
Setelah kedua keluarga kedua selesai menyerahkan hadiahnya, maka Dito dan Heryani pun berdiri untuk pergi ke sana.
Saat dalam perjalanan untuk menghampiri tuan besar Romania, di tengah-tengah langkah kakinya tiba-tiba saja Dito disandung oleh Niko yang saat itu kembali ke tempat duduknya.
Maka tanpa bisa menjaga keseimbangannya sebab tidak menyangka akan mendapat musibah seperti itupun langsung terjatuh di tengah perhatian semua orang.
Duk!
"Sayang," heriyani pun sangat terkejut hingga dia dengan cepat membantu suaminya kembali berdiri dan menoleh ke belakang di mana Dia melihat Niko memberinya sebuah senyuman mengejek.
'Dasar! lihat saja nanti, aku akan membalasmu atas apa yang kau lakukan pada suamiku!!' kesal heriyani dalam hati sembari membantu suaminya memperbaiki pakaiannya sebelum mereka lanjut menghampiri tuan besar Romania.
Begitu tiba di depan Tuan besar Romania, Dito langsung mendapat perhatian dari Tuan besar.
"Kau baik-baik saja?" Tanya tuan besar Romania sembari memperhatikan lutut cucunya yang tadi sempat berbunyi sangat keras karena terbentur lantai.
"Kakek Tenang saja, aku baik-baik saja, ah, Selamat ulang tahun Kakek semoga panjang umur dan sehat selalu, semoga segala yang kakek cita-citakan dan rencanakan bisa terwujud dan semoga Kakek mendapat berkat dari Tuhan." Ucap Dito bersamaan dengan seorang pria yang tadi bertugas membawa hadiah yang telah disiapkan kini langsung memberikan hadiah tersebut pada Dito lalu Dito memberikannya pada Tuan besar Romania.
"Ini adalah hadiah kecil dari aku Dan istri ku, semoga kakek menyukainya," ucap Dito membuat Tuan besar Romania menganggukkan kepalanya sembari mengambil kotak yang diberikan oleh Dito.
Andika yang duduk bersama-sama dengan keluarganya pun tidak tahan untuk mencibir, katanya, "dia menghadiahkan hadiah terburuk yang pernah diterima oleh kakek sepanjang kakek berulang tahun. Tapi itu sesuai dengan diri mereka yang hanya bekerja di desa dan apalagi mereka adalah orang yang diusir dari keluarga Romania."
Karena suasana sedang hening dan suara Andika cukup keras, maka semua orang bisa mendengarnya sehingga tuan besar Romania juga mengangkat wajahnya menatap Andhika dan memperlihatkan ketidaksukaannya terhadap ucapan cucunya.
Tetapi Andika tidak memperdulikan tatapan Tuan besar, dia hanya duduk dengan tenang di tempatnya meski saat itu Ayahnya juga memberi kode padanya agar menjaga ucapannya.
"Ini adalah kerajinan orang-orang di desa tempat aku berada, ukiran pada bingkai ini memiliki makna panjang umur dan kesejahteraan yang melimpah, semoga makna dari lukisan ini akan menjadi sebuah doa dan berkat yang tak terhingga untuk kakek," ucap Dito langsung membuat Tuan besar Romania sangat terharu.
Tetapi Tuan besar Romania belum berkata apapun ketika Andika kembali lagi berbicara, "Apa gunanya itu? Ada banyak dijual di pasaran, dan harganya pun tidak mencapai 100.000, sungguh hadiah yang murahan yang sengaja dibalut dengan sebuah ungkapan makna yang seharusnya tidak sebanding dengan nilai barang itu."
Niko yang melihat kakaknya benar-benar mengerutkan keningnya Sebab Dia tidak menyangka bahwa kakaknya akan berkata selancang itu di hari ulang tahun Tuan besar Romania. Meski apa yang dikatakan Andika itu masuk akal, tetapi setidaknya harus tetap menjaga ucapan di depan semua orang.
Meski begitu, tuan besar Romania tidak terlalu menghiraukan Andika, dan dia menatap Dito sambil berkata, "Ini hadiah yang memiliki makna yang sangat baik, doa yang terkandung di hadiah ini membuatku merasa kembali muda seperti berumur 20 tahun lagi."
"Terima kasih kakek, tapi kami masih memiliki satu hadiah lain, Kakek bisa menarik kain hitam yang terletak di bagian dalam bingkai," ucap heriani langsung membuat Dito menatap istrinya dengan bingung sebab Dia tidak mengerti kenapa ada hadiah lain lagi saat mereka hanya menyiapkan bingkai tersebut.
Sementara tuan besar Romania, dia tidak menyangka ada kejutan lain selain bingkai itu sehingga dia pun mengulurkan tangannya dan dengan hati-hati menarik kain hitam yang diselipkan pada bagian dalam bingkai yang merupakan tempat memasukkan lukisan.
Semua orang pun merasa penasaran dengan hadiah lain yang dimaksud oleh heriyani hingga mata semua orang tertuju pada tuan besar Romania yang kini pelan-pelan menarik kain hitam pada bingkai tersebut.
Beberapa saat kemudian setelah kain hitamnya terus ditarik oleh Tuan besar Romania, semua orang melihat ada sebuah lukisan tersembunyi di dalam bingkai tersebut.
"Ini, sepertinya aku familiar dengan lukisan ini," ucap tuan besar Romania saat yang sudah melihat setengah dari bagian lukisan yang diletakkan di bingkai tersebut.
Andika yang melihatnya juga sangat terkejut, karena dia ingat lukisan itu sangat mirip dengan lukisan yang sangat diinginkan oleh tuan besar Romania, sebab sebelum dia berusaha mengambilnya pada Nyonya asmiati, dia memang berkali-kali melihat gambarnya karena penasaran mengapa Tuan besar Romania sangat menginginkan lukisan itu.
Maka pria itu berada dalam situasi yang begitu tegang menatap Tuan besar Romania yang masih dengan hati-hati terus menarik kain hitamnya, terlihat jelas pria itu tidak terburu-buru karena mungkin takut lukisan yang ada di sana akan rusak Jika dia buru-buru menarik kain hitam yang menutupinya.