
Keesokan paginya, saat mereka akan berangkat ke kantor, Dito menghentikan langkahnya saat mereka yang sedang berdiri dalam lift yang membawa mereka turun ke lantai bawah tiba-tiba saja mendapatkan sesuatu dari istrinya.
"Apa ini?" Ucap Dito yang terkejut bahwa sekarang dia mendapatkan sebuah hadiah lain dari istrinya, yang mana kotak kecil yang diberikan padanya memiliki ukuran yang jauh lebih kecil dari kotak yang ia dapatkan kemarin malam.
"Bukalah," ucap heriani langsung membuat Dito membuka kotak kecil di tangannya lalu terkejut mendapati sebuah kunci mobil di dalam kotak tersebut.
"Ini,,, sayangku, ini mobil?" Tanya Dito yang tak percaya bahwa dia mendapatkan mobil dari istrinya, padahal seharusnya dialah yang memberikan hadiah untuk perempuan itu.
"Ya, meski itu bukan mobil yang terlalu mahal, tapi aku berusaha untuk membelinya dari uang sisa yang ku gunakan untuk perusahaan. Semoga beberapa bulan ke depan kita bisa membeli mobil yang jauh lebih bagus," ucap heriyani.
"Ini,, tapi,," Dito merasa tidak layak mengambilnya,, "kau saja yang memakainya, Kau adalah seorang pemimpin perusahaan, jadi pastinya lebih membutuhkan mobil dibanding aku yang hanya karyawan biasa." Ucap Dito mengembalikan kunci tersebut ke tangan istrinya, Tetapi heriani malah memperlihatkan wajah cemberutnya.
"Apa kau lupa kalau aku sedang hamil? Kata orang-orang, tidak baik menolak barang pemberian seorang ibu hamil, nanti bisa berpengaruh pada kehamilannya!" Kata Heryani membohongi suaminya agar pria itu mau mengambil mobil yang ia belikan untuk pria itu.
"Benarkah?" Ucap Dito yang kini dengan cepat menarik tangannya yang tadi memberikan kunci pada istrinya, sebab tentunya dia tidak mau membahayakan istri dan anak yang dikandung oleh heriani.
"Hm, makanya lain kali jangan menolak, istrimu sedang hamil!!" Tegas haryani yang saat ini benar-benar merasa konyol pada suaminya karena pria itu Ternyata begitu polos mempercayai ucapannya.
"Ah ya, lain kali aku tidak akan menolak apapun yang diberikan oleh istriku, juga tidak akan membantah ucapannya!!" Kata Dito.
"Baguslah," ucap heriani bersamaan dengan lift mereka yang tiba di lantai tujuan mereka lalu keduanya pun segera keluar dari lift dan pergi ke arah parkiran.
Begitu tiba di parkiran, Dito menghentikan langkahnya saat melihat sebuah mobil yang dibeli oleh istrinya, itu adalah mobil yang memiliki harga 0,7 miliar.
Maka, Dito langsung menatap suaminya untuk melakukan protes, "Sayang, mobil ini,,"
"Jangan banyak bicara, aku sedang hamil!" Kata heriani sambil menarik suaminya menuju mobil hingga membuat Dito tak berdaya dan mengikuti istrinya.
Setelah selesai, ditopun pergi ke arah kursi kemudi dan duduk di sana sambil memperhatikan desain interior mobil baru miliknya.
"Aku sengaja memilih mobil yang nyaman untuk digunakan. Ah,, mobil ini juga sudah terpasangi kamera, baik di dalam mobil maupun di luar, Jadi bisa dipantau lewat HP. Berikan hp-mu padaku biar ku sambungkan," ucap heriani langsung membuat Dito memberikan ponselnya pada istrinya lalu membiarkan perempuan itu mengutak-ngatik hp-nya sementara dia menyalakan mesin kendaraan.
Masih sementara dalam mobil, tiba-tiba heriani menatap seseorang yang berjualan makanan di pinggir jalan sehingga dia dengan cepat mengulurkan tangannya menepuk lengan suaminya.
"Sayang, aku ingin makan makanan itu, cepat hentikan mobilnya!!" Kata heriani langsung membuat Dito meminggirkan mobilnya tepat di depan sebuah penjual makanan.
"Biar aku yang turun, katakan saja apa yang ingin kau makan," ucap Dito.
"Pesankan aku masing-masing satu porsi untuk semua menunya," ucap heriani diangguki oleh Dito hingga Dito pun dengan cepat turun dari mobil dan mendapatkan makanan untuk istrinya.
Setelah 20 menit berada di luar mobil, akhirnya Dito kembali ke mobil membawa makanan yang telah Ia beli lalu mereka lanjut menuju kantor heriyani.
Saat tiba di gedung tempat kantor heriyani berada, Dito membukakan pintu mobil untuk istrinya lalu perempuan itu pun keluar dari mobil yang membuat Tiara bersama beberapa temannya yang baru saja datang menghentikan langkah mereka.
"Itu bos, dia datang bersama seseorang!!" Ucap Tiara dengan tetapan tertuju pada heriyani yang keluar dari mobil.
Setelah keluar, Dito pun mencium pipi kiri dan kanan istrinya sebelum membiarkan perempuan itu pergi sambil membawa tentengannya.
Dita melihat jam tangannya, bahwa dia belum terlambat Jika dia membantu istrinya membawakan makanannya sehingga dia dengan cepat memarkirkan mobilnya sebelum berlari memasuki gedung untuk membantu istrinya.
Tapi Dito menghentikan langkahnya karena melihat para karyawannya telah membantu heriyani membawa tentengannya.