romania kemudian berkata, "Bagaimana kalau aku memberi kalian waktu selama satu bulan berada di peternakan setelah itu kalian kembali ke mari dan sama-sama masuk ke dalam perusahaan utama? Aku akan melihat kinerja kalian di peternakan lalu menentukan posisi apa yang tepat untuk kalian berdua."
Dito langsung terdiam di tempatnya mendengar ucapan kakeknya Sebab Dia menyangka bahwa pria itu akan berkata demikian.
Padahal, mereka Baru melakukan sebuah hal kecil terhadap peternakan, tetapi bisa langsung membuat kakek mereka berburah hati terhadap mereka???
Heriani yang melihat suaminya tidak mampu berkata-kata langsung mengulurkan tangannya memegang tangan pria itu, "sayang?"
Ucapan istrinya langsung membuyarkan Dito hingga pria itu menatap tuan besar Romania, "Maaf kakek, aku hanya terkejut kalau kakek akan berkata seperti itu, karena kami sungguh tidak mengharapkan kakek akan memberi kami kesempatan. Padahal, sudah bisa mengelola peternakan saja itu sudah menjadi sebuah kebanggaan bagi kami. Tapi kalau kakek mengharapkan kami lebih jauh maka aku dan istriku pasti akan berusaha," kata Dito sembari membalas genggaman tangan istrinya.
"Baiklah, kalau begitu sudah diputuskan," kata Tuan besar Romania hingga Ketiga orang itu pun kembali lanjut makan sembari berbincang-bincang.
Mereka masih membicarakan tentang masalah peternakan selama beberapa saat sampai akhirnya mereka membicarakan hal-hal lain yang tidak berhubungan dengan pekerjaan.
Hal itu membuat Dito sangat senang sebab itu pertama kalinya dia benar-benar dekat dengan Tuan besar Romania sebagai kakek kandungnya.
Maka setelah makan malam itu, dua orang itu berpamitan pada Tuan besar Romania dan mereka pun hendak pergi meninggalkan kediaman utama ketika Dean tiba-tiba saja datang menghampiri mereka.
"Tuan dan nyonya muda," kata pria itu langsung membuat Dito dan istrinya menghentikan langkah kaki mereka lalu berbalik menatap Dean.
"Tuan besar menyuruh saya untuk memberikan ini pada kalian berdua, mulai hari ini kalian tinggal di dalam rumah ini," kata asisten Dean menyerahkan sebuah kunci pada Dito langsung membuat Dito menatap istrinya.
Heriyani mengabaikan tatapan suaminya dan hanya menatap pria yang ada di depan mereka sembari berkata, "sampaikan terima kasih kami pada kakek."
Asisten Dean mengganggukan kepalanya lalu mereka pun berpisah sehingga heriyani langsung memeluk suaminya.
"Sayang," ucap perempuan itu merasa sangat senang.
Dito pun membalas pelukan perempuan itu dan mengecup puncak kepalanya dan merasa bahagia karena sekarang mereka benar-benar bisa memasuki kediaman Romania, sehingga dia berharap bahwa segala berada di kediaman Romania istrinya akan merasa lebih baik dan mendapat tempat yang nyaman yang layak untuk perempuan itu.
Sementara dari balkon belakang di lantai 3, tuan besar Romania menatap kedua orang yang sedang berpelukan di bawah taman.
"Bagaimana menurutmu dengan mereka berdua?" Tanya tuan besar Romania pada asistennya yang bernama Bayu.
Sangat asisten yang berada di samping tuan besar juga menatap sepasang suami istri yang ada di lantai bawah sembari berkata, "Saya rasa mereka mulai sadar bahwa mereka harus bersaing dengan setiap anggota keluarga Romania untuk mendapatkan perhatian anda."
Tuan besar Romania yang mendengarkan itu menganggukkan kepalanya dengan pelan, "Sepertinya begitu, tetapi ada hal lain yang membuatku bingung. Mereka tidak pernah meminta untuk tinggal di rumah ini, padahal ketika mereka kembali ke rumah gubuk itu, mereka tidak punya tempat untuk tinggal di sana sebab kamar di sana hanya ada 3.
"Tadinya kupikir kedatangan mereka akan membuat mereka meminta menginap di rumah ini, tapi ternyata mereka tidak melakukannya," ucap Tuan Besar Romania yang memang sedari tadi sudah menunggu kedua orang itu berbicara, setidaknya untuk meminta satu kamar di kediaman utama keluarga Romania karena kamar di rumah kecil yang diberikan pada mereka tidaklah cukup untuk semua orang.