
Mobil yang dikendarai oleh pria bernama Ariel kini berhenti di parkiran perusahaan cabang xx.
Ariel pun segera keluar dari dalam mobil lalu mereka memusuhi perusahaan cabang xx yang mana gedungnya juga sudah sangat luas Karena perusahaan cabang tersebut telah dikembangkan dengan sangat baik.
Saat tiba di meja resepsionis, Dito dan Ariel langsung disambut senyuman hangat sang resepsionis.
Ada yang bisa saya bantu?" Tanya sang resepsionis.
Ariel langsung menunjukkan kartu identitasnya yang berasal dari perusahaan utama, "kami dari perusahaan utama, datang kemari untuk bertemu dengan direktur perusahaan," ucap Ariel membuat sang resepsionis langsung mengulurkan tangannya mengambil ponsel yang ada di meja kerjanya lalu menekan sebuah tombol yang khusus untuk menelpon sekretaris direktur.
"Tunggu sebentar, saya akan menghubungi direktur," ucap sang resepsionis sambil memberi kode pada seorang perempuan yang bertugas menjaga lift VIP.
Perempuan tersebut kemudian menghampiri sang resepsionis hingga resepsionis kemudian berkata, "antar mereka ke ruangan direktur."
Perempuan yang bertugas menjaga lift kini mengganggukan kepalanya, sebelum dia menatap Ariel dan Dito, "silakan ikuti saya," ucap Sang Perempuan kemudian menunjukkan jalan pada Ariel dan Dito hingga mereka memasuki lift.
Saat berdiri di dalam lift, Dito memperhatikan interior lift itu, "perusahaan ini dikembangkan dengan sangat baik aku pikir desain lift ini jauh lebih baik daripada yang ada di kantor pusat," Kata Dito dijawab anggukan Ariel.
"Bapak benar, saya juga merasakan hal yang sama, dan saya dengar bahwa desain interior untuk perusahaan ini berasal dari luar negeri, sementara yang mendesain perusahaan utama berasal dari dalam negeri yaitu kenalan tuan besar Romania." Ucap Aril.
Dito hanya menganggukkan kepalanya tanpa berkata apapun sampai akhirnya lift mereka tiba di sebuah lantai di gedung tersebut Lalu keduanya keluar dari sana dan disambung langsung oleh sang direktur yang sudah mengetahui kedatangan dua orang itu.
"Silakan ikuti saya," ucap sang direktur setelah mereka selesai bersalaman lalu mereka pun pergi ke ruangan direktur tersebut.
Setelah tiba di ruangan sang direktur, keduanya duduk di sofa dengan sang sekretaris yang langsung menyusul mereka membawakan minuman.
Ditopun menatap sangat direktur sambil berkata, "kami datang kemari untuk mendapatkan buku besar perusahaan ini."
Ucapan Dito membuat sang direktur terkejut, sebab Ini pertama kalinya orang-orang dari perusahaan pusat meminta buku besar mereka dengan datang sendiri ke kantor. Padahal biasanya, pihak dari perusahaan mereka yang akan pergi mengantarkan buku besar tersebut ke orang-orang di perusahaan utama.
Oleh karena itu, direktur kemudian berkata, "astaga, hanya buku besar saja membuat kalian repot-repot datang kemari, Saya sungguh tidak enak dengan hal ini. Padahal, anda bisa saja menyuruh kami untuk langsung pergi ke perusahaan mengantarkannya."
Dito tersenyum hangat, "tidak perlu khawatir, kami juga memiliki waktu untuk datang ke mari karena kami sekaligus ingin meminta akses penuh ke sistem perusahaan cabang," Kata Dito kembali membuat sang direktur terkejut.
Meski sebenarnya orang-orang di perusahaan utama selalu memiliki akses untuk masuk ke sistem perusahaan mereka, tetapi selalunya orang-orang dari perusahaan utama memiliki akses terbatas memasuki sistem perusahaan cabang akses, dan sedangkan saat ini Dito datang untuk meminta akses penuh, yang artinya bahwa tidak ada yang bisa mereka sembunyikan dari Dito jika mereka menyetujui hal tersebut.
Setiap detik dan segala sesuatu yang terjadi di perusahaan mereka, bahkan seluruh data yang mereka upload setiap detiknya bisa diketahui oleh pria di depannya kalau mereka sampai memberikan akses penuh.
Sebab sampai saat ini, hanya dia saja seorang diri yaitu direktur perusahaan yang memiliki akses penuh terhadap seluruh dokumen-dokumen termasuk dokumen rahasia yang ada di perusahaan cabang xx.