Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
127


Saat kain hitam yang ditarik oleh Tuan besar Romania hampir sepenuhnya tertarik, Dito pun menatap istrinya sambil berbisik pelan, "itu lukisan, dari mana kau mendapat lukisannya?" Tanya Dito yang tidak mengerti mengapa istrinya bisa memiliki lukisan seperti itu.


Padahal, dia tahu mereka sedang tidak memiliki banyak uang, hanya tersisa beberapa juta saja di rekening, dan terakhir kali ketika dia memeriksanya, jumlah uangnya masih sama, tidak ada yang berubah selain yang ia gunakan untuk membeli pakaian untuk istrinya dan juga biaya hidupnya.


Tetapi Hariani tersenyum dan balik berbisik pada suaminya, katanya, "Itu hadiah dari Nyonya asmiati karena aku membantunya menyelesaikan suatu permasalahan di perusahaannya, jadi karena aku pikir itu tidak akan berguna kalau kita yang menyimpannya, maka aku memberikannya pada kakek."


Dito langsung menganggukkan kepalanya dan pria itu berpikir bahwa lukisan itu tidak lah mahal, sebab itu hanya pemberian sehingga dia pun tidak mempertanyakannya lagi dan hanya menatap Tuan besar yang kini telah selesai menarik keseluruhan kain hitamnya.


Tuan besar dan semua orang tak mampu berkata-kata ketika mereka melihat lukisan yang ada di hadapan mereka.


Lukisan bertajuk roses in a glass vase.


Namun setelah beberapa saat, Niko tidak tahan untuk berbicara sehingga pria itu pun berkata, "Bukankah itu lukisan roses in a glass vase? Apakah itu asli?"


Semua orang yang mendengarkan ucapan Niko pun merasa penasaran dengan keaslian lukisan itu Sebab mereka tahu lukisan itu telah dimiliki oleh seorang perempuan berumur 60 tahun dan Sudah lama tidak diperlihatkan ke publik sebab perempuan itu tidak pernah mau mengeluarkan lukisan dari rumahnya.


Sementara Andika, dia tidak bisa bernafas melihat lukisan itu kini berada di tangan heriyani dan tidak mungkin lukisan itu palsu Sebab Dia juga melihat heriani berada di rumah nyonya asmiati.


Sementara tuan besar Romania, dia memperhatikan lukisan di depannya dengan sangat seksama, "lukisan ini,,," tuan besar Romania takut untuk menilai Apakah itu asli atau tidak, sehingga dia pun menoleh ke arah Heryani dan Dito "bagaimana cara kalian mendapatkan lukisan ini?" Tanya tuan besar Romania yang merasa penasaran Bagaimana kedua orang itu mendapatkan lukisan tersebut.


Bagaimanapun, jika lukisan itu adalah lukisan palsu Maka hal itu akan sangat mempermalukan keluarga mereka, dan dia juga merasa begitu mustahil kedua cucunya tersebut bisa mendapatkan lukisan asli tersebut, apalagi harganya mencapai miliaran sehingga cucunya yang hanya bekerja di sebuah peternakan di desa tidak mungkin memiliki uang sebanyak itu untuk membeli lukisannya.


Dito pun berbalik menatap istrinya, Dia pikir perempuan itu yang akan menjawab, namun dia mengerutkan keningnya saat melihat istrinya malah tersenyum padanya sehingga pria itu pun mau tak mau berbalik menatap tuan besar Romania.


"Istriku memiliki seorang teman dan dia baru saja membantu temannya untuk menyelesaikan sebuah masalah di perusahaan sehingga temannya memberikan lukisan itu sebagai hadiah. Tapi karena kami berdua tidak punya tempat untuk memajang lukisan itu, maka kami memutuskan untuk memberikannya pada kakek, meski nilainya tidak seberapa, tapi kami berharap kakek akan senang dengan hadiah itu," langsung membuat semua orang tak bisa lagi berkata apa-apa.


Lukisan itu hanyalah sebuah hadiah, dan lagi Dito mengatakan bahwa harganya tidak seberapa, yang artinya bahwa lukisan itu tidak mungkin sebuah lukisan asli!!!


Tidak ada orang yang akan memberikan lukisan semahal roses in a glass vase sebagai ucapan terima kasih untuk sesuatu yang dilakukan oleh seseorang bukan???