
Saat ini, Heryani berdiri di depan gerbang kediaman utama keluarga Romania, Sebab Dia sedang menunggu suaminya yang akan tiba beberapa menit lagi.
Sembari menunggu, heriani memainkan ponsel di tangannya untuk melihat hal-hal yang terjadi di media sosial dan perempuan itu mengerutkan keningnya ketika dia melihat sebuah postingan di mana Kesya dan wasti sedang mengundang banyak orang ke rumah baru mereka.
"Acara perdana di rumah baru," ucap heriyani membaca caption yang ditambahkan pada postingan tersebut.
'Sebenarnya apa yang mereka lakukan untuk memenangkan hati Tuan besar Romania hingga mendapatkan rumah itu?' ucap heriyani dalam hati yang beberapa hari ini dia terus memikirkan hal itu namun masih tidak mengerti.
Dia terus kebingungan di tempatnya sampai sebuah taksi tiba-tiba berhenti di depannya langsung membuat heriani mengalihkan pandangannya dari ponselnya lalu dia pun menatap mobil yang pintu penumpangnya telah terbuka.
"Sayang!!" Seru Heryani ketika ia melihat suaminya keluar dari dalam mobil hingga perempuan itu tidak tahan berlari ke arah Dito dan memeluk Dito dengan hangat.
Dito pun menyambut pelukan tersebut, "Kenapa kau menunggu di luar? Padahal di sini agak panas," ucap Dito sembari mendaratkan sebuah ciuman di puncak kepala istrinya.
"Aku tidak sabar untuk melihat mu," jawab haryani sembari mengukir sebuah senyum indah di wajahnya.
"Aku juga tidak sabar melihatmu," Kata Dito mempererat pelukannya pada perempuan itu sebelum dia melepaskan nya lalu pria itu pun mengambil barang-barang yang sudah diturunkan oleh sopir taksi.
"Ayo," ucap Dito langsung diangguki oleh heriani, mereka pun masuk ke dalam kediaman utama keluarga Romania saat di depan rumah mereka dihalau oleh cucu kelima keluarga Romania.
"Kalian masih berani tinggal di sini?!!" Tanya pria itu sembari mendaratkan tatapan tajamnya ke arah dua orang yang ada di hadapannya.
Dito yang ada di sana pun sangat terkejut dan dia langsung menatap ke istrinya, dia takut kalau apa yang dibicarakannya bersama dengan pria itu di beberapa minggu yang lalu akan didengar oleh istrinya.
Tetapi Dito belum sempat berbicara saat heriani sudah lebih dulu berbicara.
"Kau,," cucu ke 5 keluarga Romania yang bernama Niko sangat terkejut, "Baiklah, karena kalian tidak mendengarkan, maka aku akan memperlihatkan pada kalian Apa yang bisa kulakukan!!" Ucap Niko sebelum dia melangkah pergi meninggalkan kedua orang itu.
Dito pun menjadi agak gugup, dan dia menatap istrinya untuk berbicara ketika heriani malah tersenyum miring.
"Heh,, memangnya apa yang bisa kau lakukan? Tunggu setelah ulang tahun Kakek, kau akan melihat bahwa apa yang ku katakan bulan lalu adalah kenyataan, kau akan kehilangan seluruh saham mu!" Kesal heriani sembari menarik suaminya agar mereka terus melangkah ke arah kamar.
Dito yang tadi hendak mengatakan sesuatu pun tidak jadi berbicara apapun, dan pria itu memikirkan sesuatu yang lain dalam hatinya sembari terus melangkah hingga mereka tiba di kamar.
Begitu memasuki kamar, Dito pun langsung meletakkan barang-barangnya, "Aku membawa oleh-oleh untukmu," ucap Dito sembari menyerahkan sebuah kotak pada heriani.
"Wah,,, Apakah ini oleh-oleh dari desa?" Tanya heriani langsung berjalan ke arah sofa lalu dia pun duduk di sana sembari membuka kotak yang ada di tangannya.
"Ya, itu bagus untuk diet mu," Kata Dito dibarengi heriyani yang kini melihat cemilan yang ada di dalam kotak tersebut.
Maka Heryani pun mengambil salah satu cemilan yang ada di sana Lalu mencobanya, "hm,, enak sekali, Apakah ini tidak pakai gula?" Tanya heriani yang merasa bahwa cemilan itu tidak terasa manis, tetapi ada rasa unik yang ada di sana yang membuatnya menyukai cemilan tersebut.
"Kata orang-orang di sana itu tidak pakai gula, Mereka banyak mengkonsumsinya untuk menurunkan berat badan, jadi itu mungkin bisa membantu mu," ucap Dito sembari memperhatikan tubuh istrinya yang tampak semakin lebih kurus.
Meski Dia tidak setuju jika istrinya terlalu kurus, tetapi dia pun tidak bisa menghentikan perempuan itu ketika perempuan itu justru menyukai tubuh yang kurus dari bandingkan tubuh yang berisi.
"Ahh, Terima kasih sayang, aku pasti akan menghabiskannya, ini sangat enak!!!" Seru Hariyani sembari menikmati cemilan yang ada di tangannya dengan Dito yang mengambil barang-barangnya lalu dia pun menyusunnya di dalam lemari.