Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
69


"Jika kalian menyepakatinya maka kami tidak akan membawa masalah ini ke pengadilan, dan asal kalian tahu saja, Jika Kami membawa masalah ini ke pengadilan maka kami ada lebih banyak yang berbicara dan ada lebih banyak saksi yang bisa kami bawa ke sana. Juga, kami akan menyebarkan masalah ini di internet dan membuat publik terfokus pada masalah ini!!!" Tegas sang pria yang ada di depan Andarias dan Dito.


"Ahh, 10 juta?" Andarias tersenyum, orang-orang di depannya benar-benar konyol, masakan selama 20 tahun mereka melakukan korupsi di peternakan hanya akan membayar denda 10 juta???


Benar-benar keterlaluan, padahal gaji mereka di peternakan minimal 8 juta perbulan!! Ditambah lagi korupsi yang mereka lakukan, mungkin setiap bulannya bisa mendapatkan uang lebih dari 20 juta.


Oleh sebab itu, Andarias lanjut berbicara, katanya, "kami sudah memberikan keringanan pada kalian dengan tidak membawa masalah ini ke pengadilan dan hanya menyelesaikannya di kantor polisi setempat. Tapi kalau kalian bersikukuh untuk membawanya ke pengadilan, maka kami tidak akan menghalang-halanginya dan silakan lanjutkan apapun yang ingin kalian lakukan."


Dito menganggukkan kepalanya sebagai pertanda bahwa dia setuju dengan andarias, sebab dia juga sudah muak dengan orang-orang itu, dikasih hati minta jantung dan setelah dikasih jantung entah apalagi yang akan mereka minta.


Semua orang yang ada di sana sangat terkejut, dapat mereka tidak menyangka bahwa andarias akan berkata seperti itu dan tidak menyetujui apa yang mereka ajukan.


Oleh sebab itu, sang perwakilan yang ada di sana yang melihat anda rias dan Dito hendak meninggalkan ruangan langsung memukul meja dengan keras.


Brakkkkkk!


"Kalian orang-orang tidak punya hati! Kami akan membawa masalah ini ke pengadilan dan mengadukan bagaimana kalian memperlakukan karyawan dengan sangat buruk, kalian sudah tidak menghargai jasa mereka selama bertahun-tahun bekerja di sini, kalian memperlakukannya dengan buruk dan sekarang kalian mau membuat keluarga mereka menderita dengan memberikan denda yang sangat banyak untuk dibayar!!!" Bentak pria tersebut.


"Benar!!! Kalian orang-orang tidak punya hati, sudah tahu kami tinggal di desa dan tidak memiliki apapun sekarang memberikan denah yang begitu banyak, kalian akan dikutuk oleh semesta!"


Setelah meninggalkan orang-orang itu, Dito kembali ke rumahnya, dan dia melihat istrinya masih terlelap dengan kamar sehingga pria itu hanya duduk di sofa ruang tamu.


'mereka memang kasihan, tapi kerugian yang ditanggung oleh peternakan juga sangat banyak akibat pula mereka.' ucap Dito mengingat ketika dia pergi ke rumah salah seorang pria yang dipecat dari jabatannya rumah yang bagus memiliki mobil dan motor, bahkan orang-orangnya sangat berkecukupan.


"Hah,,, Padahal kalau dia mau membayar denda itu hanya perlu menjual kendaraannya saja, Tapi itu pun tidak bisa melakukannya," ucap Dito sembari menghela nafas yang benar-benar terkejut dengan kelakuan orang-orang itu.


Heriani yang saat itu keluar dari kamar mendengarkan ucapan suaminya sehingga dia mendekati Dito dan berkata, "kau sedang kesal, apakah ada masalah?"


Pertanyaan heriyani langsung membuat Dito menatap ke arah istrinya, lalu pria itu menganggukkan kepalanya, "baru saja keluarga dari karyawan yang Kita pecat datang di peternakan, dan mereka menuntut untuk menurunkan denda yang harus mereka bayar menjadi 10 juta saja. Mereka bersikukuh menurunkannya atau jika tidak mereka akan meneruskan masalah ini ke pengadilan." Kata Dito.


"Ah,,,,, mereka benar-benar bodoh, kalau masalahnya diteruskan ke pengadilan, maka mereka akan membayar pinalti yang jauh lebih besar lagi ditambah dengan penjara. Tapi biarkan mereka melakukannya, lagi pula itu akan memberikan kita keuntungan," ucap heriani sembari memeluk lengan suaminya dan menyandarkan kepalanya di bahu pria itu.


"Kau benar," jawab Dito dengan singkat langsung membuat heriani tersenyum karena sekarang Dia merasa bahwa suaminya sudah lebih baik mengelola masalah.


Pria itu tidak lagi membantahnya tentang apa yang dilakukan pada orang-orang yang telah melakukan korupsi, tidak seperti awal-awalnya ketika Dito terus membela mereka dan terus menginginkan agar orang-orang itu diberi kesempatan.