
Setelah menunggu beberapa saat dengan terus saling singgung satu sama lain, akhirnya sekretaris Johan kini telah tiba membawa beberapa berkas yang diperlukan oleh Johan untuk membuktikan ketidakbenaran tuduhan Dito padanya.
"Ini berkas yang tuan minta, maaf agak lambat karena saya harus merangkumkan semuanya terlebih dahulu," ucapkan sekretaris membuat Johan menganggukkan kepalanya sebelum dia membagikan semua berkas tersebut pada orang-orang yang berkumpul mengelilingi satu meja panjang.
Heriani Dan dito dengan semangat mengambil berkas itu, lalu mereka melihatnya dan benar saja, apa yang ditemukan dito sama persis dengan apa Yang tertera pada berkas-berkas itu, sebagai berkas yang asli yang sengaja disembunyikan oleh Johan agar tidak ditemukan oleh mereka.
Tetapi sayang sekali pria itu tidak mengetahui bahwa mereka meretas setiap sistem perusahaan untuk mendapatkan berkas-berkas asli yang disembunyikan oleh Johan.
Oleh sebab itu, Dito balik menatap istrinya dan keduanya saling melemparkan senyum mereka sebelum mereka menutup berkas tersebut dan melihat tataannya di atas meja.
Sementara Johan, dia dengan percaya diri menatap semua orang sambil berkata, "kalian lihat saja itu, itu adalah laporan yang asli tentang segala sesuatu yang kulakukan, sementara yang diberikan oleh Dito pada kalian adalah sesuatu yang telah diedit dan dibuat untuk memojokkan ku!!! Kumohon pada ayah untuk menegakkan keadilan ini, bagaimana bisa keluarga ketiga dibiarkan tetap berada di perusahaan ketika niatnya adalah untuk menjatuhkan satu persatu orang dalam perusahaan?"
Tuan besar Romania yang membuka berkas di tangannya juga kini mengangkat sebelah alisnya karena dia bisa melihat berkas-berkas itu memang sama persis dengan yang diberikan Dito padanya sebagai berkas yang asli.
Hal itu membuat Tuan besar Romania sangat marah karena dia tak menyangka bahwa ternyata keluarga kedua memang berniat menjebak Dito untuk melengserkan Dito dari perusahaan.
Padahal saat ini, Johan malah berdalih mengatakan bahwa dito lah yang telah menjebaknya.
'Apakah dia pikir aku sebodoh itu sehingga,,,' Tuan besar Romania mengerutkan keningnya.
Dia teringat bahwa hal seperti ini juga terjadi belasan tahun yang lalu ketika keluarga ketiga lah yang diusir, 'jangan-jangan apa yang terjadi pada keluarga ketiga juga disebabkan oleh Johan? Saat itu, Agus memang berurusan dengan Johan, jadi,,,' Tuan besar Romania mengepal kuat tangannya dan berniat untuk menyelidiki masalah itu nanti saja.
Dito Tersenyum sambil menatap Adam sebelum dia mengalikan tatapannya pada Johan yang saat itu menatapnya dengan tatapan mengejek.
"Yang tertera di berkas ini memang benar, sementara berkas yang tadi kusiapkan itu ialah berkas telah dimanipulasi," ucap Dito mengejutkan Adam dan juga Marwan serta Niko.
"Apa?!! Jadi kau mengakui bahwa kau telah berusaha menjebak ayahku?!!!" Teriak Niko pada Dito.
"Aku?!" Dito tersenyum, "seharusnya kau bertanya seperti itu pada ayahmu, dialah yang telah berusaha menjebakku," Kata Dito sambil melirik ke arah Johan yang saat ini raut wajahnya tampak berubah setelah mendengar ucapan Dito.
"Anak tengil! Bisa-bisanya kau berkata seperti itu saat di sini sudah terbukti bahwa kaulah Yang telah berusaha menjebakku?!!" Teriak Johan pada Dito dengan tatapan yang begitu marah terhadap keponakannya.
Tetapi saat itu, asisten tuan besar Romania kini telah berdiri lalu dia pun menyerahkan berkas lain pada tuan besar Romania.
Maka semua orang pun menatap ke arah Tuan besar Romania dengan Johan yang masih begitu marah terhadap apa yang dikatakan oleh Dito.
"Ini adalah berkas-berkas yang diberikan oleh Dito padaku," ucap tuan besar Romania mendorong berkas itu ke dalam tengah hingga semua orang pun mengambilnya kecuali Dito dan heriyani, sebab kedua orang itu telah mengetahui isinya.
Tetapi saat Johan membuka berkas itu, dia sangat terkejut melihat isi berkas itu sama persis dengan yang baru saja dibagikan sekretarisnya pada semua orang, hanya penyusunan dan kalimatnya saja yang sedikit berbeda, tetapi inti dari masalah yang hendak disampaikan sama persis dengan yang dibuat oleh sekretaris Johan.
"Bagaimana bisa ada dua berkas yang sama persis seperti ini?" Ucap Adam sambil melirik Dito dan Johan secara bergantian.