
Bab 198. Istri idaman para suami
Tak!
Clarissa yang berteleponan dengan heriyani kini menutup telepon tersebut, lalu dia beralih menatap uang yang baru saja ia terima dari putrinya yang bernama Kesya.
"Apa benar yang dikatakan perempuan itu?" Ucap Clarissa kini mulai merasa cemas, karena dia takut apa yang dikatakan oleh heriyani memang benar sehingga perempuan itu akan membuat masalah untuk mereka.
Padahal, selama beberapa waktu ini dia sudah hidup dengan tenang dan tidak perlu lagi bekerja karena dia mendapatkan uang dari putrinya.
Karena rasa cemasnya, Clarissa akhirnya pergi menghampiri wasti yang ada di kamarnya.
Clarissa mengerutkan keningnya saat dia yang membuka pintu tanpa mengetuk terlebih dahulu langsung melihat wasti sedang melakukan unboxing pada ponsel barunya.
"Dari mana kau mendapatkan barang itu?!" Tanya Clarissa mendekati putrinya.
Dia bisa melihat bahwa ponsel yang ada di tangan putrinya adalah ponsel yang terlihat mewah dan mahal, jadi tentunya barang itu tidaklah murah dan Wasti tidak memiliki uang untuk membeli barang tersebut!
Wasti juga sangat terkejut dengan kedatangan ibunya, "ibu! Kenapa ibu tidak mengetuk pintunya?!" Gerutu wasti sambil melemparkan tatapan kesalnya pada ibunya.
Clarissa tidak perduli dengan tatapan kesal yang diperlihatkan oleh putrinya, perempuan itu berkata, "Jangan banyak bicara! Katakan saja pada ibu dari mana kau mendapatkan barang itu?!" Tegas Clarissa sambil melototi putrinya.
Wasti mendengus kesal, "tentu saja dari Kesya, dia membelikannya untukku karena aku sudah membantunya mengerjakan tugas kampusnya!" Jawab Wasti sambil menyalakan ponsel barunya.
Wasti menatap ibunya dengan tatapan yang masih tidak bersahabat, "tentu saja ke kampus, Memangnya ke mana lagi? Ini kan masih pagi!" Tegas Wasti dengan nada suara yang menunjukkan bahwa perempuan itu sudah kesal berbicara dengan ibunya.
"Kau yakin dia pergi ke kampus? Beberapa waktu ini dia terus keluar pagi-pagi sekali dan pulang tengah malam, bahkan beberapa kali tidak pulang, lalu dia punya banyak uang! Jadi dari mana dia mendapatkan semua uang itu?!" Tanya Clarissa yang merasa bahwa putrinya yang bersama-sama dengannya pasti mengetahui sesuatu tentang uang-uang yang dimiliki oleh Kesya.
Wasti yang dari tadi kesal pada ibunya kini menjadi lebih kesal lagi, "Ibu ini! Apa susahnya diam saja?! Tidak usah mengurusi urusan Kesya dan terima saja uangnya! Begitu saja susah!" Ucap wasti segera berdiri, lalu dia meninggalkan ibunya.
Clarissa yang melihat itu langsung berdiri menahan putrinya sambil berteriak, "hei!! Kau terlihat menghindari ibu! Apa kau menyembunyikan sesuatu?!!"
Wasti yang menghentikan langkahnya kini berbalik menatap ibunya, "ibu, Memangnya apa yang bisa kusembunyikan dari ibu?!" Gerutu wasti sambil menggerakkan giginya.
"Perempuan jelek itu baru saja menghubungi Ibu Dan Dia menyuruh ibu menegur Kesya, katanya dia menjadi sugar baby bapak-bapak?!!" Tanya Clarissa sangat mengejutkan wasti.
"Perempuan jelek Mana yang Ibu maksud?!" Tanya Wasti.
"Siapa lagi kalau bukan heriyani?!!" gerutu Clarissa.
Wasti melototkan matanya, "Apa?! Perempuan jelek itu?! Dari mana dia mengetahui kalau Kesya menjadi sugar baby?!" Ucap wasti sebelum dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya menyadari kesalahannya yang kembali keceplosan karena terkejut.
Clarissa yang mendengar ucapan putrinya kini mematung di tempatnya dan sekarang dia tidak tahu lagi harus berkata apa karena ternyata menantu sialannya itu mengatakan hal yang benar.
Lebih lagi, perempuan itu telah mengatakannya beberapa waktu yang lalu jadi mungkin saja putranya juga telah diberitahu oleh perempuan itu!!