Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
242


Tak tak tak....


Dito menarikan jari jarinya di atas keyboard dengan penuh semangat, karena saat ini dia sedang berusaha untuk menyambungkan komputernya ke sistem perusahaan cabang xx.


Menggunakan ilmu yang ia dapatkan dari istrinya, akhirnya Dito berhasil melakukannya dan pria itu tersenyum puas karena dia merasa bahwa saat ini dia semakin melangkah lebih ke depan untuk bisa dibanggakan oleh istrinya.


"Sekarang aku tinggal memeriksa semuanya, dan mencocokkannya dengan berkas-berkas ini," ucap Dito dalam hati sambil menarikan jari-jarinya di atas keyboard sampai pria itu kemudian mengerutkan keningnya.


"Kenapa tidak ada satupun hal yang aneh dengan perusahaan cabang ini? Jelas-jelas di berkas-berkas ini, semuanya memiliki sesuatu yang patut dicurigai, tapi kenapa tidak menjadi lebih jelas Setelah aku melihat semua file yang dimiliki oleh perusahaan cabang?" Ucap Dito dengan kening berkerut memandangi layar komputernya yang membuatnya kebingungan.


Dia pikir setelah Dia melihat semua file yang dimiliki oleh perusahaan cabang, maka teka-teki yang sedang ia pecahkan bisa ia selesaikan dengan mudah, tapi nyatanya sekarang dia tidak menemukan apapun yang bisa membantu.


Meski tidak menemukan apapun, tapi Dito tetap berusaha mengobrak-abrik berkas dan komputer yang ada di hadapannya sampai akhirnya jam pulang kantor telah tiba.


Salah seorang bawahan Dito kemudian menyerahkan berkas pada Dito, "Saya sudah menyelesaikan ini, semuanya telah saya tandai di mana semua keanehan pada berkas itu." Kata Sang pria membuat Dito mengganggukan kepalanya mengambil berkas tersebut lalu pria-pria yang lain juga ikut memberikan laporan mereka pada Dito.


Dito mengumpulkan semua laporan tersebut sebelum dia menyimpannya ke dalam tasnya lalu berkata, "kita sudah bisa pulang sekarang, semuanya sudah bekerja keras hari ini."


Semua pria juga mengambil barang-barang mereka sebelum kelima orang itu meninggalkan ruangan mereka untuk kembali ke rumah masing-masing.


Dito membawa berkas-berkas yang diberikan bawahannya padanya, dan juga beberapa berkas-berkas lain yang ia pikir penting untuk ia bawa pulang Sebab Dia mau mengerjakannya Di rumah supaya kasus itu bisa selesai dengan cepat.


Ditopun mengendara menjemput istrinya, sebelum dia lanjut kembali ke apartemen.


Saat mereka berada dalam lift untuk menaiki apartemen, heriani kemudian berkata, "sayangku, aku mau makan kerupuk besar yang biasa dijual di pinggir jalan."


Heriani menganggu kan kepalanya dengan pelan hingga membuat Dito kemudian berkata, "Baiklah, kalau begitu aku akan mengantarkanmu sampai di apartemen dulu sebelum aku pergi mencarikan kerupuknya untukmu."


"Baik," kata heriani sambil tersenyum lebar dan tak sabar menunggu mereka tiba di apartemen supaya suaminya cepat-cepat pergi membelikan kerupuk.


Lalu setelah menunggu beberapa saat, mereka akhirnya tiba di apartemen dengan Dito yang langsung menyimpan tas dan buku-bukunya sebelum pria itu kembali meninggalkan apartemen untuk mendapatkan kerupuk yang diinginkan oleh istrinya.


Heriani yang ditinggalkan sendiri, ia mengisi bak berendam dengan air sebelum perempuan itu pergi ke dapur dan memanaskan beberapa makanan cepat saji.


"Hm,, ini pasti enak," ucap heriani sambil menyajikan semua makanan-makanan itu di atas meja bersamaan dengan suaminya yang sudah kembali dari perjalanannya membeli kerupuk.


Maka, kedua orang itu pun makan bersama sebelum mereka berpindah ke kamar mandi untuk mandi bersama-sama.


Sambil menggosok punggung istrinya, Dito kemudian berkata, "Bagaimana pekerjaanmu?"


"Semuanya berjalan dengan baik, hari ini kami menambah koneksi dua perusahaan lagi yang menggunakan sistem yang kami tawarkan di perusahaan mereka. Juga, aku berencana untuk menambah karyawan, karena renovasi di lantai 15 telah selesai jadi sekarang kami punya dua lantai untuk perusahaan kami. Keuangan perusahaan juga sudah semakin membaik, Jadi sekarang aku tidak perlu berpikir terlalu berat lagi untuk masalah perusahaan," kata heriyani membuat Dito merasa lega.


"Baguslah, jangan sampai kau kelelahan baik secara fisik maupun mental, Aku tidak ingin kau dan bayi kita sampai kenapa-kenapa," ucap Dito.


"Tidak perlu khawatir, aku akan menjaga diri dengan baik dan kalau nanti aku tidak sanggup lagi mengerjakan pekerjaanku sendirian, aku pasti akan meminta tolong pada suamiku," kata Heryani.


"Aku akan selalu ada untuk menolong istriku," Kata Dito sambil mengulurkan tangannya memegang kedua baru istrinya dan menyuruh perempuan itu untuk berputar balik.


Glek!