Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
210


Setelah meninggalkan mesin penghancur kertas, Dito kembali lagi bekerja dan menyadari bahwa pria yang melaporkan mereka pada manajer terus memperhatikannya dari waktu ke waktu.


'Seandainya istriku yang ada di sini, masalah ini sudah dibereskannya dari pagi tadi!' ucap Dito sambil menghela nafas lalu dia pun kembali fokus pada pekerjaannya sampai jam pulang kantor akhirnya tiba.


Setelah memasuki mobilnya, barulah Dito merasa tenang karena tidak ada lagi yang mengawasinya sehingga pria itu pun menyetir mobilnya menuju kantor istrinya.


Tetapi dalam perjalanan, ia menyadari bahwa ada sebuah mobil di belakang yang mengikutinya sehingga Dito pun mengeryit dan memasukkan lampu seinnya untuk memutar balik mobilnya.


Saat Dito putar balik, mobil yang ada di belakang juga mengikutinya hingga membuat Dito kembali lagi berputar balik dan mobil itu pun juga ikut berputar balik.


"Siapa orang itu?" Kesal Dito melihat mobil di belakangnya lewat kaca spion.


Dia pun merasa cemas untuk menjemput istrinya karena takut bahwa orang di belakangnya mungkin memiliki niat buruk sehingga Dito hanya bisa menyelip-nyelip mobil sampai ia melambung sebuah mobil besar lalu memutar setir mobilnya ke arah kanan hingga berada di seberang mobil besar.


Setelah itu, Dito menginjak pedal remnya, hal itu membuat mobil besar itu berjalan jauh di depannya dan kini Dito berada di belakang mobil yang mengikutinya.


"Sial! Kemana dia?!" Gerutu sang pria yang mengikuti Dito sampai akhirnya ia terkejut ketika ia melihat ke arah samping kiri dan ternyata mobil Dito sudah ada di sana dengan Dito yang menurunkan kaca jendela mobilnya dan memperhatikannya.


Dito pun mengerutkan keningnya ketika dia mengenali bahwa pria yang mengikutinya ternyata adalah pria bernama Heri yang melaporkannya pada manajernya.


"Jangan mengikutiku lagi!" Tegas Dito pada Heri sebelum dia menancap gasnya meninggalkan Heri.


"Ah,, sial! Bisa-bisanya anak magang itu menggertakku?!! Lihat saja, aku tidak akan membiarkanmu!" Ucap Heri terus mengikuti Dito namun dia membuat mobilnya semakin menjaga jarak dan tidak membuat dirinya ketahuan bahwa dia masih mengikuti Dito.


Beberapa saat terus mengikuti Dito dari jauh, ia melihat Dito berhenti di sebuah gedung perusahaan lalu Dito turun membukakan pintu untuk seorang perempuan.


Maka tanpa menunggu, Heri pun mengikuti mobil tersebut hingga dia menghentikan mobilnya saat melihat mobil milik Dipo memasuki sebuah kawasan apartemen yang merupakan tempat di mana orang-orang kaya berkumpul.


"Dia tinggal di sini?!" Ucap Heri yang merasa bingung karena seorang pria yang tinggal di sebuah kawasan mewah tidak mungkin bekerja hanya sebagai seorang anak magang.


Juga, mobil yang digunakan Dito ialah mobil yang sangat jelek, Jadi tidak mungkin orang yang memiliki mobil seperti itu tinggal di kawasan mewah.


Tepat saat Heri sedang berpikir, ponselnya tiba-tiba saja berdering hingga Heri dengan cepat melihat ponselnya lalu mendapati nama pemanggil ialah manajernya.


Maka Heri dengan cepat mengangkat panggilan telepon tersebut, "ya, manager," ucap Heri sambil menyalakan mesin kendaraannya lalu pergi dari tempat itu.


"Kau mengikutinya? Dia tidak melakukan hal yang mencurigakan Bukan?" Tanya sang manajer dari seberang telepon.


"Saya mengikutinya, dia pergi menjemput seorang perempuan di sebuah gedung yang disewakan untuk perusahaan-perusahaan kecil, Sepertinya itu adalah istrinya Karena Mereka tampak mesra. Tapi ada yang aneh, mereka memasuki kawasan perumahan yang sangat mewah," ucap Heri.


"Benarkah? Apa dia tinggal di sana?" Tanya sang Manager.


"Aku juga tidak tahu, tapi mungkin saja mereka hanya pergi menghampiri seseorang di sana," jawab Heri.


"Baiklah, kau kirimkan alamat kawasan tersebut dan juga alamat tempat dia menjemput istrinya." Perintah sang Manager.


"Baik Manager," jawab Heri.