Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
116


Keesokan paginya, heriani dan Dito meninggalkan kediaman keluarga Romania dan pergi menuju kompleks AAA, tepatnya di rumah keluarga ketiga Romania.


Begitu tiba di sana, keduanya langsung disambut hangat oleh Clarissa yang keluar dari dalam rumah sembari mengukir sebuah senyuman di wajahnya.


"Putraku datang, masuklah, masuklah,,," ucap Clarissa sembari mengambil buah tangan yang dibawa oleh Dito.


Maka kedua orang itu pun masuk ke dalam rumah dan melihat Agus sedang duduk di depan TV.


"Kalian kemarilah," ucap Agus melambaikan tangannya pada kedua orang itu hingga membuat Dito dan heriani pun duduk di hadapan Agus, sementara Clarisa sudah pergi ke dapur untuk membuat minuman.


Begitu duduk, Dito langsung menatap ayahnya sembari berkata, "Apakah ayah baik-baik saja?"


Mendengar pertanyaan putranya, maka Agus langsung menghela nafas dengan berat, "hah,,,, Ayah juga berharap ayah baik-baik saja, tapi bagaimana bisa ayah baik-baik saja ketika semua hal yang dilakukan oleh ibumu sudah membuat keluarga kita tidak dilirik lagi oleh kakekmu??


"Ayah benar-benar kesal pada ibumu, padahal sudah berkali-kali Ayah memperingatkan dia agar tidak membuat masalah, tapi dia malah mencuri sertifikat rumah itu dan pergi menggantinya dengan nama ibumu," ucap Agus sembari menatap ke arah heriani, "maafkan kami, Kau pasti kecewa karena masuk ke dalam keluarga kami yang sangat berantakan."


Heriani yang mendengarkan itu segera tersenyum, "Ayah Jangan khawatir, aku baik-baik saja, lagi pula suamiku memperlakukanku dengan sangat baik, jadi itu saja sudah cukup untukku, aku tidak memerlukan apapun lagi selain kasih sayangnya," kata heriyani langsung membuat Dito tersenyum mengulurkan tangannya mengusap rambut Heriyani.


"Syukurlah, Ayah sudah sangat cemas kau mungkin terkejut mendengar berita tersebut. Tapi, ini hari terakhir kami berada di ibukota, kami memutuskan untuk segera berangkat nanti malam ke kota m." Ucap Agus langsung membuat heriyani mengeryit mendengar kata kami yang diucapkan oleh Agus.


"Ya, kami sekeluarga akan pergi ke sana, karena aku tidak ingin istriku dan kedua anakku melakukan sesuatu yang memalukan lagi ketika mereka masih terus tinggal di ibukota!" Ucap Agus yang benar-benar kesal terhadap ketiga perempuan yang masih menjadi tanggung jawabnya.


Baru saja pria itu selesai berbicara, Clarissa yang muncul dari belakang sembari membawa 2 gelas teh langsung menatap tajam ke arah suaminya.


"Jangan dengarkan ucapannya!" Tegas Clarissa sembari menaruh 2 gelas teh di atas meja masing-masing di hadapan heriyani dan Dito.


Setelah selesai, Clarisa kemudian duduk lalu dia menatap Dito sambil berkata, "ibu dan kedua adikmu tidak akan pergi karena kedua adikmu masih sementara berkuliah, apalagi wasti yang sedang menyusun skripsi, Jadi kami akan tetap tinggal di ibukota. Ayah mau saja yang akan pergi ke kota m!!"


Ucapan istrinya langsung membuat Agus emosi hingga pria itu menatap istrinya dengan kesal, "kau!! Kalian akan ikut ke sana, dan wasti bersama Kesya akan pindah kampus ke sana!!" Tegas Agus yang sudah benar-benar tidak tahan lagi menghadapi ketiga perempuan itu, semuanya selalu membuat masalah.


Istrinya yang mengambil rumah milik Putra dan menantunya tanpa seizinannya, wasti yang menunggak uang kuliahnya dan memilih menabung uang yang diberikan pada perempuan itu untuk membayar uang kuliah demi membeli sebuah ponsel, Keisya yang membawa teman-temannya ke rumah untuk berpesta saat mereka tidak memiliki uang, semuanya membuat dia merasa begitu pusing!!!


Tetapi Clarissa kembali melototi suaminya, "tidak!! Kalau mereka pindah kuliah, mereka akan kuliah di universitas kecil di kota m, Memangnya kau pikir ada perusahaan yang mau menerima mereka saat melamar pekerjaan dan perusahaan melihat mereka berasal dari universitas kecil?!! Pokoknya Kami bertiga akan tetap tinggal di sini, hanya kau saja yang akan pergi ke kota m!?!" Tegas Clarissa.