
Ding dong!
Ding dong!
Suara bel yang berbunyi membuat dua orang yang sementara berpelukan akhirnya melepaskan pelukan mereka dengan Dito yang langsung turun dari tempat tidur untuk membuka pintu bagi kurir yang datang mengantar makanan mereka.
Sementara haryani, perempuan itu menarik lagi selimutnya dan membungkus tubuhnya dengan selimut sambil memejamkan matanya.
'5 menit lagi,' ucap heriani dalam hati sambil melirik jam yang diletakkan di atas meja hingga perempuan itu kembali lagi tertidur.
Sementara Dito yang selesai menyiapkan roti di atas meja makan, pria itu melirik ke arah pintu dan belum mendapati istrinya datang ke sana sehingga Dito kemudian mengambil roti tersebut dan meletakkannya di baki, lalu berjalan ke arah kamar.
Begitu tiba di kamar, didapatinya heriyani masih tertidur, sehingga Dito pun meletakkan makanan di atas meja dan berlalu menyiapkan air hangat untuk mereka mandi.
Setelah selesai, Dito kembali menghampiri istrinya dan mencium pipi perempuan itu berkali-kali.
Cup cup cup...
Rentetan ciuman itu membuat heriani akhirnya membuka matanya dan menatap suaminya yang sudah mencuci muka.
"Apakah aku harus bangun sekarang?" Tanya heriyani dengan nada suara yang begitu malas dan serak.
"Tidak apa-apa kalau kau masih mau tidur," Kata Dito sambil membelai rambut istrinya dengan rasa bingung dalam hatinya bahwa perempuan itu tampak bermalas-malasan, padahal heriani bukanlah perempuan yang seperti itu.
"Aku mau bangun saja," kata heriani mengulurkan tangannya sebagai pertanda bahwa dia mau dibantu bangun sehingga Dito pun membantu perempuan itu bangun lalu mendudukkan heriyani di pangkuannya sambil mencubit pelan pipi istrinya.
"Tidak apa-apa, aku hanya merasa malas saja," ucap heriani sambil turun dari pangkuan suaminya lalu perempuan itu pun berjalan ke arah meja dan duduk di sana sambil mengambil segelas jus yang disiapkan oleh Dito untuknya.
Dito pun duduk di samping istrinya lalu dia mengikat rambut istrinya yang agak berantakan supaya tidak menghalangi perempuan itu untuk makan.
"Ini jus semangka?" Kata heriyani memperhatikan jusnya.
"Iya, aku membuatnya tadi di dapur, itu tidak ada gulanya namun tetap manis, jadi itu baik untuk tubuhmu," ucap Dito dijawab anggukan heriyani hingga keduanya pun mulai makan bersama-sama.
Mereka bersiap-siap pergi ke kantor dalam waktu satu jam sampai akhirnya keduanya sudah berada di ruang kerja dengan Dito yang mengambil berkas-berkas yang hendak ia bawa lagi ke kantor.
Heriani pun mengambil sebuah catatan yang kemarin ia buat lalu memberikannya pada suaminya, "kemarin malam aku tidak sengaja melihat sesuatu, jadi aku menuliskannya untukmu di sini, semoga bisa membantumu. Aku juga sudah mengirimkan sebuah video tangkapan layar ke email mu, jangan lupa untuk memeriksanya nanti," ucap heriyani.
"Terima kasih sayang," ucap Dito mengambil catatan tersebut sebelum mereka meninggalkan rumah.
Ketika heriani tiba di kantor, perempuan itu langsung disambut sapaan para karyawannya dengan hangat sehingga heriani membalas sapaan mereka sebelum dia memasuki ruangannya dan mulai lanjut bekerja.
Tetapi Baru beberapa saat bekerja, heriyani mengerutkan keningnya ketika asistennya tiba-tiba saja masuk ke dalam ruangannya.
"Maafkan saya menerobos masuk, ini ada berita yang sangat penting!!" Ucap asisten heriani sambil menyerahkan sebuah iPad hingga heriani pun melihat apa yang ada di layar iPad tersebut.
"Siapa yang berani membuat hal seperti ini?" Ucap heriani sambil mengerutkan keningnya saat membaca berita yang menjelek-jelekkan perusahaan mereka.