
Beep beep beep...
Heriani dan suaminya memasuki apartemen mereka.
"Malam ini mau makan apa?" Tanya Dito pada istrinya sambil melepaskan sepatunya.
"Apapun, tapi biar aku saja yang memasak makan malam kita," kata heriani.
Dito yang mendengarkan ucapan istrinya langsung mengejar istrinya sambil berkata, "Tidak kau ma kau sedang hamil aku tidak mau kau--"
"Aku sedang hamil!" Tegas haryani menyela ucapan suaminya langsung membuat Dito tak berdaya hingga pria itu akhirnya menganggukkan kepalanya.
"Ya, kau yang memasak, tapi aku akan membantumu sedikit saja," ucap Dito yang merasa cemas bahwa istrinya akan kelelahan karena sudah sepanjang hari bekerja dan kembali lagi ke rumah untuk memasak bagi mereka.
Jadi dia mau berada di samping istrinya supaya kalau ada sesuatu yang berat-berat yang akan diangkat, dia bisa mengangkatkannya untuk istrinya, apalagi memegang sesuatu yang tajam-tajam, dia cemas istrinya mungkin akan terluka dan kekurangan darah.
"Baiklah, kalau begitu kita mandi dulu," ucap heriyani diangguki oleh Dito hingga pria itu pun berlari ke arah kamar untuk menyiapkan air hangat.
Melihat tingkah suaminya yang semakin sigap karena sebentar lagi menjadi Ayah, maka heriani tersenyum senang menyusul suaminya.
"Sayang, kau belum melepas jaketmu!" Tegas haryani ketika dia tiba di dalam kamar dan melihat tempat menggantung jaket masih kosong.
"Ya! Sebentar!" Teriak Dito dari dalam kamar mandi yang mana pria itu sedang menyalahkan keran air.
Setelah selesai menyalakan keran air, barulah Dito luar melepaskan jaketnya dan melihat istrinya juga telah melepaskan pakaiannya.
"Sayang, airnya belum siap, kenapa kau melepas pakaianmu?" Tanya Dito yang khawatir istrinya akan kedinginan.
"Aku mau kau membantuku menempelkan obat ini pada punggungku," ucap heriyani yang tadi membeli obat tempel yang bisa menghangatkan punggung.
"Baiklah," Kata Dito akhirnya membantu istrinya.
"Berapa lama obat ini ditempel?" Tanya Dito.
"10 menit," jawab heriani sambil memperbaiki pakaiannya kembali.
Dito pun membantu perempuan itu dengan megancing kemeja istrinya. Namun Dito terkejut ketika heriani tiba-tiba saja mengulurkan kedua tangan ke arah lehernya.
"Sayang, sebelum mandi, Bagaimana kalau kita olahraga sebentar?" Tanya heriani sambil mendaratkan sebuah ciuman di bibir Dito hingga membuat Dito langsung terpancing dengan rayuan perempuan itu.
Tetapi ketika dia teringat heriani sedang hamil, maka Dito dengan ragu-ragu berkata, "Apakah tidak apa-apa? Kau sedang hami,l aku takut anak kita kenapa-kenapa."
Kelakuan istrinya benar-benar membuat Dito tak berdaya, sehingga dia dengan cepat menahan pinggang perempuan itu lalu membalas ciuman Heryani.
Mereka menghabiskan waktu cukup lama di kamar sampai akhirnya mereka pergi ke dapur untuk memasak bersama.
"Kau mau memasak apa?" Tanya Dito yang saat ini membuka kulkas dan dia kebingungan harus mengambil bahan makanan apa dari dalam kulkas.
Heriyani pun mendekati arah kulkas, lalu ia melihat bahan makanan di dalam kulkas sebelum Dia memutuskan, "mie hitam!" Jawab Heryani.
"Mie hitam?" Tanya Dito kebingungan karena ia belum pernah mendengar nama makanan tersebut.
"Ya," jawab Hariani dengan singkat sambil mengulurkan tangannya mengambil bahan makanan yang ia perlukan.
Dito pun berdiri di tempatnya dengan bingung, karena dia belum pernah mendengar nama makanan yang diucapkan oleh istrinya sehingga dia tidak tahu harus melakukan apa.
"Ini makanan yang sangat gampang, makanan ini berasal dari negara k dan sangat disukai oleh anak muda!" Ucap heriani yang saat itu sedang menakar terigu.
"Ah,, lalu apa yang bisa kubantu?" Tanya Dito.
"Buatkan kita toppingnya, hanya perlu mengiris sosis, membuat telur mata sapi setengah matang dan,, ah, kita tambahkan daging ayam!!" Ucap heriyani dengan penuh semangat diangguki oleh Dito hingga kedua orang itu pun segera mengerjakan tugas mereka masing-masing.
Hanya dalam waktu 20 menit, mie hitam yang mereka buat kini telah siap di meja makan lalu keduanya duduk sambil memegang sumpit di masing-masing tangan kanan mereka.
"Selamat makan sayangku," kata heriani sambil tersenyum menatap makanan di depannya yang terlihat begitu enak.
"Selamat makan juga sayangku," ucap Dito lalu kedua orang itu pun mulai makan.
Dito yang pertama kali makan mie hitam sangat terkejut karena ternyata rasa mie hitam tersebut sangat enak.
"Ini sangat enak, bagaimana kau tahu resepnya?" Tanya Dito yang merasa penasaran karena ia belum pernah melihat istrinya memasak makanan tersebut.
Heriyani tersenyum, 'tentu saja tahu karena ini adalah makanan kesukaanku di kehidupan sebelumnya,' kata heriyani dalam hati sambil menggerakkan sumpitnya mendapatkan sepotong telur lalu meletakkannya di mangkuk suaminya.
"Aku kebetulan melihatnya di internet, jadi ingin mencobanya, untunglah semua bahan-bahan yang diperlukan ada di rumah," ucap heriyani sambil menikmati mie hitam miliknya.
"Begitu ya, istriku sangat pandai, baru membaca sekali langsung bisa menerapkannya di dapur," puji Dito.
Heriyani pun merasa tenang dengan pujian suaminya, dan dia berharap saat-saat kebersamaan mereka bisa terus bertahan seperti sekarang ini.