Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
179


"Kau membuatku khawatir, ponselmu tidak aktif dan sejumlah penarikan dilakukan pada ATM mu, dan terlebih orang itu adalah teman sekantormu sendiri! Apa yang terjadi?" Tanya Heriyadi sangat mengejutkan Dito karena dia tidak menyangka bahwa istrinya akan mengetahui hal tersebut dengan sangat cepat.


🫁🫁🫁


"Itu,, Bagaimana kau tahu?" Tanya Dito.


Heriani melepaskan pelukannya pada suaminya, "masuk dulu ke dalam mobil, nanti baru ku ceritakan padamu," ucap heriani segera menarik suaminya ke dalam mobil lalu mereka duduk bersama-sama.


Setelah pintu mobil ditutup, Dito pun kembali menatap istrinya, "Bagaimana kau tahu?" Tanya Dito Yang penasaran Bagaimana istrinya bisa mengetahui hal tersebut.


Heriyani menghela nafas, "hah,,, Bagaimana mungkin aku tidak tahu? Memangnya apa yang tidak bisa ku ketahui? Teleponmu tidak aktif, aku menelponmu berkali-kali tapi kau tidak menjawabnya, juga ada email yang masuk di komputer tentang penarikan saldomu di ATM, jadi Tentu saja aku tahu semuanya!


"Cuma, Bagaimana bisa kau kehilangan kartu atm-mu dan kartu atm-mu dibawa oleh teman ke kantormu sendiri?!" Tanya heriani yang merasa heran Mengapa orang-orang di kantor suami nya bisa mencuri ATM milik suaminya dan terlebih, mengetahui sandi ATM tersebut.


"Itu,,," Dito menelan air liurnya, dia tidak ingin menceritakan semuanya pada istrinya, tetapi karena takut kejadian terakhir kali kembali lagi terulang, maka Dito meyakinkan dirinya dan lanjut berkata, "mereka tidak sengaja mengetahui tentang kau yang memenangkan lomba hari ini lalu mendapatkan uang senilai 3,8 miliar, dan mereka memaksaku memberikan ATM itu pada mereka dan,,,"


"Apa?!" Tanya heriyani yang bisa melihat bahwa suaminya menahan sesuatu untuk diceritakan padanya.


Dito menatap istrinya dengan rasa bersalahnya, dia sangat sulit untuk mengatakan kejadian yang sebenarnya.


Ekspresi suaminya membuat heriyani mengulurkan tangannya memegang tangan suaminya, "kau tahu kan apa yang akan terjadi kalau kau tidak menceritakan semuanya?!" Tegas haryani memberi peringatan pada suaminya agar pria itu tidak menahan-nahan sedikitpun untuk diceritakan padanya.


Dito menghela nafas dengan panjang sambil menundukkan kepalanya lalu memejamkan matanya. Setelah itu, ia berkata, "mereka mengambil videoku yang tidak menggunakan pakaian dan akan menyebarkannya kalau sampai aku melaporkannya ke polisi."


"Apa?!" Heriani menggertakkan giginya dan dia sangat kesal serta marah atas apa yang baru saja iya dengar dari mulut suaminya.


"Jangan khawatir, aku akan memberi mereka pelajaran!" Tegas Heriani Sebelum perempuan itu mengambil ponselnya lalu dia pun menelpon seseorang.


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


"Tolong pergi ke apartemen kami dan ambilkan laptop yang ada di atas meja lalu bawa ke kantor Polisi xx," perintah Heryani.


"Baik Nyonya," jawab Sang Perempuan dari seberang telepon sebelum mengakhiri panggilan telepon itu lalu mobil pun terus melaju ke kantor polisi yang hendak dituju oleh heriyani.


Setelah mereka tiba di kantor polisi xx, Heryani membuat pengaduan di kantor polisi tersebut dengan mengisi beberapa berkas dan mengatakan keterangannya pada polisi.


Dito pun mengatakan segala sesuatu yang ia ketahui sampai akhirnya polisi berkata, "rekan kami sudah pergi untuk menyelidiki masalah ini. Orang yang ada di rekaman CCTV ATM akan segera kami lacak juga."


Heriyani mengganggukan kepalanya bersamaan dengan perempuan yang datang membawa laptop kini telah tiba.


"Kalau begitu, mohon kerjasamanya, kami harus pulang sekarang dan Tolong hubungi kami jika sudah ada kejelasan mengenai masalah ini. Ah,, juga, kami tidak ingin masalah ini bocor ke wartawan," kata heriyani langsung dianguki oleh polisi.


"Kami mengerti," jawab sang polisi yang mana mereka sudah mengetahui bahwa heriyani dan suaminya berasal dari keluarga Romania, Jadi mereka tidak mungkin macam-macam terhadap keluarga besar itu.


Setelah mendengar jawaban polisi, maka heriyani pun pergi meninggalkan tempat itu bersama-sama dengan suaminya dan berakhir di sebuah cafe.


Heriani memesan minuman untuk suaminya lalu membiarkan pria di depannya menenangkan diri, karena dia yakin Dito pasti shock dengan apa yang terjadi.


Sambil menikmati minuman, heriani pun menggerakkan jari-jarinya di atas keyboard laptopnya untuk melakukan sesuatu.


"Berikan aku nomor ponsel semua orang-orang itu, termasuk yang mengambil video!" Ucap heriani langsung membuat Dito mengambil ponselnya lalu memperlihatkan grup chat mereka pada heriyani agar heriyani bisa mengambil nomor ponsel yang ada di grup chat tersebut.


"Maaf, aku jadi merepotkanmu," Kata Dito langsung membuat heriani tersenyum melepaskan jari-jarinya dari keyboard lalu dia beralih memeluk suaminya.


"Tidak merepotkan, cuma lain kali kalau ada sesuatu, Kau tidak perlu menceritakan semuanya pada orang lain, karena mereka belum tentu perduli denganmu! Apa kau mengerti?!" tegas heriani langsung membuat Dito menganggukkan kepalanya.


"Aku mengerti," jawab Dito.