Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
213


"Jangan-jangan selama ini kau juga sering membantah ibu?!" Tegas Dito sambil menatap ibunya dengan Clarissa yang langsung menundukkan kepalanya sebagai pertanda bahwa dia tidak mau menjawab pertanyaan putranya.


🌞🌞🌞


Melihat keadaan yang memburuk, maka Wasti pun akhirnya mengangkat wajahnya menatap kakaknya, "Dek, apa yang dikatakan oleh Kak Dito itu benar, kau harus menghentikan semua ini, kalau kau sampai masuk penjara maka aku tidak akan pernah lagi mengakuimu sebagai adikku, itu terlalu memalukan!" Ucap Wasti yang merasa cemas kalau sampai adiknya benar-benar masuk ke dalam penjara.


Tetapi Kesya tidak mendengarkan ucapan siapapun yang memberinya ceramah, ia malah berdiri sambil menatap semua orang dengan tatapan kesannya, "kalian semua sangat menyebalkan! Sudah kukatakan berkali-kali bahwa aku tidak akan pernah berhenti karena aku tidak bisa hidup tanpa barang-barang mewah! Juga, Kakak sudah meninggalkan kami cukup lama jadi sebaiknya kau pergi saja bersama dengan istrimu itu dan tidak perlu memperdulikan kami!" Tegas Kesya sebelum dia berbalik meninggalkan Dito dengan Dito yang menghela nafas melihat kelakuan adiknya.


Dito lalu berbalik menatap ibunya sambil berkata, "selama ini istriku sudah memberitahukannya pada ibu, tetapi Apakah ibu tidak pernah mengatakan pada Kesya konsekuensi dari apa yang ia lakukan?"


Pertanyaan Dito membuat Clarissa menghela nafas, Tetapi dia tidak mau menjawab ucapan putranya dan dia hanya berdiri lalu pergi meninggalkan putranya dalam diamnya.


Melihat hal tersebut, maka Dito menggertakan giginya lalu dia balik menatap adiknya, "kalian mengabaikanku seperti ini?" Tanya Dito pada Wasti.


Wasti menggaruk belakang telinganya yang tidak gatal, "Uh,, kak, aku dan ibu sudah memberitahukan semua pada Kesya dan menyuruhnya untuk berhenti, Tetapi dia sama sekali tidak mau mendengarkan kami! Ibu juga sedih karena Kesya malah menyalahkan Ibu karena Ibu tidak bisa memberinya uang jajan yang banyak untuk memenuhi gaya hidupnya sehingga membuat dia harus mendapatkan uang dengan caranya sendiri.


"Tapi, meskipun nyonya yang tadi datang melaporkan Kesya ke kantor polisi, kakak tidak boleh membiarkan Kesya masuk penjara! Kalau dia sampai masuk penjara, keluarga kita akan menjadi viral dan kakek akan sangat marah dan semakin membenci keluarga kita!" Tegas wasti yang merasa sangat cemas akan efek yang timbul jika Kesya sampai masuk penjara


Dito menghela nafas, "Hah,, dia sudah kuliah, dan sebentar lagi selesai kuliah, tapi bisa-bisanya dia masih begitu keras kepala dan tidak tahu membedakan jalan yang benar dan yang salah. Lagi pula, apa yang menimpa keluarga kita semuanya juga adalah kesalahan kita jadi tidak seharusnya saling menyalahkan satu sama lain.


Dia tak menyangka bahwa Dito akan berkata seperti itu, sehingga wasti dengan cepat berlari ke lantai 2 lalu pergi ke kamar Kesyq dan melihat Kesyq sudah membereskan barang-barangnya ke dalam koper.


"Kau mau ke mana?!" Tanya wasti yang merasa cemas pada perempuan itu.


"Tidak ada yang memperdulikanku di rumah ini, tidak ada yang mengerti diriku di rumah ini, jadi lebih baik aku pergi dari sini!" kata Kesya sambil terus menyimpan barang-barangnya ke dalam koper besar miliknya sebelum dia menguncinya lalu menariknya untuk pergi dari kamar ketika wasti menghentikannya.


Wasti kemudian berkata, "Kalau kau pergi dari sini, maka Kakak akan semakin marah dan dia mungkin akan--"


"Aku tidak perduli! Aku punya banyak orang yang lebih membelaku di luar sana ketimbang keluargaku sendiri! Pria yang tidur bersamaku akan menyewakan pengacara terbaik untukku! Berbeda di sini, mereka hanya ingin menjebloskan aku ke penjara!" Tegas Kesya sebelum dia menghempaskan tangan wasti lalu pergi dari tempat itu.


Tetapi ketika Kesya berada di atas mobil yang membawanya ke sebuah hotel, Kesya memeriksa ponselnya yang sudah cukup lama tidak ia periksa Karena itu adalah ponsel pribadinya, sementara ponsel yang ia gunakan untuk berhubungan dengan pria-pria yang ia layani ialah ponsel yang berbeda.


Kesya mengerutkan keningnya saat ia melihat sebuah pesan yang masuk ke ponselnya, *Sepertinya kau senang melayani para pria tua itu?! Aku akan membuat istri mereka semua mengetahui tentang apa yang kau lakukan!*


Wajah Kesya langsung menjadi pucat, "Siapa orang ini?!" Geram Kesya.