Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
238


Setelah Dito dan istrinya tiba di rumah, keduanya segera mandi bersama sebelum makan malam lalu keduanya memasuki ruang kerja mereka.


Saat masuk ruang kerja, Dito memperhatikan istrinya yang langsung sibuk di depan komputer sehingga Dito pun sibuk pada pekerjaannya memeriksa beberapa file yang ia bawa dari kantor untuk ia kerjakan di rumah.


Setelah beberapa pekerjaannya telah selesai, Dito melihat istrinya yang telah selesai menggunakan komputernya, dan perempuan itu kini bermain game menggunakan hp-nya.


Maka, Dito menghampiri istrinya dan duduk di samping perempuan itu sambil mengulurkan tangannya memeluk pinggang istrinya dan meletakkan dagunya di bahu istrinya.


"Sayang," ucap Dito.


"Ya?" Tanya heriyani langsung mematikan game offline yang ada di ponselnya lalu dia menatap suaminya yang sedang menatapnya juga.


"Aku mau belajar keahlian komputer mu, tadi aku membuka sebuah file di kantor namun tidak bisa terbuka karena dikunci manual oleh seseorang," ucap Dito membuat heriyani menganggukkan kepalanya sambil mengulurkan tangannya menyentuh keyboard.


"Biar ku ajari kamu," ucap heriani langsung membuat Dito mengambil sebuah catatan dan penanya untuk menulis jika ada hal-hal penting yang dijelaskan oleh istrinya.


Maka, heriani dan Dito langsung belajar tentang cara melakukan pembukaan terhadap dokumen yang dikunci, juga beberapa hal lainnya yang diketahui heriyani diajarkan pada suaminya agar suaminya bisa menggunakan ilmu tersebut jika diperlukan.


Mereka belajar selama 2 jam lamanya sampai akhirnya heriani menguap karena mengantuk lalu Dito mengulurkan tangannya mematikan komputer.


"Kita tidur sekarang, bayinya juga perlu istirahat," Kata Dito membuat heriani mengangguk hingga Dito dengan cepat membawa istrinya ke gendongannya lalu mereka pergi ke kamar.


Begitu tiba di kamar, Dito membaringkan istrinya dengan hati-hati dan menyelimuti perempuan itu sebelum dia sendiri pergi ke dapur mendapatkan air putih untuk ditaruh di nakas samping tempat tidur.


Setelah selesai menyiapkan air putih, barulah Dito bergabung dengan istrinya lalu mereka berdua pun terlelap dalam istirahat malam mereka.


Pada keesokan paginya, ketika di kantornya, Dito mulai bekerja di depan komputernya dan berusaha mengakses dokumen pribadi yang disimpan menggunakan sandi.


Dengan menggunakan bekal pelajaran yang dito dapatkan dari istrinya, Dito berhasil mendapatkan berkas tersebut sehingga dia langsung mencetaknya supaya lebih aman.


"Coba kita lihat," Kata Dito langsung membaca dokumen yang telah Ia cetak, dan pria itu mengerutkan keningnya melihat beberapa kejanggalan pada dokumen tersebut.


"Coba teliti berkas ini, dan katakan padaku jika kau menemukan sesuatu," ucap Dito dijawab anggukan sang bawahan.


"Baik," kata Sang bawahan langsung memeriksa berkas di tangannya, pria itu mengambil pulpen dan melingkari beberapa bagian pada berkas tersebut yang harus diberikan perhatian khusus.


Sementara Dito, dia lanjut mendapatkan beberapa dokumen-dokumen lain yang juga dikunci di sana, sepertinya tak ingin seseorang melihatnya.


Mereka terus bekerja sepanjang pagi sampai jam makan siang akhirnya tiba.


Tok tok tok...


"Masuk," ucap salah seorang pria yang ada di ruangan Dito.


Pintu pun akhirnya terbuka, dan perlihatkan seorang petugas keamanan yang masuk ke dalam ruangan sambil membawa makanan yang tadi dipesan oleh Dito untuk mereka semua.


"Makanan ini datang dibawa oleh kurir, katanya untuk ruangan ini," ucap sang petugas.


"Aku yang memesannya, kita makan siang di sini saja," ucap Dito membuat semua orang mengangguk.


Mereka pikir Dito Mungkin trauma untuk pergi makan siang di kantin atas apa yang dialami pria itu kemarin siang, namun mereka juga senang karena mereka ditraktir oleh Dito.


Karena bagaimanapun, meski mereka memiliki kantin di perusahaan namun untuk makan di sana harus menggesek kartu sehingga kartu tersebut menjadi alat bayar yang akan dipotong dari gaji mereka.


Oleh sebab itu, mereka semua pun membagi-bagi makanan yang ada di sana lalu mereka makan dengan tenang.


Sambil makin, Dito masih terus menggerakkan jari-jarinya di atas keyboardnya sampai akhirnya pria itu meneguk habis air mineral yang masih tersisa dalam botolnya.


"Setelah makan siang ini, satu orang temani aku pergi ke perusahaan cabang xx," ucap Dito yang merasa bahwa dia perlu memeriksa sesuatu di sana karena dia mendapatkan sebuah berkas yang terlihat janggal yang berhubungan dengan perusahaan cabang xx.


"Saya saja," ucap salah seorang pria mengangkat tangannya langsung membuat Dito menganggukkan kepalanya.