Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
93


Setelah turun dari mobil nyonya asmiati, heriani bersama suaminya pun memasuki kediaman utama keluarga Romania.


Namun ketika mereka hendak melewati ruang tamu, keduanya menghentikan langkahnya saat seorang pria tiba-tiba saja berbicara pada mereka.


"Kau!!!" Cucu kedua keluarga Romania menatap ke arah Heriani.


Heriani dan Dito pun berbalik menatap pria yang memanggil heriani dan menatap cucu kedua keluarga Romania yang bernama Andika kini berjalan ke arah mereka.


"Bukankah kau adalah perempuan yang kulihat di rumah nyonya asmiati?" Tanya Andika sembari memperhatikan heriyani, dan dia jelas-jelas yakin bahwa dia tidak salah mengenali orang.


Sekarang yang membuatnya bingung iyalah Kenapa perempuan ada di sini, dan siapa pria yang bersama-sama dengan perempuan itu??


"Benar sekali kakak ipar, aku yang bertemu kakak ipardi kediamannya asmiati, tapi saat itu aku merasa enggan untuk menyapa kakak ipar karena kakak ipar juga sepertinya tidak mengenaliku," ucap heriyani benar-benar membuat Andika mengerutkan keningnya.


"Baru saja kau memang diriku sebagai kakak ipar?" Tanya Andika.


Heriani tersenyum, lalu dia pun menyenggol lengan suaminya yang berdiri di sampingnya hingga membuat Dito mengulurkan tangannya pada Andika.


"Ini pertama kalinya kita bertemu setelah bertahun-tahun lamanya, sepertinya Kakak sepupu sudah tidak mengenaliku, aku Dito, anak pertama Paman ketiga mu, dan perempuan ini istriku, Heryani" ucap Dito sembari melemparkan senyuman ke arah pria yang ada di hadapannya.


Tetapi Andika yang melihat ukuran tangan itu, dia sama sekali tidak berniat untuk membalas jabatan tangan tersebut, pria itu malah menatap kedua orang di depannya dengan tatapan jijiknya.


"Kalian adalah keluarga terbuang, lalu apa yang kalian lakukan di tempat ini?!! Berani-beraninya kalian masuk ke kediaman utama?!!" Bentak Andika sembari melototi kedua orang di hadapannya.


Diti dengan kikuk menarik tangannya yang sedari tadi melayang di udara, dan pria itu hendak berbicara ketika heriyani lebih dulu berbicara pada Andika.


"Sepertinya kakak ipar belum tahu, kami berdua telah diizinkan masuk ke sini, kakek sendiri yang memberikan kami kunci kamar di rumah ini. Ahh,,, sepertinya kami sudah banyak menyita waktu kakak, kalau begitu kami kami pergi dulu," ucap heriani segera menarik suaminya pergi dari hadapan Andika.


Sia-sia saja jika membuang waktu berbicara dengan pria itu!


"Kalian!!" Teriak Andika pada kedua pelayan itu langsung membuat kedua pelayan tersebut menghampiri Andika.


"Ada yang bisa kami bantu tuan muda?" Tanya salah seorang pelayan dengan tetap menjaga kesopanan mereka dihadapan Andika.


"Pria bernama Dito dan istrinya, Apakah benar mereka diizinkan oleh kakek untuk tinggal di rumah ini?!!" Tanya Andika.


"Ya benar, minggu yang lalu mereka sudah diizinkan untuk tinggal di sini, Tuan besar sendiri yang mengizinkan mereka, dan menyuruh kami semua memberlakukan mereka dengan baik," jawab salah seorang pelayan di sana langsung membuat Andika menjadi sangat marah.


Pria itu mengulurkan tangannya mengambil barang yang ada di tangan pelayan lalu tanpa aba-aba melemparnya ke lantai.


Brak!!


Dua pelayan yang ada di sana sangat terkejut dan keduanya dengan segera terjatuh ke lantai memegang barang tersebut.


"Oh tidak,, ini milik tuan besar Romania," kata salah seorang pelayan langsung membuat Andika mengerutkan keningnya.


Dia tidak menduga bahwa ternyata barang yang dibawa oleh kedua pelayan itu ialah barang milik kakeknya.


"Sialan!! Kalau kau sudah tahu itu barang milik kakek, Maka seharusnya kalian menjaganya dengan hati-hati, bukannya sengaja melemparkannya ke lantai!!!" Bentak Andika pada pelayan itu sebelum dia berjalan pergi meninggalkan kedua pelayan dengan perasaan yang begitu kacau.


Dia tidak pernah menduga bahwa ternyata suatu saat dan secepat ini juga keluarga tersebut akan dipanggil kembali ke kediaman Romania, yang artinya bahwa saingannya untuk mendapatkan harta warisan dari keluarga Romania menjadi semakin banyak.


Pria itu menaiki tangga sembari berpikir, 'aku melihat perempuan itu berada di kediaman Nyonya asmiati, Bahkan dia terlihat sangat akrab dengan Nyonya asmiati, jangan-jangan dia juga mengetahui bahwa kakek mengincar sebuah lukisan yang ada di kediaman Nyonya asmiati??'


Andika menjadi sangat cemas, pria itu mengepal kuat tangannya sembari melangkah ke dalam kamarnya.