
Setelah selesai makan malam, Dito bersama istrinya berakhir di ruang kerja mereka, namun saat ini Dito tidak berada di depan komputernya karena tidak ada pekerjaan yang berasal dari kantornya.
Pria itu malah duduk di depan komputer milik istrinya dengan heriani yang duduk di sebuah meja yang terletak di tengah ruang kerja tersebut.
Heriani sedang memeriksa beberapa berkas yang merupakan kontrak mereka dengan beberapa perusahaan, Sebab Dia berniat untuk memperbaharui seluruh kontrak perusahaan agar bisa lebih menguntungkan kedua belah pihak terutama perusahaannya.
Sementara Dito, dia memeriksa informasi tentang Kesya yang terdapat pada komputer istrinya.
"Ini,," Dito mengerutkan keningnya saat ia melihat bahwa adiknya masih terdaftar sebagai salah satu sugar baby yang terletak di sebuah situs.
Meski di sana dikatakan bahwa adiknya sudah tidak dapat lagi disewa, tetapi tetap saja foto adiknya di sana sangat mempermalukan dirinya.
"Ada apa?" Tanya heriani yang berbalik menatap suaminya ketika ia mendengar suara suaminya yang tampak terkejut.
"Kesya masih menjadi sugar baby?" Tanya Dito kini berbalik dan atap istrinya.
"Ah,," heriani memperlihatkan wajah tak berdayanya sambil meletakkan berkas yang ada di tangannya lalu dia pun fokus pada pembicaraan mereka, "ya, aku sudah menelpon Ibu karena aku yakin ibu jauh lebih baik menangani masalah ini karena dia dan Kesya dekat. Apa jangan-jangan Ibu lupa memberitahu Kesya ya?" Ucap heriani sambil mengambil ponselnya.
"Tidak usah ditelepon," ucap Dito menghentikan istrinya karena dia bisa menebak Apa yang hendak dilakukan oleh istrinya.
"Tapi, bagaimana dengan Kesya?" Tanya heriani.
"Besok setelah pulang kerja aku akan pergi ke sana setelah mengantarmu ke rumah, aku akan langsung berbicara dengan mereka!" Ucap Dito.
"Uh,, kalau kau yang pergi, kau akan membuat keributan! Biar besok aku saja yang ke sana," ucap Heryani.
"Tidak! Kau sedang hamil, aku tidak mau sampai terjadi apa-apa padamu!" Tegas Dito.
"Ya, kalau begitu kau saja yang pergi, tapi kau tidak boleh terlalu marah pada mereka," ucap Heryani dijawab anggukan Dito hingga kedua orang itu pun kembali fokus pada pikiran mereka masing-masing.
'Aku rasa sekarang sudah waktunya,' kata heriani sambil tersenyum lalu dia pun menggunakan sebuah akun palsu yang telah Ia buat lalu mengirim pesan pada Kesya.
'tunggu sampai besok pagi, dia pasti sangat terkejut!' ucap heriyani mematikan komputernya lalu perempuan itu pun keluar dari ruang kerja dan melihat suaminya baru saja keluar dari dapur sambil membawa minuman.
"Aku pikir pekerjaanmu masih lama, aku membuatkan teh jahe untukmu," ucap Dito.
"Kita bisa menikmatinya di kamar, lagi pula ini masih jam 8," ucap heriani akhirnya diangguki oleh Dito hingga kedua orang itu segera masuk ke kamar mereka lalu berakhir di sofa.
Sementara saat itu, di sebuah rumah yang ditempati oleh Clarissa, sedang terjadi keributan kecil di rumah tersebut.
Kesya baru saja kembali ke rumah bersama seorang pria paruh baya yang membuat Clarissa tercengang karena tak menyangka anaknya berani bertindak seperti itu.
Maka, saat kedua orang itu memasuki rumah, Clarissa dengan cepat menarik putrinya meninggalkan sang pria yang kini pergi ke sofa untuk duduk.
Setelah menjauh dari sang pria, Clarissa berkata, "siapa pria yang kau bawa itu?!!"
"Sugar Daddy ku, dia bilang dia akan mentransfer padaku uang senilai 150 juta kalau aku membawanya ke rumah. Jadi Tentu saja aku membawanya ke sini," ucap Kesya dengan enteng langsung membuat mulut Clarissa terbuka lebar menatap putrinya.
"A,, apa?!!" Clarissa kebingungan di tempatnya, dia tidak ingin rumahnya ditempati oleh putrinya bersama seorang pria yang seumuran dengan ayah dari putrinya melakukan sesuatu yang tak senonoh, tetapi godaan dari uang senilai 150 juta, itu benar-benar menggiurkan!
"Hanya malam ini saja, Jadi Ibu tidak perlu ikut campur dan berpura-pura saja seperti tidak terjadi apapun!!" Tegas Kesya sebelum dia keluar untuk menemui pria yang ia bawa ke rumah tersebut.
Dia belum melangkah jauh saat tangannya dicekal oleh Clarissa, "ayahmu mengawasi kita lewat CCTV rumah, jadi cepat suruh dia pergi dari sini sebelum Ayah mu mengetahui semuanya!!!" Tegas Clarissa.
Kesya menghela nafas, "hah,,, Ibu ini bodoh? Kalau Ayah menanyakannya, cukup katakan saja kalau Dia memiliki sebuah kepentingan di rumah ini. Misalnya datang membicarakan bisnis dengan ibu atau apa saja itu! Pokoknya Ibu pikirkan saja alasannya!!" Tegas Kesya Sebelum dia menghempaskan tangan ibunya yang memegang lengannya lalu perempuan itu meninggalkan Clarissa tanpa berbalik lagi.