Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
253


Di pagi hari di perusahaan utama keluarga Romania.


Niko baru saja memasuki lift untuk pergi ke lantai tempat ia bekerja.


Asisten Niko yang bersama-sama dengan Niko kemudian berkata, "baru saja bagian keuangan menghubungi saya, katanya laporan penggunaan uang yang bapak tarik Kemarin harus diberikan hari ini, paling lambat nanti sore,."


Ucapan sangat asisten langsung membuat niko mengerutkan keningnya sambil menatap asisten yang juga menatapnya.


"Apa katamu?! Bagian keuangan sudah mau semena-mena padaku?!" Tanya Niko yang merasa kesal Sebab Dia adalah cucu pemilik perusahaan tersebut, jadi tidak apa-apa kalau dia mengambil uang perusahaan dan melaporkannya kapanpun dia mau.


"Mereka berkata bahwa ini perintah langsung dari asisten Dean sehingga mereka tidak bisa menolak perintah tersebut," jawab sang asisten membuat Niko semakin mengeryit.


"Perintah yang berasal dari kakek?! Kenapa kakek tiba-tiba mengurusi masalah keuangan perusahaan?" Kata Niko yang dari dulu kakeknya hanya memeriksa laporan keuangan tahunan perusahaan.


"Saya pikir mungkin Tuan besar sudah mencurigai Tuan muda atas apa yang terjadi. Karena saya dengar juga, bahwa dia juga mengawal kasus yang menimpa heriyani, sehingga dia mungkin mendapatkan sesuatu terkait transaksi yang tuan muda lakukan bersama dengan polisi yang menangani kasusnya," ucap asisten Niko.


"Apa?!" Niko Sangat terkejut mendengar ucapan asistennya sehingga pria itu terdiam beberapa saat sebelum dia lanjut berkata, "segera tangani masalah itu! Laporkan saja uang itu untuk proyek apapun yang ada di perusahaan."


Sang asisten dengan raut wajah menyesalnya berkata, "Maaf Tuan, tetapi seluruh proyek yang tuan tangani telah diambil dananya, sehingga tidak ada lagi yang bisa kita--"


"Kau bodoh!! Katakan saja terjadi sesuatu sehingga kita membutuhkan penambahan dana!" Tegas Niko yang merasa kesal pada asistennya yang terlalu bodoh.


Sang asisten hendak berbicara lagi ketika lift sudah berhenti di lantai tujuan mereka lalu Niko pun segera keluar dari dalam lift meninggalkan sang asisten yang kini berada dalam keputus-asaannya.


Meski begitu, sang asisten tetap pergi ke ruang kerjanya dan dia berusaha melakukan apa yang diperintahkan oleh Niko.


Sampai pada jam makan siang, asisten itu akhirnya menyelesaikan pekerjaannya lalu membawa laporan tersebut untuk diperiksa Niko sebelum dia menyerahkannya ke bagian keuangan.


"Masuk!" Perintah Niko pada orang yang mengetuk pintu ruangannya.


Asisten Niko pun masuk ke dalam ruangan tersebut Lalu dia menyerahkan berkas yang ia siapkan.


"Ini laporan yang telah saya buat," ucap sang asisten membuat Niko mengambil laporan tersebut lalu dia pun mulai membukanya untuk memeriksa laporan itu.


"Saya membagi dana tersebut ke dalam beberapa proyek, karena jika hanya masuk dalam satu proyek saja, maka nantinya akan menimbulkan kecurigaan yang berlebih dari tuan besar sebab semua anggaran proyek yang kita tangani telah disusun dan disetujui oleh Tuan Johan," kata asisten Niko.


"Baiklah, aku rasa laporan ini tidak ada masalah," ucap Niko kemudian memberikan laporan tersebut kembali ke asistennya untuk diberikan ke bagian keuangan.


Maka hanya dalam 10 menit bagian keuangan menerima laporan tersebut lalu dia pun cepat-cepat memilih verifikasi laporan tersebut sebelum menghubungi Dean untuk melaporkan masalahnya.


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


"Katakan!" Perintah seorang pria dari seberang telepon yang saat itu berada dalam sebuah mobil bersama-sama dengan tuan besar Romania untuk pergi ke suatu tempat.


"Selamat siang tuan, saya sudah menerima laporan yang memberikan oleh Tuan Muda kelima, dan sekarang saya sudah memverifikasinya serta mengirimkan laporan tersebut ke email Tuan, silakan diperiksa," ucap seorang perempuan dari seberang telepon membuat Dean langsung mengiyakan masalah tersebut.


Lalu setelah itu, Dean mengambil iPad miliknya dan membuka dokumen yang dikirimkan oleh bagian keuangan perusahaan.


Tuan besar Romania yang melihat asistennya sangat serius menatap dokumen, dia langsung berkata, "apakah ada masalah?"