
Dito yang selesai mandi langsung mengemas beberapa pakaiannya ke dalam koper, Sebab Dia tidak mau membawa istrinya kembali ke desa karena dia cemas perempuan itu mungkin akan kelelahan bolak-balik ke desa dalam waktu 1 minggu.
Mendengar suara berisik berisik, maka Heriani yang masih terlelap akhirnya mengerjakan matanya, perempuan itu bangun dan terkejut melihat suaminya yang sedang mengemas pakaiannya.
"Sayang, Apa yang kau lakukan?" Tanya heriani segera turun dari ranjang menghampiri suaminya.
"Ahh,, kakek memerintahkanku untuk kembali ke desa, katanya aku akan pergi bersama dengan sepupu kedua, keberangkatannya jam 09.00, tapi kau tidak perlu cemas, hanya aku saja yang pergi, kau tetaplah tinggal di sini," Kata Dito yang jelas tahu bahwa beberapa hari lagi juga dia akan kembali lagi ke tempat ini Sebab Dia akan menghadiri acara ulang tahun kakeknya sendiri.
Sementara heriani yang mendengarkan ucapan pria di depannya, perempuan itu menatap ke arah jam yang diletakkan di atas meja dan saat itu jam sudah menunjukkan pukul 08.00.
"Kenapa kau tidak membangunkanku? Aku juga akan ikut denganmu," ucap heriani segera berlari ke kamar mandi Sebab Dia tidak mau membiarkan suaminya pergi sendiri ke desa, Apalagi setelah mendengar bahwa pria bernama Andika akan ikut bersama-sama dengan suaminya.
Hal itu membuat Dito menjadi cemas sehingga dia pun menghampiri pintu kamar mandi dan mengetuknya.
Tok tok tok..
"Kau tidak perlu pergi, beberapa hari lagi Aku akan kembali lagi dari sana, kau akan kelelahan nanti," ucap Dito.
"Aku kuat, tenang saja!!!" Jawab heriyani dari dalam kamar mandi.
Jawaban istrinya langsung membuat Dito menghela nafas, dan dia tahu dia tidak mungkin mencegah perempuan itu, Sebab Dia sudah memutuskan sendiri sehingga Dito pun kembali mengepak pakaian mereka ke dalam sebuah tas berukuran sedang Sebab mereka tidak perlu membawa terlalu banyak barang.
Setelah heriyani selesai mandi, perempuan itu segera memakai pakaiannya dan melihat suaminya sudah siap.
"Kau benar-benar mau pergi?" Tanya Dito yang masih terlalu cemas pada perempuan di depannya.
Setelah tiba di meja makan, keduanya pun makan bersama-sama dan karena mereka terlambat makan, maka Hanya mereka berdua saja yang ada di meja makan.
Sembari makan, Dito masih ingin membicarakan tentang kepergian istrinya Ke desa, tetapi pria itu belum berbicara satu kata-kata pun ketika heriani mendahuluinya berbicara.
"Aku harus ikut denganmu ke peternakan, aku cemas kalau sepupu dua mungkin akan melakukan sesuatu, lagi pula kau sendiri tahu dia tidak menyukai kita. Kalau dia menghancurkan peternakan, maka usaha kita selama ini akan sia-sia!!!" Tegas Heriani.
"Kau tenang saja, aku bisa menanganinya," ucap Dito.
Heriani yang mendengarkan itu langsung menatap suaminya dengan intens, "kau yakin?" Tanya heriani yang merasa bahwa suaminya mungkin akan sangat mudah dikendalikan oleh sepupu iparnya. Suaminya adalah orang yang berhati lemah lembut sehingga tidak mau jika ada sesuatu yang buruk terjadi pada orang lain.
"Ya, tentu saja bisa, aku sudah banyak belajar darimu," jawab Dito dengan penuh percaya diri.
Heriani yang mendengarkan ucapan suaminya pun terdiam beberapa saat di tempatnya, dan Dia merasa bahwa memang bagus Kalau dia memberi kesempatan pada suaminya untuk mengelola masalah sendirian.
Oleh sebab itu, Heryani akhirnya menganggukkan kepalanya, "Baiklah, tapi kau harus menelponku Setiap hari, kalau perlu 3 kali sehari, karena aku akan merindukanmu," ucap heriyani.
Dito langsung mengukir senyuman di wajahnya, dan pria itu pun berkata, "Tentu saja, aku pasti akan menelponmu setiap hari, tiga kali sehari."
Jawaban suaminya membuat Heriani mengganggukan kepalanya dengan puas.