Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
55


Setelah mendapatkan barang-barangnya yang akan ia perlukan untuk menghabiskan malam hari itu di kediaman utama keluarga Romania, maka Clarissa dengan senang hati meninggalkan rumah mereka dan pergi ke kediaman utama.


Dia membawa sebuah tas ukuran sedang sembari melangkahkan kakinya dengan dagu terangkat tinggi.


Para pelayan yang melihat perempuan itu mengerutkan kening mereka karena tidak mengerti dari mana perempuan itu mendapatkan kepercayaan diri yang sangat tinggi.


Apalagi ketika perempuan itu telah membuka pintu samping dan masuk ke dalam rumah, maka seorang pelayan langsung menghampirinya sembari menatap Clarissa dengan tatapan kesalnya.


"Apa yang kau lakukan di sini? Apakah kau sudah lupa kalau keluarga kalian tidak diizinkan masuk ke tempat ini tanpa izin dari Tuan besar?!!" Bentuk pelayan tersebut langsung membuat Clarisa menggertakan giginya.


Perempuan itu melototi pelayan di depannya sembari berkata, "dasar pelayan, emangnya kau siapa berani-beraninya berbicara seperti itu padaku?!! Lihat ini!!!" Clarisa mengangkat kunci kamar di tangannya dan memperlihatkannya pada sang pelayan yang ada di depannya.


Pelayan itu langsung menatap ke arah pelayan lain yang ada di sana karena mereka jelas mengenali kunci itu sebagai kunci dari salah satu kamar yang ada di rumah itu, dahulunya kamar tersebut digunakan oleh cucu keluarga Romania yang bernama Dito.


Tetapi selama bertahun-tahun, kamar itu telah dikosongkan, keluarga mereka juga diusir dari kediaman keluarga Romania sehingga mereka semua bingung dari mana perempuan itu mendapatkan kuncinya.


"Kembalikan kuncinya!!!" Bentak salah seorang pelayan senior sembari menghampiri Clarissa langsung membuat Clarissa menatap pelayan itu dengan tatapan yang menantang.


"Apa katamu?!! Jelas-jelas kunci ini diberikan oleh ayah mertuaku kepadaku. Jadi kau tidak punya hak untuk mengambilnya dariku!! Menyingkir dari jalanku, aku mau pergi ke kamar!!" Bentak Clarissa sembari berjalan untuk pergi ke lantai 2 tempat kamar tersebut berada ketika tiba-tiba saja lengannya dicekal oleh para pelayan.


"Mau kemana kau?!!" Kata pelayan itu dengan cepat merampas kunci kamar dari tangan Clarissa lalu mendorong klarisa ke lantai.


"Akhh!!!" Clarissa menjerit keras ketika tangannya yang ia gunakan untuk menopang tubuhnya malah keseleo sehingga membuatnya menahan kesakitan yang luar biasa pada pergelangan tangannya.


Tetapi pelayan yang ada di sana tidak memperdulikannya ia menyimpan kunci yang ada di tangannya sembari berkata, "bawa dia keluar, dan jangan izinkan dia masuk kemari!!!"


Setelah berbicara, pelayan senior itu segera meninggalkan tempat itu untuk mengembalikan kunci tersebut pada asisten Dean yang memang ditugaskan memegang seluruh kunci ruangan di tempat itu.


Clarissa yang mendengarkan itu langsung meronta-rontak, tetapi sayang sekali mulutnya dibekap oleh salah seorang pelayan, lalu dia pun diusir keluar dari sana.


Sementara sang pelayan senior yang pergi menghampiri asisten dengan, perempuan itu memberi hormat pada asisten Dean lalu menyerahkan kunci yang ada di tangannya.


Asisten Dean langsung mengeryit menatap kunci yang dikembalikan kepadanya, "Kenapa kunci ini dikembalikan lagi?" Tanya asisten Dean yang kini merasa cerdas bahwa mungkin saja Dito dan istrinya telah menolak kunci tersebut.


"Ini, sepertinya Clarissa yang tinggal di belakang kediaman utama melakukan sesuatu untuk mencari kunci ini, dia berusaha menerobos ke dalam kediaman untuk pergi ke kamar menggunakan kunci ini," ucap pelayan tersebut langsung membuat Dean menghela nafas.


"Hah,, pergi ke kediaman mereka dan katakan bahwa kunci itu diberikan untuk Dito dan istrinya, tidak untuk orang lain!!! Layani mereka dengan baik dan jangan sampai mereka tidak puas dengan pelayanan kalian!!" Perintah asisten Dean benar-benar membuat sang pelayan senior tercengang di tempatnya.


Kunci itu benar-benar diberikan pada dua orang itu???


Lagi, mereka harus melayani kedua orang itu????