
"Sepertinya perusahaan ini tidak terlalu baik, aku mungkin harus berpikir beberapa kali untuk bekerja sama dengan perusahaan ini!" Ucap christian mengejutkan heriyani dan juga resepsionis yang ada di sana.
🌺🌺🌺
"Tu,, tuan,," resepsionis merasakan bibirnya gemetar tak karuan saat berbicara sehingga perempuan itu merasakan kakinya menjadi lemas karena terlalu takut bahwa dia mungkin akan dipecat dari perusahaan kalau sampai pria di depannya benar-benar membatalkan kerjasamanya dengan perusahaan mereka.
Tepat ketika resepsionis itu hampir terjatuh ke lantai, pintu lift yang sedari tadi sudah tertutup kini tiba-tiba saja terbuka memperlihatkan Megan yang Ternyata turun ke lobi.
Melihat Megan, maka resepsionis sudah tidak sanggup lagi menopang berat badannya sehingga dia terjatuh ke lantai dengan wajah yang pucat dan keringat di sekujur tubuhnya.
"Ada apa ini?" Tanya Megan yang sedari tadi telah menunggu kedatangan christian ke ruangannya, namun pria itu tidak datang juga sehingga dia memutuskan untuk mengeceknya ke lobi.
Tetapi sekarang, dia malah melihat resepsionis perusahaan mereka kini sedang tergeletak di lantai dengan wajah pucat dan tubuh gemetar menandakan ada sesuatu yang tidak baik yang telah terjadi di tempat itu.
Christian melihat Megan sambil berkata, "akhirnya kau datang juga, kami sudah cukup kesal dibuat oleh resepsionis kalian. Bisa-bisanya kalian memperkerjakan seorang resepsionis yang suka membohong, Bukankah ini menandakan bahwa perusahaan ini juga memiliki perilaku yang buruk hingga tercermin dari setiap orang yang bekerja di sana?"
Ucapan christian sangat mengejutkan Megan karena dia tak menyangka bahwa resepsionis kantor mereka berani berbohong di depan seorang klien mereka.
Oleh sebab itu, megang dengan cepat berkata, "dia berbohong? Ya ampun,," Megan menghela nafas dengan panjang, "Saya minta maaf yang sebesar-besarnya atas kelakuan resepsionis di perusahaan kami, semoga kalian bisa menerima peemintaan Maaf dari saya. Ah,, sebagai permohonan maaf saya, Saya akan melakukan apapun untuk menebus kesalahan resepsionis saya, yang penting itu masih sesuai dengan standar perusahaan kami."
Heriyani tersenyum senang mendengarkan ucapan perempuan di depannya, Tetapi dia tidak berkata apapun dan membiarkan christianlah yang berbicara dengan Megan.
"Benarkah? Karena kau sudah berkata demikian, makan tentunya kami akan bekerja sama. Namun sebelum itu saya harap perusahaan ini bisa memecat resepsionis ini, karena tidak akan menyenangkan kalau ada tamu yang datang dan marah dibohongi oleh resepsionis ini bukan?" Tegas christian langsung membuat Megan menganggukkan kepalanya.
Maka, dengan adanya Cristian yang membantunya pada hari itu, urusan heriyani berjalan dengan sangat lancar, bahkan sampai pada perusahaan kedua yang ia datangi, semuanya berjalan dengan sangat lancar.
Oleh sebab itu, ketika jam makan siang saat heriani kembali ke kantor, ia berada dalam suasana hati yang baik sehingga dia mengajak semua orang untuk makan siang bersama di restoran yang tak jauh dari kantor mereka.
Semua orang merasa senang meninggalkan kantor hingga semuanya tiba di sebuah restoran yang cukup terkenal yang mengejutkan semua orang, mereka tak menyangka bahwa makan siang mereka pada hari itu berada di sebuah restoran yang cukup mahal.
Padahal, beberapa saat yang lalu aku sudah khawatir kalau mereka akan kembali menjadi pengangguran dan tak mampu membayar cicilan, tapi sekarang malah makan di restoran mewah ini," ucap salah seorang perempuan yang kini duduk menghadap sebuah meja yang mampu menampung 6 orang.
"Kau benar, aku harap ke depannya perusahaan kita terus berkembang dan semakin maju dengan adanya pemimpin baru. Ah,,, Apa kalian sudah mencoba aplikasi sistem perusahaan yang baru?" Tanya seorang perempuan lain yang ada di meja tersebut.
"Sudah, dan menurutku itu sangat efektif, meski agak sulit untuk mempelajarinya, namun setelah 2 jam menggunakannya, semuanya menjadi lebih efektif, segala sesuatu bisa dilakukan dengan sangat cepat dan terlebih aku merasa kalau keamanannya jauh lebih bagus. Aku rasa perusahaan-perusahaan lain yang kita tawari untuk menggunakan aplikasi buatan kita ini akan sangat senang." Ucap perempuan berbaju hitam.
Maka, ke-6 orang yang duduk di meja tersebut membahas mengenai aplikasi yang baru saja mereka gunakan di perusahaan, sementara Heriani yang duduk bersama dengan para kepala bagian, dia tidak mengatakan masalah pekerjaan, karena dia tahu saat jam istirahat maka semua orang ingin santai saja bukannya malah kembali berpikir tentang pekerjaan.
Perempuan itu malah senang bercanda bersama dengan beberapa perempuan yang duduk di meja, mereka membahas tentang pakaian keluaran terbaru, kosmetik dan hal lain lainnya yang membuat beberapa pria yang ada di sana hanya bisa mengangguk pelan karena mereka tidak mengerti.
...
Bocoran Bab selanjutnya ada di youtube ya.. cari ajah #Noveltoraja