
Setelah membereskan semua orang-orang yang berlaku kelakuan buruk di perternakan, maka heriani merasa lega dan perempuan itu pun hanya melakukan tugasnya mengatur ulang segala sesuatu di peternakan sampai pada hari Jumat ketika perempuan itu sedang makan siang bersama dengan suaminya, ponselnya tiba-tiba saja berdering.
Perempuan itu tersenyum saat ia melihat nama pemanggil adalah tuan besar Romania.
"Kau lihat ini, kita berhasil menarik perhatian kakek!" Ucap heriani memperlihatkan layar ponselnya pada suaminya.
"Benarkah? Kalau begitu, kakek pasti sudah melihat laporan yang kita kirimkan padanya," ucap Dito merasa senang.
"Ya, angkatlah," ucap heriyani menyerahkan ponselnya pada Dito hingga membuat Dito mengerutkan keningnya.
Dia tidak mengerti kenapa dia harus mengangkat panggilan telepon itu, padahal istrinya lah Yang ditelepon oleh kakek mereka.
Tetapi heriani berkata, "katakan pada kakek kalau aku sedang sibuk."
Dito yang mendengarkan itu akhirnya mau tak mau kini menggerakkan jempolnya mengangkat panggilan telepon itu lalu mendekatkan ponselnya ke telinganya.
Dengan jantung yang berdegup amat kencang karena itu pertama kalinya ia akan berbicara secara pribadi dengan kakeknya, maka Dito pun berkata, "halo Kakek."
Heriani yang melihat suaminya akhirnya berbicara dengan kakeknya pun kini berdiri, lalu perempuan itu berpura-pura membereskan piring kotornya dan meninggalkan suaminya untuk membersihkan piring kotor tersebut.
Dia ingin memberikan kesempatan pada suaminya untuk berdekatan dengan kakeknya sehingga nama suaminya bisa menarik perhatian tuan besar Romania.
"Bagaimana kabarmu dan istrimu?" Tanya tuan besar Romania.
"Baik, kakek sendiri bagaimana?" Tanya balik Dito.
"Baik. Kakek menjadi lebih baik lagi setelah mengetahui kau melakukan hal baik di peternakan, kakek tidak menyangka bahwa ternyata selama ini ada tikus yang bersembunyi. Selama ini kakek mengabaikan masalah peternakan itu, karena tidak ada hasilnya, tapi Siapa yang menyangka bahwa ternyata peternakan itu memiliki hasil yang bagus, hanya saja kurang dikelola dengan baik.
"Padahal, nenekmu sangat menyukai peternakan itu, ketika dia masih muda, dia yang mengurus peternakan itu, tapi Siapa yang menyangka bahwa setelah bertahun-tahun kepergiannya, ternyata orang-orang mulai memanfaatkan salah peternakan itu.
"Nenekmu pasti sangat senang setelah mengetahui bahwa peternakan kini berjalan dengan baik. Jadi, imbalan apa yang kau inginkan?" Tanya tuan besar Romania dari seberang telepon benar-benar membuat Dito tertegun di tempatnya karena tidak menyangka bahwa sekarang kakeknya biar bicara padanya lebih dari satu kalimat.
Setelah beberapa saat terdiam, barulah Dito berbicara, katanya, "ah, itu, aku senang kalau kakek menyukainya, tapi aku dan istriku tidak membutuhkan imbalan apapun. Sudah tugas kami untuk menjaga apapun yang dimiliki oleh keluarga Romania."
"Benarkah? Kakek tidak tahu kalau kau berbeda dengan ayahmu, dulu ayahmu yang melakukan penggelapan dana perusahaan sehingga jabatannya harus kakek turunkan, Tapi sekarang kau sebagai putranya malah membuktikan bahwa kau tidak sama seperti ayahmu. Akhir pekan ini kakek tidak memiliki kesibukan, datanglah berkunjung bersama dengan istrimu." Ucap Tuan besar Romania dari seberang telepon.
"Baik Kek," jawab Dito sembari tersenyum dan dia akhirnya mendapatkan sebuah harapan bahwa kedepannya keluarga mereka mungkin bisa mendapat kenyamanan di dalam keluarga Romania.
Terutama untuk istrinya, Dia berharap istrinya akan memiliki kehidupan yang lebih baik kedepannya sehingga dia tidak perlu lagi melihat istrinya terus menderita.