Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
42


Setelah percakapannya dengan kakeknya, maka Dito menjadi sangat senang dan pria itu langsung menilai takkan ponselnya lalu berlari ke arah istrinya dan memeluk perempuan itu dari belakang.


Hal itu membuat heriyani terdiam, Tetapi dia lebih terdiam lagi saat suaminya yang memeluknya tiba-tiba melepaskan pelukannya lalu pria itu memandangi dirinya.


"Kau,, Kau sangat kurus! Apakah kau baik-baik saja?" Tanya Dito yang bisa merasakan bahwa tubuh Perempuan itu menjadi semakin ramping saja, Padahal baru beberapa waktu mereka tidak saling berpelukan.


Heriyani tersenyum konyol, "Tentu saja aku baik-baik saja, justru aku senang karena berat badanku turun, Dengan begitu aku bisa jadi cantik seperti perempuan-perempuan lainnya," ucap heriyani sembari mengelap tangannya yang basah.


"Emangnya sekarang kau tidak cantik? Sekarang kau sangat cantik, istriku malah yang paling cantik diantara semua perempuan yang pernah ku temui," ucap Dito dengan suara yang begitu cemas menatap istrinya yang saat ini benar-benar terlihat lebih kurus dari biasanya.


Sedangkan heriani yang melihat kecemasan suaminya, dia langsung memegang kedua tangan suaminya, "hm, Jangan khawatir, aku baik-baik saja, tapi Bagaimana pembicaraanmu dengan kakek? Apakah semuanya berjalan dengan lancar?" Tanya heriani yang antusias untuk mengetahui percakapan pria itu dengan Tuan besar Romania.


"Ya, Kita diundang untuk pergi ke rumah kakek, tapi aku cemas kau mungkin tidak bisa keluar karena, hah,,,, Bagaimana bisa kau jadi sangat kurus setelah beberapa waktu di sini?" Tanya Dito yang masih begitu khawatir pada istrinya.


"Bagus, kalau gitu kita akan pergi, dan jangan khawatir tentang aku. Aku melakukan diet ketat jadi Tentu saja aku menjadi sangat kurus seperti ini. Oya, Apakah kau sudah selesai makan?" Tanya heriani sembari menoleh ke arah meja makan dan melihat bahwa makanan suaminya masih banyak di piringnya sehingga perempuan itu dengan cepat menarik suaminya ke meja makan.


"Makanlah, Aku mau melihat beberapa berkas lagi, supaya nanti ketika kita meninggalkan peternakan, peternakannya sudah diurus dengan baik oleh semua orang yang dipekerjakan," ucap heriyani sembari meninggalkan suaminya dengan Dito yang menatap punggung istrinya dengan cemas.


'Apakah tidak masalah kalau berat badannya turun drastis seperti itu?' ucap Dito dalam hati yang tidak bisa melepaskan kecemasannya terhadap kesehatan perempuan itu.


'Aku harus membuat sebuah aplikasi yang bisa tersambung dari jarak jauh sehingga kinerja peternakan bisa diawasi dari jauh. Ah,, peternakan ini tidak ada cctv, kalau begitu aku juga harus memasang CCTV dan keamanan lainnya harus diperketat,' ucap heriyani dalam hati sembari terus mengerjakan pekerjaannya.


Setelah beberapa saat terus fokus ke pekerjaannya, perempuan itu menghentikan jari-jemarinya saat tiba-tiba saja suaminya datang di sampingnya lalu pria itu duduk sembari menatapnya.


"Apakah kau membutuhkan sesuatu?" Tanya heriani pada suaminya.


"Ahh, tidak, Aku hanya ingin melihatmu bekerja," jawab Dito sembari menatap layar komputer istrinya hingga membuat heriani tersenyum.


"Apa yang ku ajarkan padamu kemarin malam, apakah kau masih ingat?" Tanya heriani yang mana dia sudah mulai mengajari suaminya tentang segala hal yang berhubungan dengan perusahaan, sebab hal itu penting untuk menyiapkan suaminya masuk ke dalam perusahaan.


"Ah tentu saja," jawab Dito.


"Bagus, Kalau begitu, sekarang Aku ingin kau membaca ini dan katakan padaku apa pendapatmu tentang segala sesuatu yang tertulis di sini," ucap haryani menyerahkan sebuah berkas yang merupakan laporan kinerja penetapan tempat mereka berada.


"Baiklah," jawab Dita mengambil berkas tersebut lalu dia pun berpindah tempat duduk untuk berkonsentrasi mempelajari berkas yang diberikan oleh istrinya.