Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
186


Ting!


Setelah lift berhenti di lantai 8, Dito keluar dari lift lalu berjalan ke arah ruang kerjanya yang merupakan tempat semua orang bagian pemasaran berkumpul.


Saat itu, 10 orang anggota bagian pemasaran telah dipecat, tetapi karena mereka adalah perusahaan yang besar yang menangani banyak sekali anak perusahaan di bawah mereka, Maka di bagian pemasaran ada banyak anggota sehingga saat itu kantor masih terlihat begitu penuh kecuali 10 kursi yang kosong.


Sudah satu minggu sejak kejadian naas menimpanya, tetapi 10 kursi itu belum diisi juga sehingga Dito merasa agak aneh melihat ke arah kursi-kursi kosong itu.


"Ini proposal yang sudah saya kerjakan," ucap Dito memberikan laporan nya pada seorang pria yang merupakan atasannya.


Sang pria menerima laporan dari tangan Dito lalu membacanya dengan seksama.


"Ini sudah bagus, kau bahkan mengerjakan nya dengan sangat sempurna dan mencantumkan grafiknya dengan sangat rapi. Caramu menata gambar-gambar yang ada di sini membuat mata jadi senang memandangnya." Kata Sang pria sebelum dia menutup laporan tersebut lalu menyerahkannya pada Dito, "bawa ke manager untuk diperiksa, aku yakin Manager akan memujimu," kata sang pria langsung membuat Dito bersemangat menganggukkan kepalanya.


"Baik Pak," jawab Dito lalu beralih pergi ke ruangan manager untuk menyerahkan laporan mingguan yang telah Ia susun dengan baik.


Tok tok tok...


Dito mengetuk pintu ruangan Manager sambil berdiri di depan pintu itu dengan suasana hati yang sangat baik.


"Masuk!" Jawab seorang pria dari dalam ruangan.


Maka, Dito langsung membuka pintu ruangan dan memasuki ruangan tersebut Lalu melihat ke arah Manager yang tampak tidak senang dengan kedatangannya.


'Selama seminggu terakhir manajer sangat tidak menyukaiku, Tapi aku harap hari ini dia akan berubah pikiran karena laporan yang kubuat mungkin akan menyenangkan hatinya,' ucap Dito dalam hati sambil melangkah ke arah meja manager.


Setelah tiba di depan meja pria yang duduk di kursi kebesarannya, Dito kemudian berkata, "Saya sudah menyelesaikan laporan mingguan yang bapak minta pada saya, ini adalah hasilnya."


Setelah berbicara, Dito menyerahkan laporan yang ada di tangannya pada manajer. Namun saat itu, tangannya mengambang di udara karena sang Manager tidak langsung menerima laporan tersebut.


Manajer tersebut malah menatap Dito dengan tatapan tak sukanya sambil berkata, "dari depannya saja sudah kelihatan kalau kau membuat laporan dengan asal-asalan, jadi kembali dan perbaiki laporannya!"


Dito sudah mengalami hal tersebut selama beberapa kali, entah itu laporannya ditolak sampai 5 kali atau 7 kali.


Oleh sebab itu, saat ini Dito tidak mengatakan apapun dan hanya menarik kembali tangannya lalu dia berkata, "Kalau begitu akan saya perbaiki, satu jam lagi saya akan datang kemari untuk membawakannya pada bapak."


Setelah tiba di meja kerjanya, Dito meletakkan laporan yang disuruh untuk memperbaikinya, lalu Dito mengerjakan pekerjaan lain.


Setelah 1 jam berlalu, Dito kembali mengambil laporan yang telah Ia buat lalu kembali mengetuk pintu ruangan managernya. M


Tok tok tok...


"Masuk!" Jawab manajer dari dalam ruangan langsung membuat Dito membuka pintunya lalu dia pun masuk menemui manajernya.


Sama seperti sebelumnya, Dito disuruh untuk memperbaikinya sehingga Dito kembali keluar dan meletakkan laporan tersebut lalu mengerjakan pekerjaannya yang lain.


Entah berapa kali Dito keluar masuk, sampai akhirnya ketika 30 menit sebelum jam pulang kantor, Dito kemudian mencetak semua pekerjaan yang telah ia lakukan sepanjang hari ini.


Tepat saat itu, seorang pria keluar dari ruangan Manager lalu menghampiri Dito, "manajer memintamu untuk masuk ke ruangannya, dia menyuruhmu untuk membawa semua pekerjaan yang ditugaskan padamu hari ini, dan semuanya sudah harus selesai!" Ucap pria itu langsung membuat Dito menganggukkan kepalanya.


"Baik," jawab Dito sambil mengambil berkas-berkas yang telah selesai ia kerjakan lalu pria itu pun pergi ke ruangan Manager.


Saat tiba, sama seperti biasanya, Manager terkejut melihat Dito sudah menyelesaikan semua berkatnya tetapi pria itu masih belum puas sehingga dia berkata, "letakkan di sini dan keluar, masuk setelah 30 menit lagi!"


Dito langsung mengikuti perintah dari manajernya lalu dia keluar dan kembali duduk di kursinya. Ia lalu melanjutkan beberapa pekerjaan yang tenggat waktunya adalah hari esok.


Dito terus bekerja sampai 30 menit kemudian ia kembali ke ruangan managernya dan melihat hanya ada tiga berkas yang diambil oleh manajer, sementara yang lainnya sudah diletakkan di tong sampah.


"Kerjakan ulang yang lainnya, dan aku ingin itu selesai besok pagi!" Kata Sang Manager langsung membuat Dito menganggukkan kepalanya sebelum keluar dari sana bersamaan dengan semua orang yang sudah bersiap-siap meninggalkan kantor.


Dito duduk di depan komputernya sampai satu persatu orang pergi termasuk manajernya juga telah pergi.


Setelah semua orang meninggalkan ruangan, maka di meninggalkan meja kerjanya lalu pria itu pergi mendapatkan air putih untuk dirinya sendiri lalu menunggu seorang cleaning service memasuki ruangan tersebut.


"Apa kau sudah mau membersihkan? Bolehkah aku minta tolong lagi supaya kau membersihkan ruangan Manager lebih dulu dan biarkan aku mengambil berkas yang ada di tempat sampah?" Tanya Dito langsung membuat petugas cleaning service menganggukkan kepalanya lalu menuruti keinginan Dito.


Dito mengambil berkas yang ada di dalam tempat sampah yang merupakan berkas-berkas yang telah Ia buat tadi siang, lalu pria itu meletakkannya di meja kerjanya.


'Hah,, besok tinggal diserahkan lagi pada manajer,' ucap Dito sambil tersenyum sebelum dia mematikan lampu pada meja kerjanya dan pergi meninggalkan kantor.