Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
228


"You are the winner!!!" Suara televisi membuat Dito bersorak kegirangan.


"Yei!!! Ha ha ha... Ayah kalah lagi, semua uang ini menjadi milikku!!!!" Kata Dito Sambil tertawa mengambil tumpukan uang yang ada di atas meja siang mereka taruhkan untuk bermain game pada hari itu.


Agus yang melihat putranya, ia tidak mengatakan apapun, Sebab Dia memang datang untuk memberikan uang itu bagi putranya dan juga menantunya.


Tetapi dia tahu bahwa jika dia memberikannya secara langsung, maka dua orang itu tidak akan mau menerimanya.


Oleh sebab itu dia berdalih menggunakan kekalahannya dalam game yang ia maini dengan Dito untuk memberikan uang tersebut.


Meski begitu, Agus tetap berpura-pura kesal dengan berkata, "sudahi permainannya, Ayah sudah lelah."


Setelah berbicara, Agus kemudian naik ke lantai dua untuk beristirahat karena saat itu sudah malam dan hujan di luar sangat lebat sehingga membuat dia dan Wasti yang datang berkunjung ke tempat itu tak bisa pulang.


Dito yang melihat kepergian ayahnya hanya tersenyum, lalu dia menyimpan uang di atas meja ke dalam salah satu laci di ruangan tersebut sebelum dia masuk ke kamarnya dan melihat wasti bersama dengan istrinya masih sementara melakukan packing.


"Ini susunan terakhir untuk kaos kaki dan kaos tangan baby-nya," ucap wasti menyerahkan sebuah tas kecil pada heriani lalu heriani pun mengatur tas itu ke dalam koper.


Setelah itu, Wasti mengambil tumpukan selimut lalu menyusunnya satu persatu ke dalam tas kecil yang terletak di sana sambil berkata, "semua pakaian baby ini terlihat imut-imut, aku jadi tidak sabar menunggu kelahiran keponakanku dan membantu mereka memakaikan semua ini."


Dito yang masuk ke dalam kamar langsung menatap ke arah Wasti dengan tatapan tajamnya, "aku tidak mempercayaimu untuk menyentuh bayi kami, bagaimana kalau kau melukainya?" Ucap Dito yang merasa bahwa adiknya tidak punya pengalaman apapun memegang bayi sementara dia dan istrinya sudah melakukan pelatihan selama beberapa bulan Bagaimana cara memegang bayi yang baru lahir dan apa-apa saja yang perlu disediakan serta dipersiapkan untuk mereka.


Ucapan kakaknya membuat wasti merasa sangat kesal, "Kakak ini bagaimana?! Mana mungkin aku mau melukai keponakanku? Kalau kakak tidak mengizinkan aku memakaikan pakaian, maka biarkan aku memakaikan kaos tangan untuknya. Sangat mudah saja, hanya seperti ini saja," ucap wasti sambil mempraktekkan tangannya memakai kaos tangan.


Wasti yang melihat itu hanya bisa menggigit bibir bawahnya, lalu dia balik menatap heriani sambil berkata, "kakak ipar akan mengizinkanku bukan?"


Heriyani tersenyum sambil mengatur barang-barang dalam koper sebelum dia menutup koper tersebut, "hm,, Bagaimana Ya, sepertinya aku hanya akan mengijinkanmu memandangi mereka saja," ucap heriani menggoda perempuan di depannya hingga membuat wajah wasti menjadi tak karuan.


"Kakak! Kalian berdua keterlaluan, bisa-bisanya berkata seperti itu padaku!!" Kata Wasti Sambil berdiri lalu perempuan itu pun segera berjalan keluar ruangan.


Heriani hanya tersenyum melihat tingkah adik iparnya itu sambil Dia kemudian berdiri mengambil koper untuk disimpan di tempatnya.


Tetapi saat itu, tiba-tiba saja heriani merasakan sakit yang luar biasa di perutnya hingga perempuan itu membuatnya menjatuhkan kembali kopernya dengan sangat keras.


Brak!!!


"Akhhh!!" Heriani merasakan kesakitan yang luar biasa di bagian rahimnya sambil mencari tempat berpegangan.


@@lanjutannya baca di YouTube ya dengan #novel Toraja.


Jangan lupa juga mampir di karya Baru otor yang berjudul satu malam dengan pria asing.