
Setelah tiba di UGD, Clarissa langsung diobati oleh para perawat yang ada di sana dengan heriyani bersama-sama dengan suaminya dan kedua adik iparnya menatap perempuan yang terus mengeluh kesakitan.
"Akhh sakit!! Sakit!! Tolong pelan-pelan, ini sangat sakit!!!" Clarissa terus penjahit dari waktu ke waktu hingga membuat Riani merasa senang melihat perempuan yang kini tampak tak berdaya di hadapannya.
Cukup lama semua luka-luka perempuan itu dibersihkan, barulah suster meninggalkan mereka dan Clarissa berbaring sembari memejamkan matanya meski keningnya terus mengerut menandakan bahwa dia merasa sakit pada bagian tubuhnya yang terluka.
Kedua putrinya yang ada di sana duduk di samping ranjang sembari memainkan ponsel mereka.
"Sayang, Ibu perlu istirahat, dia akan pengap kalau kita semua mengerumuninya, sebaiknya kita berdua menunggu di luar UGD," ucap heriani pada Dito langsung diangguki oleh Dito, lalu kedua orang itu pun pergi keluar UGD.
Begitu tiba di luar UGD, mereka Langsung bertemu Agus yang saat itu buru-buru berjalan ke gedung UGD.
"Di mana Ibu kalian?" Tanya Agus.
"Ah,, dia ada di dalam, sudah selesai dirawat oleh suster dan sekarang beristirahat," ucap Dito sembari menunjuk ke dalam ruangan UGD.
Herian yang melihat itu tidak mengatakan apapun, Tetapi dia teringat bahwa hari itu dia memiliki janji dengan Nyonya asmiati untuk makan malam bersama sehingga dia pun menatap suaminya, "aku sudah ada janji dengan Nyonya asmiati untuk makan malam bersama hari ini, Apakah tidak masalah kalau aku kembali dulu ke rumah?" Tanya heriani meminta izin pada suaminya, sebab meski Dia merasa bahwa tidak apa-apa jika dia pergi, Tetapi dia masih tetap ingin menghargai pria itu sebagai suaminya sehingga dia meminta izin padanya.
"Ahh,, kalau begitu pergilah, biar aku yang ada di sini. Tapi kau harus hati-hati di jalan, jangan sampai terjadi apa-apa padamu," ucap Dito yang merasa khawatir bila saja perempuan itu sampai kenapa-kenapa.
Setelah meninggalkan Rumah sakit, heriani melihat bahwa masih ada beberapa jam sebelum makan malamnya sehingga dia berniat untuk singgah di klub yang ia lewati ketika meninggalkan stasiun kereta api bawah tanah.
"Suamiku akan sangat marah jika dia mengetahuinya, tapi aku akan meminta maaf setelah keluar dari Club," ucap heriyani sembari menatap keluar jendela mobil dan melihat tempat tujuannya semakin dekat.
Maka, setelah mobil berhenti di depan klub kasinotersebut, heriani segera membayar ongkos taksinya lalu perempuan itu memasuki klub dengan langkah yang tenang.
Heriyani yang memang sudah menyiapkan uang senilai 500.000 untuk ditukar dengan koin langsung menukar poin di tempat penukaran uang lalu berjalan memasuki klub kasino.
Begitu masuk, heriani langsung diperlihatkan berbagai tempat penjudian yang tersedia di sana sementara ketika dia naik ke lantai 2 di tempat itu ialah tempat di mana orang menghibur diri mereka dengan para wanita cantik.
Heriani sama sekali tidak tertarik dengan lantai dua sehingga dia turun kembali ke lantai 1 dan melihat-lihat setiap area judi yang ada di sana.
Di kehidupan sebelumnya, dia paling senang bermain kartu domino, jadi dia berjalan ke arah meja domino dan melihat beberapa orang yang sedang bermain.
Sebagai klub yang cukup besar di ibukota, maka tempat itu dilengkapi berbagai CCTV, bahkan klub itu terdiri dari 30 lantai yang memuat paket komplit mulai dari perjudian diskotik bar sampai hotel dan layanan mewah lainnya yang identik dengan menghambur-hamburkan uang.
'Hm,, sebaiknya aku mulai saja, waktuku tidak terlalu banyak," ucap heriani segera mencari meja yang kosong lalu duduk di salah satu kursi.