Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
96


Tok tok tok...


Dito baru bangun di pagi hari itu ketika pintunya diketuk oleh seseorang membuat pria itu dengan cepat membuka pintu kamar.


Saat membuka pintu kamar, dia pun hanya membuka sedikit saja, cukup untuk dirinya keluar, Sebab dia tidak mau orang yang ada di luar melihat istrinya yang masih tertidur di atas ranjang.


Tetapi ia terkejut saat ia melihat bahwa ternyata yang ada di depan pintu ialah Bayu, asisten tuan besar Romania.


"Selamat pagi," ucap Dito sembari menutup kembali pintu kamarnya.


"Selamat pagi tuan muda, hari ini Anda harus berangkat ke peternakan di desa bersama-sama dengan tuan muda Andika. Mobil akan berangkat pada pukul 09.00." ucap pria di depannya benar-benar membuat Dito mengerutkan keningnya.


"Itu,, Kenapa sepupu kedua mau pergi ke sana?" Tanya Dito yang sama sekali tidak mengerti, Bagaimana bisa sepupu keduanya yang sudah bekerja di perusahaan utama kini disuruh untuk pergi ke peternakan bersama-sama dengannya?


"Ini perintah langsung dari tuan besar, kalau begitu saya permisi dulu," ucap sang asisten segera pergi meninggalkan Dito dengan Dito yang terdiam di tempatnya Karena rasa bingung.


Meski begitu, ia tetap kembali ke kamar dan melihat istrinya masih tertidur sehingga dia pun masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Sementara sang asisten yang meninggalkan kamar Dito, pria itu pergi ke kamar Andika dan berdiri di depan kamar dengan keraguan untuk mengetuk pintu tersebut.


Meski begitu, setelah beberapa saat terdiam, Bayu tetap mengulurkan tangannya mengetuk pintu kamar Andika.


Tok tok tok...


"Tuan muda, saya datang menyampaikan perintah dari Tuan besar," ucap Bayu.


Pria itu berdiri menunggu di depan pintu selama 2 menit namun tidak ada respon dari dalam sehingga membuatnya kembali mengetuk pintu kamar.


Tok tok tok...


"Mohon buka pintunya," kembali ucap Bayu namun orang yang ada di dalam kamar masih terlelap di tempat tidur karena hari itu dia tidak pergi bekerja di perusahaan.


Hal itu membuat Bayu mengerutkan keningnya, lalu pria itu mengambil ponselnya dan menelepon ke dalam kamar.


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Hal itu membuat Bayu menghela nafas, lalu pria itu pun akhirnya mencari seorang pelayan untuk menyuruh pelayan itu mengambil kunci serep yang dipegang oleh Dean.


Setelah beberapa saat, akhirnya Dean menghampirinya lalu pria itu pun membuka pintu kamar Andika.


Setelah pintunya terbuka, Bayu pun menatap Dean, "Apakah mobilnya sudah disiapkan?" Tanya Bayu.


"Ya, Tuan," jawab Dean langsung diangguki oleh Bayu, lalu pria itu pun segera masuk ke dalam kamar dan kembali menutup pintu kamar.


Begitu tiba di kamar, Bayu langsung merasakan aroma alkohol yang kuat dari kamar itu karena di atas meja ada bermacam-macam botol alkohol yang sudah diminum oleh pria yang tertidur di atas Ranjang.


"Tuan Muda," ucap Bayu dengan suara yang tenang menatap Andika.


"Tuan Muda, Anda harus bangun sekarang, ada perintah dari Tuan besar Romania Untuk Tuan," ucap Bayu Setelah dia melihat bahwa panggilannya sama sekali tidak direspon oleh Andika.


Andika yang mendengarkan ucapan Tuan besar Romania akhirnya mengerjakan matanya, lalu pria itu pun menatap Bayu dengan mata bengkaknya karena tidak tidur semalaman.


"Katakan!" Ucap Andika dengan perasaan yang kacau bangun dari tidurnya, sebab dia sebenarnya masih ingin melanjutkan tidurnya, Tetapi dia berharap ada sesuatu yang baik yang disampaikan oleh pria itu sehingga dia pun duduk sembari mengerjapkan matanya yang terasa begitu berat untuk dibuka.


Bayu dengan mengepal kuat tangannya kemudian berkata, "Tuan besar menyuruh Anda untuk pergi ke peternakan bersama-sama dengan tuan--"


"Apa?!!" Teriak Andika pada pria yang ada di hadapannya.


"Tuan besar mengetahui tentang apa yang tuhanmu adalah lakukan kemarin memecahkan guci yang ia pesan, jadi--"


"Bagaimana bisa dia tahu?!! Dia tidak akan tahu kalau kau tidak mengatakannya!!" Bentak Andika dengan nada suara tinggi sebab dia terlalu marah pada pria yang ada di hadapannya.


"Maafkan saya, tetapi Tuan besar tidak sengaja mendengar percakapan dengan pelayan sehingga--"


"Pelayan-pelayan sialan itu, pecat mereka sekarang juga!!" Teriak Andika sembari membuang muka dan pria itu pun duduk di atas ranjang berpikir beberapa saat sampai akhirnya dia berkata, "tidak mungkin hanya karena guci saja Lalu aku dikirim ke peternakan?"


"Tuan besar mengatakan bahwa Tuan mudah masih belum terlalu sabaran, sehingga masih membuat kekacauan hanya karena masalah kecil. Oleh sebab itu, Tuan besar mengirim tuan muda ke peternakan untuk belajar, dan bila dalam 3 hari tuan muda tidak merubah sikap, maka tuan muda akan tetap berada di sana dan tuan muda keenam lah yang akan menggantikan posisi tuan muda di kantor utama," ucap Bayu benar-benar membuat Andika tak mampu berkata apa-apa lagi.