
Setelah Dito dan heriani tiba di rumah, Dito langsung berganti pakaian lalu dia berpamit kepada istrinya untuk pergi ke kediaman orang tuanya.
Sebelum Dito pergi, heriani terlebih dulu berpesan, katanya, "kau harus pulang cepat, aku tidak mau sendirian di rumah!"
"Tentu sayang, kalau begitu aku pergi sekarang," ucap Dito membuka pintu apartemen lalu dia pun pergi meninggalkan apartemen.
Dito mengendarai mobil miliknya lalu terus berkendara sampai ia tiba di kediaman Ibunya dan melihat dari luar kediaman ada seorang perempuan yang memasuki rumah tersebut.
'Siapa perempuan itu?' ucap Dito dalam hati yang merasa asing pada perempuan itu, namun dia tetap menjalankan mobilnya sampai akhirnya dia memasuki rumah tersebut Lalu memarkir mobilnya dengan rapi.
Setelah memarkir mobil, Dito masuk ke dalam rumah dan melihat perempuan yang baru saja datang sudah memecahkan sebuah vas bunga.
"Siapa kau?!" Teriak Clarissa yang muncul dari belakang Karena memang tadi dia tidak ingat mengunci pintu rumah sebab dia terburu-buru pergi memeriksa masakannya.
"Aku datang kemari untuk mencari perempuan bernama Kesya!!" Bentak Sang Perempuan langsung membuat Dito mengerutkan keningnya lalu dia pun menghampiri perempuan itu dengan rasa penasarannya.
Dito dengan sabar berkata, "Maaf, Kesya adalah adikku, tapi apa yang membuat Nyonya datang kemari marah-marah seperti ini mencari--"
"Apa?! Kau bertanya padaku?! Perempuan bernama Kesya itu telah berselingkuh dengan suamiku, dan aku kemari untuk memberinya pelajaran!!" Teriak sang perempuan langsung membuat Clarissa melototkan matanya karena tak menyangka bahwa kejadian seperti ini akan terjadi.
Lebih parahnya lagi, Clarissa sangat cemas karena saat ini putranya ada di rumah sehingga dia tidak bisa menutupi apapun dari putranya.
Sementara perempuan paruh baya yang datang mengamuk, ia tidak lagi menghiraukan ucapan Dito, tetapi perempuan itu langsung berjalan mendekati Kesya yang sudah muncul di hadapannya.
"Ini Dia perempuan sialan!!" Teriak Sang Perempuan hendak memukul Kesya ketika Dito dengan cepat menahan perempuan paruh baya tersebut.
"Nyonya mohon tenang,Tolong jangan membuat keributan di sini!" Ucap Dito sambil menatap ke arah adiknya memberi kode pada Keysha agar pergi dari tempat itu.
Tetapi bukannya pergi, Kesya malah berdiri di tempatnya sambil melipat kedua tangannya di dada.
Kesya menatap jijik pada perempuan paruh baya yang ada di depannya sambil berkata, "dasar kau perempuan tua! Berani-beraninya kau datang kemari mencari masalah?! Biar ku katakan padamu, suamimu tentunya lebih tertarik denganku yang memiliki tubuh yang bagus dan bisa memuaskan nya di ranjang, tidak seperti dirimu yang sudah tua dan keriput, lebih cocoknya masuk ke dalam tanah dan dikubur hidup-hidup!"
Ucapan Kesya sangat mengejutkan semua orang yang ada di sana, Clarissa terdiam di tempatnya dan tak menyangka bahwa Kesya akan berkata seperti itu, bahkan wasti juga tak menyangka bahwa Kesya berani menyumpahi perempuan tua itu untuk dikubur hidup-hidup.
Lebih-lebih Duto, dia tercengang menatap adiknya dan tak percaya bahwa adiknya bisa berkata seperti itu pada seseorang yang jauh lebih tua.
Namun yang lebih parah ialah Sang Perempuan paruh baya yang langsung melototkan matanya menatap Kesya dan dia pun dengan cepat neng ngamuk untuk menghardik Kesya.
"Jallang sialan! Berani-beraninya kau berkata seperti itu!! Aku akan membawa masalah ini ke pengadilan dan memenjarakanmu!!" Teriak Sang Perempuan berusaha melepaskan diri dari Dito, tetapi Dito yang melihat bahwa situasi akan semakin kacau kalau dia membiarkan perempuan itu di sana, maka dia langsung menyeret perempuan paruh baya itu keluar dari rumah.