Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
280


Hoeeee...!


Hoeeee...!


Suara tangisan bayi yang saling beradu langsung membuat semua orang yang ada di luar ruangan persalinan kini bersorak kegirangan.


"Cucuku!!!"


"Cicitku!!!"


"Itu suara keponakan kita!!" Seru Andien pada kakaknya dengan penuh perasaan bahagia.


Sementara di dalam ruangan, setelah dua bayi heriani dipindahkan ke dalam box untuk disuntik vitamin K, Dita masih berada di samping istrinya sambil mencium kening perempuan itu.


"Terima kasih sayang, Kau sudah berjuang sangat keras," Kata Dito merasa sangat lega karena akhirnya penderitaan istrinya kini telah berakhir.


"Hah,,, sekarang aku jadi lapar," ucap heriani langsung membuat Dito menganggukkan kepalanya.


"Akan aku suruh Ayah untuk membawakan makanan bagi mu," ucap Dito kembali lagi mendaratkan ciuman di kening istrinya sebelum dia keluar dari ruangan bersalin.


Begitu keluar, semua orang langsung mengelilingi Dito sehingga membuat Dito tersenyum sangat bahagia.


"Bayinya sudah lahir? Bayi dan ibunya baik-baik saja kan?!" Tanya tuan besar Romania mewakili semua orang yang ada di sana.


Dito menganggukkan kepalanya, "semuanya selamat, dan bayi laki-lakinya lahir lebih dulu. Ah,, tapi sekarang istriku lapar, jadi--"


"Aku sudah membawa makanan!!" Tegas Andien langsung memberikan kotak bekalnya yang ia siapkan satu jam sebelum berangkat dari rumah.


Dito pun langsung mengambil kotak makanan tersebut sambil berkata, "Terima kasih adik sepupu, kalau begitu aku harus masuk kembali. Ah,, tadi Dokter bilang kalau kami akan keluar 2 jam lagi, karena istriku tidak boleh bergerak selama 2 jam."


Saat itu, bayi istrinya telah dibawa ke kasur dan diletakkan di samping kiri kanan Heryani diapit oleh lengan dan tubuh Heryani.


Maka saat melihat adegan itu, Dito tersenyum penuh kebahagiaan menatap dua bayi kecil yang sedang terlelap di samping ibunya dengan heriyani yang juga tersenyum sambil mengusap-ngusap tubuh dua bayi kecil itu dari balik selimut mereka.


"Makanan ini disiapkan Andien untukmu," ucap Dito segera membuka kotak bekal yang ada di tangannya lalu dia pun segera menyuapi istrinya.


Heriani menerima suapan-suapan dari suaminya sampai akhirnya ia menghabiskan semua makanan dalam kotak bekal tersebut sebelum dia memejamkan matanya untuk terlelap, Karena itu adalah subuh hari.


Dito pun duduk di samping ranjang istrinya sambil menatap ke arah dua bayi kecilnya yang terlihat begitu imut.


Dia menunggu selama 1 jam lebih sampai akhirnya dokter menghampiri mereka, "kalian sudah boleh pindah ke ruang rawat inap," ucap sang dokter langsung membuat Dito menganggukkan kepalanya.


Seorang suster datang menghampiri haryani lalu mengambil bayi perempuan untuk dimasukkan ke dalam box.


Ditopun dengan telaten mengambil bayi laki-laki yang ada di samping istrinya lalu membawanya ke dalam box bayi sebelum dia kembali ke arah istrinya lalu memegang tangan perempuan itu dan mereka segera keluar dari ruang persalinan.


Begitu keluar, mereka kembali disambut oleh semua orang yang telah menunggu dengan Andien bersemangat menggantikan suster mendorong box bayi kedua keponakan kembarnya.


Semua orang pun secara rombongan pindah ke ruangan merawat inap VIP lalu heriyani dipindahkan keranjang khusus di sana sebelum akhirnya para dokter dan perawat meninggalkan mereka.


"Wah,,, bayi kecil ini,,, tidur saja sangat imut, apalagi kalau dia bangun dan bermain!!" Ucap Andien yang merasa begitu gemas melihat dua ponakan kecilnya yang tampak menggemaskan.


Wasti juga ada di sana sambil berkata, "Siapa nama mereka?"


Pertanyaan itu langsung membuat heriani dan Dito bertatapan satu sama lain sebelum Dito menatap kakeknya, "kami belum menyiapkan nama untuk mereka, karena kami ingin kakek yang memberikan nama," ucap Dito pada Tuan besar Romania langsung membuat tuan besar Romania yang duduk sambil menatap ke dalam box bayi kini dipenuhi rasa Haru dengan mata yang berkaca-kaca.