Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
195


Setelah heriani dan Dito meninggalkan Rumah sakit, mereka segera pulang ke apartemen mereka.


Saat memasuki apartemen, Dito berkata, "kau istirahatlah sebentar, aku akan menyiapkan air hangat untuk mu berendam."


"Ok," jawab heriani dengan singkat sambil berjalan ke kamar lalu dia pun segera duduk di sofa dan menyalakan tv yang terdapat di kamar mereka.


Sementara Dito, ia cepat-cepat menyalakan kran air pada bak berendam sebelum pria itu keluar dari kamar untuk mencari tahu tentang makanan yang diinginkan oleh istrinya.


Pria itu berakhir di depan komputernya lalu dia segera melakukan pencarian makanan yang dijual di ibukota.


Tetapi beberapa saat ia mencari, pria itu tidak mendapatkannya hingga membuat Dito merasa cemas bahwa istrinya mungkin tidak mau makan kalau dia tidak diberikan makanan yang diinginkan oleh perempuan itu.


Dito pun mengambil ponselnya, pria tersebut memegang ponselnya dengan erat sebelum Dia memutuskan untuk menghubungi Dean.


'Biasanya kalau istriku sudah tidak tahu harus berbuat apa menyelesaikan masalah, dia akan menghubungi Dean,' ucap Dito dalam hati.


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


"Halo Tuan," jawab Dean dari seberang telepon ketika panggilan telepon itu telah terhubung.


"Selamat malam Dean. Begini, malam ini istriku mengidam mau makan makanan dari desa tempat aku kemarin bekerja, Bisakah kau membantuku mendapatkannya untuk malam ini?" Ucap Dito yang saat itu merasa ragu bahwa pria di seberang telepon akan membantunya.


Tetapi saat itu, Dito terkejut ketika tiba-tiba saja ia mendengar suara kakeknya yang berbicara, "mengidam? Berikan teleponnya padaku!"


Beberapa saat kemudian, terdengar suara tuan besar Romania dari seberang telepon yang berkata padanya, "kau bilang istrimu mengidam? Apakah saat ini dia sedang mengandung cicitku?"


"I,, iya, kami baru mengetahuinya kemarin, dan tadi sore Kami pergi ke rumah sakit melakukan check up. Tapi saat kami kembali, dia bilang dia sangat ingin makan makanan dari desa, tetapi makanan itu tidak dijual di ibukota, jadi aku hanya mau minta tolong supaya ada seseorang yang pergi mengambilnya ke sana," ucap Dito yang tidak tahu harus minta tolong pada siapa, karena dia tidak punya kenalan, dan terlebih, tidak mungkin dia meninggalkan istrinya untuk pergi ke desa mengambil makanan tersebut.


"Benarkah?! Ini berita bahagia, akhirnya aku akan memiliki seorang cicit! Kalau begitu, kau tenang saja, kakek yang akan menyuruh seseorang untuk pergi mengambilnya!" Ucap Tuan Besar Romania dari seberang telepon sangat mengejutkan Dito.


"Kakek bener-bener mau membantu?" Tanya Dito.


"Tentu saja! Ini demi cicitku, kalau begitu Kau temanilah istrimu, kakek akan mengatur makanannya," ucap Tuan Besar Romania dari seberang telepon di iyakan oleh Dito sebelum mengakhiri panggilan telepon itu.


Setelah panggilan telepon diakhiri, Dito terdiam di tempatnya menatap layar ponselnya yang telah menjadi gelap.


'Ini pertama kalinya aku dengan berani menelpon asisten kakek dan berbicara langsung dengan kakek,' ucap Dito dalam hati yang kini merasa bahwa dia telah mengalami sedikit kemajuan untuk membuat dirinya menjadi laki-laki yang terbaik untuk istrinya.


Maka setelah Dito meletakkan ponselnya, pria itu langsung pergi ke kamarnya dan melihat istrinya sedang tertawa terbahak-bahak menonton film kartun.


Biasanya perempuan itu tidak menonton film kartun, tetapi sekarang dia menonton film kartun?


Meski begitu, Dito tidak mengatakan apapun dan hanya pergi mengecek air yang ada di bak berendam telah penuh sehingga pria itu kembali menghampiri istrinya.


"Sayangku, airnya sudah siap," Kata Dito langsung membuat heriani menganggukkan kepalanya lalu perempuan itu pun mematikan tv-nya dan pergi bersama suaminya ke kamar mandi.


Bocoran 3 bab berikutnya tersedia di youtube. cukup cari dengan kata kunci Noveltoraja