Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
59


Setelah beberapa menit melihat-lihat kamar tempat suaminya tinggal dulu, maka heriani pun duduk di pinggir ranjang sembari menatap ke arah pintu kamar mandi karena saat itu suaminya sedang berada di sana.


Tak lama kemudian, pintu kamar Mereka pun diketuk oleh seseorang.


Tok tok tok...


"Masuk," kata heryani sembari menoleh ke arah jam yang diletakkan di atas meja dan melihat bahwa saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 21.41.


Clek!


Pintu kamar akhirnya terbuka, lalu heriani menoleh ke arah 2 pelayan yang datang yang merupakan pelayan yang tadi bertemu dengannya dan mengangkat dagunya tinggi-tinggi.


Kedua pelayan itu tampak gugup sembari membawa nampan berisi 2 gelas jus jeruk dan yang satu lagi membawa aroma terapi yang diminta oleh heriani.


"Letakkan di sana," ucap heriyani menunjuk sebuah meja yang terletak di dalam kamar itu.


Kedua pelayan pun pergi ke sana meletakkan barang yang mereka bawa, sementara heriani menyusul mereka lalu dia duduk di sofa tunggal.


"Pijat aku," kata heriani langsung membuat kedua pelayan yang ada di sana sangat terkejut.


Keduanya bertatapan satu sama lain dan terlihat enggan untuk melayani heriyani.


Hal itu membuat heriyani tersenyum mencibir, "ahh,, Sepertinya kalian masih tidak ingat status kalian, hanya karena keluarga kami dihukum sementara oleh kakek sehingga kalian menjadi melunjak. Kalau kalian tidak mau, silakan keluar dari kamar ini!!!" Kesal heriani sembari mengulurkan tangannya mengambil segelas jus jeruk yang ada di sana untuk ia minum.


Dua pelayan yang melihat itu kini ketakutan, Sebab mereka memang sudah dipesankan oleh pelayan senior bahwa mereka harus melayani hendriani dengan baik.


Heriani yang mendengarkan itu tersenyum menatap keduanya lalu dia meletakkan jus jeruknya di atas meja dan melihat macam-macam aromaterapi yang dibawa oleh para pelayan itu.


Dia pun memilih salah satunya dan membukanya.


Salah satu pelayan yang ada di sana dengan cepat berbicara, katanya, "itu adalah aromaterapi yang baik digunakan sebelum tidur, bisa merelakskan pikiran dan sangat bermanfaat untuk kesehatan."


Heriani tidak mengatakan apapun, dia meletakkan aromaterapi tersebut dan mengambil yang lainnya.


Maka pelayan yang baru saja berbicara dengan cepat kembali berkata, "aromaterapi itu ialah aroma terapi yang dibawa oleh tuan muda kelima dari luar negeri, dia membawa banyak karena itu bagus untuk perempuan yang ingin memiliki anak."


Heriani yang mendengarkan itu mengangkat sebelah alisnya menatap sang pelayan, lalu dia pun mencium aroma terapi yang ada di tangannya, dan perempuan itu mengerutkan keningnya saat ia merasa tidak nyaman dengan aroma terapi itu.


Sang pelayan yang melihat ekspresi heriyani dengan cepat berbicara, katanya, "wanginya memang tidak terlalu nyaman, tetapi jika sudah lama menciumnya maka akan terbiasa."


Sekali lagi, heriani tidak mengatakan apapun dia hanya menutup kembali tempat aromaterapi itu lalu dia menatap kedua pelayan yang masih berlutut di lantai.


"Cepat pijat aku," kata heriyani langsung membuat kedua pelayan itu dengan sigap memulai pekerjaan mereka memijat heryani meski dalam hati masing-masing pelayan itu sangat tidak suka dengan apa yang mereka lakukan.


"Pijat lebih kencang sedikit," perintah heryani benar-benar membuat kedua pelayan menggertakkan gigi mereka, namun terpaksa masih harus tetap mengikuti perintah perempuan itu.


Heriani yang melihat kedua ekspresi pelayan itu benar-benar merasa puas karena akhirnya dia bisa membalas kedua pahlawan itu dan memberitahu pada mereka bahwa status mereka Memang jauh berbeda.