Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
264


Ding dong!


Ding dong!


Bel apartemen yang berbunyi langsung membuat heriyani berjalan ke arah layar monitor untuk melihat tamu yang datang.


Setelah Heriani melihat bahwa tamunya adalah Ayah mertuanya, maka heriyani pun membuka pintu apartemen lalu membiarkan pria itu masuk ke dalam apartemen.


Agus memperhatikan heriyani, terutama perut perempuan itu yang sudah membuncit sehingga dia tersenyum sambil berkata, "Kau Dengan siapa di rumah?"


"Aku sendirian, Dito sedang pergi bekerja, Ayo duduklah dulu, akan kubuatkan minuman untuk ayah," kata heriani sambil berjalan ke arah dapur meninggalkan Agus sendirian.


Maka Agus pun duduk di sofa sambil meletakkan barang-barangnya dan juga oleh-oleh yang ia bawa untuk putranya dan menantunya.


Setelah beberapa saat terus duduk, Heryani akhirnya datang menghampirinya, dengan perempuan itu membawa satu gelas kopi.


Setelah heriani meletakkan kopi tersebut di meja, heriani kemudian berkata, "Ayah pasti lelah karena perjalanan yang jauh, minumlah kopinya sebelum Ayah beristirahat, kami sudah menyiapkan kamar untuk ayah di lantai 2." Ucap Heryani.


"Terima kasih, Maaf merepotkan kalian," ucap Agus.


"Tidak apa-apa ayah, tapi Oh ya, berapa hari ayah akan menginap di sini?" Tanya heriani yang mana dia perlu menyiapkan beberapa hari jika ayah mertuanya harus menginap dalam waktu yang lama sebab stok bahan makanan mereka dan juga keperluan ayam mertuanya harus ia perhatikan.


"Acara Gender reveal kalian dilaksanakan besok, dan malam nanti ayah juga akan bertemu dengan kakekmu, jadi ayah rasa mungkin sekitar 3 hari saja berada di sini." Jawab Agus sambil mengulurkan tangannya mengambil kopi yang disediakan haryani untuknya Lalu dia pun mencicipi kopi tersebut.


"Ada apa ayah?" Tanya heriyani ketika ia melihat raut wajah Ayah mertuanya tampak terlihat aneh setelah mencicipi kopi buatannya.


"Tidak apa-apa, hanya sedikit terkejut saja, ternyata kopi buatan orang hamil memang sangat enak," kata agus membuat heriyani tersenyum.


Kedua orang itu berbincang-bincang selama beberapa saat sampai kopi Agus habis lalu Agus pun segera naik ke lantai 2 untuk beristirahat.


Sementara saat itu, Clarissa dan putrinya juga kini tiba di stasiun kereta api ibukota, keduanya keluar dari stasiun dan merasa begitu lega karena sekarang mereka kembali menginjakkan kaki mereka di ibukota.


"Ah,,, aku merasa kembali ke tempat asalku," ucap wasti memperhatikan gedung-gedung tinggi di ibukota, sangat berbeda jauh dengan kota tempat mereka berada karena itu adalah kota kecil di mana bangunan dengan lantai paling tinggi hanyalah sampai 20 saja.


"Ayo pergi, kita harus cepat-cepat pergi ke rumah kakakmu," kata Clarissa yang sudah tidak sabar untuk pergi ke rumah Dito.


Tetapi Wasti menarik dengan ibunya sambil berkata, "Ibu ini bodoh?! Kak Dito dan istrinya bekerja di perusahaan, Jadi jam segini mana ada mereka di rumah? Jadi sebaiknya kita mencari tempat untuk beristirahat sampai jam pulang kantor tiba barulah kita pergi ke apartemen mereka."


Clarissa menganggukan kepalanya, Dan dia merasa apa yang dikatakan putrinya itu benar, tidak mungkin mereka pergi ke rumah yang kosong sehingga tidak ada yang membukakan mereka pintu.


"Kalau begitu kita sebaiknya menginap di hotel, Ibu sangat mengantuk karena lelah dalam perjalanan," ucap clarissa hingga kedua orang itu pun segera pergi untuk mencari hotel yang murah dan nyaman.


Mereka mendapatkan hotel yang terletak di dekat stasiun kereta api lalu mereka beristirahat di sana menunggu waktu berlalu.