
Setelah pulang ke desa, heriani langsung beristirahat di kamar, Sebab Dia merasa sangat kelelahan karena perjalanan yang jauh.
Sementara Dito, pria itu segera pergi ke peternakan dan mengerjakan tugasnya seperti biasanya.
Namun dia mengerutkan keningnya ketika sore hari dia dihampiri oleh salah satu karyawannya yang membawakan berita.
"Pak Dito, di depan ada banyak orang yang datang mencari bapak, mereka adalah keluarga dari karyawan-karyawan yang dipecat," kata pria itu.
"Ahh,, Kenapa mereka kemari?" Ucap Dito sembari melangkahkan kakinya berjalan ke arah depan peternakan untuk melihat orang-orang yang datang mencarinya.
Begitu tiba di depan, dia langsung diserbu oleh semua orang-orang yang mana salah satu dari perwakilan orang-orang itu pun langsung berbicara pada Dito.
"Kami mau membicarakan sesuatu, bolehkah kami meminta waktu bapak sebentar?" Tanya salah seorang pria yang diketahui Dito sebagai suami dari salah satu karyawan yang ia pecat.
"Ahh, tentu, silakan lewat sini," kata Dito menunjukkan ruangan pertemuan pada orang-orang itu hingga Mereka pun duduk bersama-sama di dalam ruangan pertemuan.
Selain Dito, masih ada seorang pria yang merupakan karyawan di tempat itu yang menduduki jabatan sebagai manajer peternakan.
Meski sebelumnya tidak ada manajer di peternakan itu, tetapi dengan pengaturan dari heriyani, maka heriyani menambahkan beberapa posisi yang diduduki oleh karyawan agar peternakan tersebut bisa terkelola dengan baik.
Seorang pria yang merupakan perwakilan dari orang-orang yang ada di sana pun berbicara, "Ini masalah tentang keluarga kami yang dipecat dari peternakan. Kami semua yang ada di sini sudah mengetahui bahwa mereka semua bersalah dan saat ini kami sudah menerima surat dari kantor polisi dengan denda yang harus kami bayar.
"Meski begitu, kami tidak terima dengan nominal denda yang diberikan pada kami, semua terlalu besar jumlahnya dan akan sulit untuk kami kembalikan. Sementara kalau tidak kembalikan, keluarga kami akan dipenjara dan itu akan berpengaruh pada semua orang-orang yang menggantungkan hidupnya pada mereka!!!" Tegas sang pria.
Andarias yang mendengarkan itu mengerutkan keningnya, "lalu apa mau kalian?" Tanya Andarias.
"Kami akan melanjutkan masalah ini ke pengadilan untuk menuntut peternakan ini, tetapi sebelum itu kami masih mau memberikan kesempatan kepada kalian untuk mendiskusikan masalah ini dan jika kita mendapatkan kesepakatan yang bagus, maka kami tidak akan jadi melanjutkan perkara ini ke pengadilan!" Kata Sang pria benar-benar membuat Andarias dan juga Dito ingin tertawa dalam hati.
Andarias pun menatap Dito, dan Dito menganggukkan kepalanya sebagai pertanda bahwa dia memberikan kesempatan pada pria itu untuk berbicara.
Oleh sebab itu, andarias kembali menatap sang perwakilan sembari berkata, "jadi kesepakatan seperti apa yang kalian inginkan?"
Sang perwakilan yang melihat ada kesempatan langsung berkata, "Kami mau kalian menyepakati bahwa setiap orang yang didenda hanya membayar senilai 10 juta per orang saja, karena nilai 10 juta ini pun sudah sangat berat bagi kami semua apalagi jika nilai yang awalnya didendakan oleh pihak kepolisian.
"Jika kalian menyepakatinya, maka kami tidak akan membawa masalah ini ke pengadilan, dan asal kalian tahu saja, Jika Kami membawa masalah ini ke pengadilan maka kami ada lebih banyak yang berbicara dan ada lebih banyak saksi yang bisa kami bawa ke sana." Tegas sang perwakilan.