Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
279


"Akhhh!!" Heriani merasakan kesakitan yang luar biasa di bagian rahimnya sambil mencari tempat berpegangan.


Wasti yang belum jauh bisa mendengar teriakan heriani sehingga dia kembali berlari masuk ke dalam ruangan dan menemui kakak iparnya sedang berlutut di lantai.


"Kakak ipar!!" Teriak Wasti cepat-cepat berlari ke kakak iparnya lalu dia pun membantu perempuan itu berdiri sambil menoleh ke arah kamar mandi.


"Kak Dito!!" Teriak wasti yang merasa begitu panik melihat heriani yang tampak sangat kesakitan.


Karena saat itu Dito menyalakan musik di kamar mandi sebab dia menyiapkan air berendam untuk istrinya sebagai kebiasaan perempuan itu sebelum tidur mandi terlebih dahulu, maka dia tidak mendengar teriakan adiknya.


Wasti pun membantu heriani duduk di pinggir ranjang sambil menatap perempuan itu, "tunggu sebentar, Kakak tahan sebentar, akan ku panggilkan Kak Dito!" Tegas Wasti sebelum dia berlari pergi ke kamar mandi lalu membuka pintu tanpa permisi terlebih dahulu.


"Kak!! Cepat kemari!!" Teriak wasti dengan wajah yang begitu panik langsung membuat Dito menghentikan aktivitasnya lalu pria itu pun cepat-cepat keluar dari kamar mandi.


Begitu tiba di kamar, ia mendapati istrinya sedang merintih kesakitan di pinggir ranjang hingga pria itu dengan cepat menghampiri haryani.


"Sayang,,, kita ke rumah sakit sekarang?" Ucap Dito dengan kepanikan belandanya hingga dia tidak tahu harus mengambil apa.


Sementara haryani, dia menganggukkan kepalanya sambil mencengkram kuat lengan suaminya dengan rasa sakit yang luar biasa.


"Pakai mantel ini, cepat keluar sana biar aku dan ayah menyusul nanti!!" Teriak wasti memberikan mantel pada dua orang itu sebelum dia menarik koper yang ada di dalam ruangan lalu keluar dari kamar tersebut.


Dito dan haryani telah pergi, Tetapi dia masih berlari ke lantai 2 lalu menggedor-gedor pintu kamar ayahnya.


Dor dor dor...


Dor dor dor...


"Ayah!! Kakak ipar mengalami kesakitan dan sekarang dibawa ke rumah sakit!! Cepat buka pintunya ayah!!" Teriak perempuan dari seberang pintu langsung membuat Agus cepat-cepat membuka pintunya.


"Ambil mantel ayah dan kunci mobil, kita harus menyusul mereka!!" Teriak Wasti pada ayahnya sebelum perempuan itu turun ke bawah menuju kamarnya untuk mendapatkan barang-barang penting yang perlu ia bawa, terutama mantel untuk menahan rasa dingin dari malam hari itu karena hujan sangat lebat.


Setelah keluar dari kamar, wasti melihat ayahnya sudah mengambil koper yang terletak di dekat pintu apartemen dan pria itu telah membuka pintu apartemen.


Wasti dengan cepat menyusul ayahnya untuk pergi ke rumah sakit, sementara saat itu Dito yang saat ini berada dalam mobil bersama istrinya, ia menyetir mobil sambil berkata, "Maaf Sayang, maaf sayang aku tidak bisa membantu mu!! Sekarang cukup atur nafasnya dengan baik dan perbaiki posisi dudukmu senyaman mungkin!"


Heriani yang mendengarkan ucapan suaminya langsung mengikuti perintah pria itu, namun rasa sakitnya masih terasa begitu sakit sehingga dia berkata, "ini sangat sakit, Apakah rumah sakitnya masih jauh?"


Mendengar kepanikan istrinya, maka Dito pun menjadi panik, "sayang,, sebentar lagi kita tiba, tahan sebentar lagi ya,,,, aku tidak bisa menyetir terlalu cepat, nanti terjadi sesuatu di jalan," ucap Dito penuh kecemasan, apa lagi saat itu hujan masih agak deras.


Tetapi ketika dia menoleh ke samping istrinya yang sedang menahan rasa sakit, mata pria itu membulat sempurna saat melihat gaun yang dikenakan istrinya yang berwarna putih telah tembus pandang ke paha perempuan itu karena terkena air ketubannya.


"Sayang,, aku rasa itu ketubannya pecah, Ayo cepat, cepatlah!!" Teriak heriani yang ingin segera di rumah sakit supaya dia ditangani oleh dokter.


"I,, i i iya sayang!" Jawab Dito berusaha bersikap tenang dengan dan kembali fokus pada mobil yang ia setir.


Lihat juga karya baru otor ya.... judulnya satu malam dengan pria asing