
Setelah heriani selesai mandi, dia pun menghampiri suaminya, lalu kedua orang itu membawa beberapa paper bag yang akan dibawa ke kediaman orang tua pria itu sebagai oleh-oleh dari desa.
Para pelayan yang melihat kedua orang itu kini sudah sangat menghormati mereka, sebab semuanya tentu takut setelah mendengar ucapan tuan besar Romania bahwa siapapun yang tidak menghormati kedua orang itu akan langsung dipecat dari kediaman keluarga Romania.
Maka begitu, keduanya berjalan dengan tenang sampai ketika mereka tiba di belakang kediaman dan keduanya terkejut melihat asap yang menyepul tinggi ke atas langit yang berasal dari rumah yang hendak mereka tuju.
"Kebakaran!!" Kata heriani segera berlari bersama-sama dengan suaminya menuju rumah tersebut dan melihat ketiga perempuan yang ada di sana berusaha mengeluarkan barang mereka dari dalam rumah.
Clarissa yang melihat kedatangan kedua orang itu dengan panik bekata, "cepat bantu kami, ada banyak barang-barang yang harus diselamatkan!!!"
Setelah berbicara, Clarissa tidak peduli lagi dengan putranya, dia langsung berlari kembali ke dalam rumah dan mengambil TV yang terletak di ruang tamu.
Dito yang melihat itu pun berlari ke dalam rumah untuk membantu ketiga perempuan yang sedang panik.
Tetapi ketika dia tiba di dalam rumah, dilihatnya api sudah sangat besar sehingga pria itu dengan cepat meraih adiknya yang hampir tertimpa oleh rangka rumah yang telah terbakar oleh api.
"Cepat keluar dari sini, abaikan saja semua barang-barang itu!!!" Teriak Dito pada semua orang yang ada di sana sembari menari Kesya keluar dari dalam rumah.
Begitu Kesya sudah aman bersama-sama dengan heriyani, Dito melihat ke sekelilingnya dan menatap wasti baru saja keluar dari rumah, tetapi Ibunya baru saja berlari ke dalam rumah hingga membuat pria itu menggertakkan giginya.
"Ibu!!!" Teriak Dito berlari ke dalam rumah dengan heriyani yang melihat itu sangat gugup di tempatnya, sebab dia takut terjadi apa-apa pada suaminya karena api yang terlihat begitu besar dan sudah membakar keseluruhan atap rumah.
Sementara di dalam rumah, Dito yang baru saja tiba melihat ibunya sedang membongkar lemari mencari sesuatu, dia langsung menghampiri Ibunya dan menarik perempuan itu.
"Perhiasan ibu, itu adalah perhiasan mahal!!!" Kata Clarissa berusaha membongkar pakaiannya yang ada di dalam lemari, Namun karena tidak menemukannya maka perempuan itu membuka sisi lemari yang lain.
Dia sudah tidak bisa berpikir jernih untuk mengingat Di mana tepatnya barang itu berada, Sebab Dia sedang cemas karena tidak bisa menyelamatkan perhiasan itu.
Dito yang melihat ibunya bersikeras langsung menarik perempuan itu dengan satu tambah sambaran dan membawanya keluar dari rumah.
tetapi karena Clarissa terus bersikeras untuk mendapatkan perhiasan itu terlebih dahulu, maka Dito tidak punya pilihan lain selain menyeret perempuan itu.
"Ibu sudah gila, rumahnya akan segera runtuh!!!" Bentak Dito tidak peduli lagi nada suara kasar Bagaimana yang ia katakan pada ibunya, sebab dia lebih khawatir jika perempuan itu sampai kenapa-napa.
Benar saja, saat mereka sudah di ambang pintu dan hendak melewati teras, sebuah balok besar tiba-tiba saja runtuh dari atas dan mengenai tubuh Clarissa.
"Ahh!!!" Teriak perempuan itu yang kesakitan dan merasa panas, apalagi pakaiannya juga ikut terbakar sehingga membuat Dito dengan cepat menarik perempuan itu semakin menjauhi rumah.
Tap tap tap...
Dito mengambil sebuah pakaian yang terletak tak jauh dari mereka lalu menggunakannya mematikan api yang ada pada tubuh ibunya.
"Ibu baik-baik saja?" Tanya Wasti menghampiri Ibunya dan terlihat bahwa perempuan itu tidak memperdulikan tubuhnya yang baru saja terbakar oleh api, Namun tatapannya menatap rumah yang ada di hadapan mereka.
"Perhiasan Ibu masih tertinggal di sana, Ibu membelinya seharga 2.500.000!!!" Teriak perempuan itu sembari memukul-mukul pahanya mengabaikan luka bakar yang ada di sana.